
Menjernihkan Manipulasi Kata Radikalisme
Kredit ilustrasi: Postrakyat KATA Radikalisme sedang mengalami deformasi luar biasa. Maknanya sudah bergeser jauh dari positif dan progressif menjadi sangat negatif dan reaksioner. Dalam konteks

Kredit ilustrasi: Postrakyat KATA Radikalisme sedang mengalami deformasi luar biasa. Maknanya sudah bergeser jauh dari positif dan progressif menjadi sangat negatif dan reaksioner. Dalam konteks
FABIANUS Tibo (61), Marinus Riwu (49), dan Dominggus da Silva (39) kini menghadapi eksekusi mati. Mereka dituduh terlibat serangkaian tindak kekerasan di Poso akhir Mei

TULISAN kecil ini sengaja dimulai dari sebuah pertanyaan tentang kegunaan mendasar ilmu sosial (termasuk juga ilmu-ilmu keagamaan). Kenapa? Ada dua alasan yang ingin dikemukakan di

SECARA sederhana, arti demokrasi adalah partisipasi luas publik. Membicarakan demokrasi yang menyangkut dengan keikutsertaan warga di dalamnya, menjadi landasan yang penting. Karena demokrasi sejatinya tidak
ANALISA EKONOMI POLITIK “RABU tanggal 5 Mei 2010 LMND, SRMI dan warga kecamatan Talaga Raya yang berasal dari 5 desa …… dengan jumlah massa kurang

Tanpa banyak bacot pengantar seperti tulisan berstruktur akademik yang sering kita baca, saya langsung ke poinnya saja. Saya memilih untuk menerjemahkan tiga puisi remeh-temeh Rimbaud. Remeh-temeh karena ia tidak menggelorakan mitos dan legenda Rimbaud sebagai penyair muda yang memiliki kedalaman analitis sosial seperti puisi-puisinya dalam kumpulan Season of Hell dan Illumination (dua buku puisi paling terkenalnya). Remeh-temeh karena tema yang dibicarakan dalam tiga puisi ini bukan kebobrokan sistem industri, hedonisme seniman Eropa, neraka dunia, tetapi perempuan, cinta, eksplorasi seksual, dan kencan di hutan. Remeh-temeh karena ketiga puisi ini jarang disebut-sebut sebagai puisi bagus karena ditulis ‘penyair hebat’, tapi lebih sering disebut sebagai puisi bagus karena ditulis ‘bocah’. Dan terakhir, remeh-temeh karena nafsu dan impian masa muda memang selalu bersifat remeh-temeh. Tapi itulah anak muda sebenar-benarnya, bukan para mahasiswa pendemo kontemporer yang pada akhirnya cuma jadi alat politik oposisi, atau Rimbaud yang jadi legenda karena puisi-puisinya digelorakan semangat zaman ideologi antikolonial, imperialisme, dan kapitalisme klasik.

Kredit foto: Media Indonesia PADA 28 Januari 2018 lalu, sebuah kegiatan sosial jemaat Gereja Santo Paulus di Bantul, Yogyakarta, dihentikan oleh sejumlah orang dengan

Tanggapan Atas Martin Suryajaya Dalam tulisannya yang berjudul Marxisme dan Propaganda, Martin Suryajaya memaparkan bagaimana seharusnya propaganda Marxis itu dijalankan. Titik berangkat propaganda Marxis, menurut

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) LEDAKAN bom di Surabaya pada 13 Mei 2018 membuka kembali ingatan 20 tahun lalu di Jakarta. Persis 13-14 Mei

Kredit ilustrasi: Twitter Voting to me will mean that I legitimise this choice And I don’t want to legitimise this choice I want to

Dengan demikian, kita yang mempelajari Marxisme mesti belajar banyak dari sepenggal cerita dari negeri sakura tersebut, bahwa gerak dan perubahan merupakan sebuah kepastian karena jika kita tetap nyaman dengan dongeng heroik dan dogma, tentu saja kita akan tersapu zaman dalam kegamangan bagaikan ronin atau samurai tak bertuan.

Kredit ilustrasi: minhodigital.com KONDISI kemiskinan, ketertekanan, ketertindasan, keterpincangan hidup, dan kondisi tidak baik lainnya merupakan ketidakberesan. Oleh agama-agama, kondisi demikian adalah akibat ulah manusia
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.