1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 84

Paling Sering Dibaca

Pergerakan Kita

SUDAH menjadi kebiasaan umum, segala sesuatu yang dilahirkan biasanya akan dikenang dan tak jarang diperingati. Pun halnya dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tepatnya pada

Krisis dan Kelas

JURNAL Socialist Register edisi 2011, memilih judul “The Crisis This Time”, menanggapi krisis kapitalisme yang meledak di Amerika Serikat (AS) tahun 2007 dan efek bola saljunya ke belahan dunia lain hingga sekarang.1 Leo Panitch dan Sam Gindin,2 dalam pengantar untuk jurnal itu membawa pembaca mengingat peristiwa lebih 150 tahun lalu di New York. Saat itu, bangkrutnya “Ohio Life Insurance Company” menjadi pemicu “Krisis Besar 1857-8.”

Ketika itu, seperti diingatkan Panitch dan Gindin, Karl Marx berusaha mengerti krisis tersebut dan tiba pada kesimpulan bahwa pemulihan krisis kemungkinan akan dilakukan melalui konsolidasi kapital. Di antaranya dengan ekspor kapital dari Eropa ke wilayah-wilayah koloni, khususnya dalam kasus ini adalah industri-industri Inggris yang merajai akumulasi kapital secara global saat itu. Langkah ini memungkinkan akumulasi kapital kembali ke jalannya, tetapi dalam waktu yang sama akan kembali menciptakan kontradiksi dalam sistem ini. Krisis akan datang lagi.3 Marx benar, hanya dalam beberapa dekade setelah kematiannya krisis berulang, pada 1890an, 1907, dan akhir 1920an/1930an.

Kiri dan Ahli

Judul Buku: Teks-teks Kunci Filsafat Marx Penulis: Karl Marx Penyunting & Penerjemah: Martin Suryajaya Penerbit: Resist Book Tahun terbit: 2016 Jumlah hlm.: 198 + x

Merawat Harapan, Mengingat Arnold Ap

MERAWAT harapan tak segampang menanam dan membunuhnya. Bila surga itu ada, saya yakin, para perawat harapanlah penghuninya. Perawat harapan bukan pemberi harapan palsu, karena yang

Sejarah Manifesto Komunis

“Ada hantu berkeliaran di Eropa-Hantu komunisme.” SIAPA yang tak kenal dengan frasa ini? Pada abad ke-19 dan penghujung abad ke-20, baik penguasa sekuler maupun penguasa

Melacak Makna Demokrasi

Who control the past control the future, Who control the present, control the past. ( George Orwell ) DARI pelajaran sejarah kita menjadi maklum, betapa

Pendidikan Untuk Perubahan

Kata Pengantar untuk IndoPROGRESS Edisi Cetak II IJINKAN saya mengawali catatan ini dengan sebuah pengakuan tentang keterbatasan. Saya bukan pembaca tetap IndoPROGRESS. Beberapa tulisan dari jurnal ini

Islamofobia Dan Politik Imperialistik AS

Islamophobia, demikian para para ahli mendefinisikan perlakuan diskriminasi dan rasisme terhadap Islam ini, bekerja di dua level: level institusional dan individual. Secara institusional Islamophobia mewujud pada kebijakan polisi yang melakukan tindakan pengawasan (surveillance) terhadap individu-individu maupun kelompok-kelompok muslim, baik di kampus maupun di lingkungan tempat tinggalnya; infiltrasi intelijen oleh FBI terhadap individu, keluarga, maupun organisasi Islam yang diduga memiliki jaringan dengan kelompok teroris luar negeri; proses pengadilan yang bertentangan dengan konsitutisi terhadap terduga teroris; penelusuran aliran keuangan individu dan kelompok-kelompok Muslim, serta penggambaran media (media profiling) yang sangat bias secara intensif dan sistematis pada tingkat nasional. Sementara itu, secara individual warga Muslim juga mengalami diskriminasi, mulai dari caci-maki (hate speech) hingga tindakan pemukulan, pengrusakan masjid, dan penembakan yang berujung kematian.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.