1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 71

Paling Sering Dibaca

Membangun Infrastruktur untuk Siapa?

Warga Celukan Bawang menolak pembangunan PLTU. Kredit foto: Metrobali.com   SEHARI sebelum ulang tahun kemerdekaan lalu, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar memberi kado pahit

Imigrasi dan Batas-Batas Globalisasi

HARI ITU, 23 Mei 2011, di sebuah rumah di Amsterdam, saya mewawancarai Anis. Rumah itu sesak, di dalamnya berdesak-desakan kurang lebih 10 orang pekerja imigran asal Indonesia, tepatnya dari Surabaya, Jawa Timur. Anis, seperti juga teman-temannya di rumah itu, berstatus ilegal atau tidak terdokumentasi (undocumented). Bersama mereka terdapat paling tidak 3000-an orang Indonesia yang bekerja di Belanda secara ilegal. Mereka selalu bepergian dan naik kendaraan umum dengan penuh kewaspadaan. Mereka kadang kucing-kucingan dengan polisi dan petugas imigrasi. Akan tetapi, yang menarik, mereka tetap saja dibutuhkan. Mereka mendapatkan pekerjaan di beberapa sektor tertentu yang memang tidak bisa dipenuhi oleh pekerja setempat atau bahkan pekerja migran yang lain. Meski demikian, mereka tentu dibayar dengan upah murah. Dalam konteks diskusi tentang globalisasi, bagaimana kenyataan ini ditanggapi?

Kapitalisasi Hak Atas Tanah

  Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   Tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah ingat: setiap

Kartini: Cinta Yang Tak Lebur Dan Hancur

TANGGAL 17 September 1904. Seorang ibu muda yang empat hari sebelumnya melahirkan bayi lelaki yang sehat, mengeluh sakit di perutnya. Rasa sakit itu menyerang tidak

Kembalinya Sosialisme di Cina Sekarang?

Kredit foto: New Straits Times   TEPAT pada 3 Mei 2018 kemarin, Partai Komunis Cina (PKC) memperingati 200 tahun kelahiran Karl Marx. Peringatan ini terbilang

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.