1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 77

Paling Sering Dibaca

Cerita dari Pesisir Nusantara: Ironi Orang Halmahera Timur

SAYA lahir dan dibesarkan di kampung Buli, Kecamatan Maba, Kebupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara—tempat bermacam-macam perusahaan tambang mendaratkan eksafator dan buldozer untuk mencukur habis pulau-pulau kecil, gunung dan tanjung yang ada di sini. Saya tak bisa menarik diri dari keterlibatan emosional dengan krisis sosial-ekologi di kampung saya. Singkatnya, saya tidak bisa memposisikan diri sebagai pengamat. Yang hanya bisa saya lakukan: menceritakan apa yang saya dengar, saya lihat, dan saya rasakan.

Harapan itu Bernama Sosialisme

Kredit foto: Marxist World   ALEXANDRIA OCASIO-CORTEZ. Perempuan 29 tahun keturunan pasangan imigran Puerto Rico tersebut berhasil mendobrak kemapanan politik di Amerika Serikat (AS) dengan

Imigrasi dan Batas-Batas Globalisasi

HARI ITU, 23 Mei 2011, di sebuah rumah di Amsterdam, saya mewawancarai Anis. Rumah itu sesak, di dalamnya berdesak-desakan kurang lebih 10 orang pekerja imigran asal Indonesia, tepatnya dari Surabaya, Jawa Timur. Anis, seperti juga teman-temannya di rumah itu, berstatus ilegal atau tidak terdokumentasi (undocumented). Bersama mereka terdapat paling tidak 3000-an orang Indonesia yang bekerja di Belanda secara ilegal. Mereka selalu bepergian dan naik kendaraan umum dengan penuh kewaspadaan. Mereka kadang kucing-kucingan dengan polisi dan petugas imigrasi. Akan tetapi, yang menarik, mereka tetap saja dibutuhkan. Mereka mendapatkan pekerjaan di beberapa sektor tertentu yang memang tidak bisa dipenuhi oleh pekerja setempat atau bahkan pekerja migran yang lain. Meski demikian, mereka tentu dibayar dengan upah murah. Dalam konteks diskusi tentang globalisasi, bagaimana kenyataan ini ditanggapi?

Jalan Mentok Gerakan Islam

Ala kulli hal, mungkin partai dan gerakan Islam, sejak tahun 2014, memang sudah menemui jalan mentok. Partai dan gerakan Islam yang kian berjarak ini menjadikan mereka kian tidak relevan, kecuali sebagai tukang stempel oligarki yang tidak peduli dengan nasib umat.

Y Wasi Gede Puraka: Universitas Tidak Lagi Menjadi Pusat Sains

SALAH satu modus ekspansi kapitalisme adalah melakukan apa yang disebut intensifikasi kapital. Proses intesifikasi ini dilakukan ke dalam sistem kapitalisme, dimana sektor-sektor yang sebelumnya dianggap sebagai barang publik kemudian dikomodifikasi dengan tujuan utama menumpuk profit tanpa batas. Misalnya, air dan udara yang sebelumnya gratis (karena dianggap bukan barang langka) kini telah diperjualbelikan, telah menjadi komoditi yang sangat menguntungkan.

Menggarap Gerakan Intelektual Representatif

Kredit ilustrasi: Caravan Magazine PERCAKAPAN politik kita selama ini, ada semacam bangkitnya insinuasi politik antara setiap orang. Saling menuding, saling klaim paling benar, hingga berimplikasi

Buat Saya Label Itu Lucu

Tanggapan Untuk Martin Suryajaya Pengantar:  Dalam indoprogress.com yang lalu dimuat tulisan Martin Suryajaya, ‘Kritik dan Emansipasi: Kontribusi bagi Pendasaran Epistemologi Politik Kiri: Sebuah Kritik Umum atas Goenawan Mohamad.’.  Di

Pelajaran dari Ashabul Kahfi

Kredit ilustrasi: iluminasi.com (1) Dalam Surah Al-Kahfi, Allah menceritakan para pemuda Kahfi yang tidur dalam jangka waktu yang sangat lama. Cerita ini cukup terkenal, dan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.