
“Arsitektur Kebisingan”: Gagasan dan Praktik Pembebasan Seni/Seni Pembebasan
“Arsitektur Kebisingan” dibuat dengan maksud menyingkapkan lapisan-lapisan arsip sosial yang terpendam dalam tubuh sejumlah warga

“Arsitektur Kebisingan” dibuat dengan maksud menyingkapkan lapisan-lapisan arsip sosial yang terpendam dalam tubuh sejumlah warga

TRINITAS atau ketritunggalan Allah menjadi ajaran penting kekristenan. Kendati istilah “trinitas” tidak tertera di Alkitab, ia telah dipakai dalam sejarah perkembangan gereja. Bahkan dalam kalender
Simaklah potret anak busung lapar di bawah ini. Sebut saja namanya Silvana. Umurnya belum mencapai tiga tahun. Kesan sekilas, wajah anak itu menghindari sorot kamera.

Rasisme terselubung harus dikritik. Bukan untuk menghilangkan ‘keagungan Islam’, tapi demi semangat dan nilai Islam yang kita laksanakan sehari-hari.

Kredit ilustrasi: https://thecharnelhouse.org PEMBACA kemungkinan besar pasti pernah membaca nama “Karl Marx”. Setidaknya sekali seumur hidup pembaca pasti pernah membaca nama Marx, di buku-buku,

LAYAKNYA Berto Tukan yang kebingungan menulis pengantar rubrik kliping edisi lalu, saya hampir mati kutu mencari ide membuka tulisan ini. Beruntung saya sempat mengintip timeline Instragram

POGROM ’65 bukan hanya sekedar menghancurkan gerakan massa yang kuat, lebih dari itu adalah dihancurkannya karakter kebangsaan yang penuh dengan harga diri. Suatu karakter kebangsaan

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Mempelajari Pola Operasi Militer Di Surakarta 1965-1966 Pengantar TITIK pijak perbincangan di seputar peristiwa G30S ini, pertama saya

Kredit ilustrasi: Wiji Thukul pages SECARA perlahan kehidupan sebuah negeri dapat berubah dari periode otoriter ke demokratis. Hampir semua orang kemudian berbicara tentang pentingnya

Kekuatan di balik kepungan konsesi dan stigma Malam itu kunang-kunang tak berpendar riuh di pepohonan angin laut bawa kabar buruk pada manusia-manusia daratan di penghujung

Menurut Martin Nicolaus – penerjemah karya Marx yang mendahului Capital, Grundrisse – pernyataan Lenin mengenai kesulitan membaca Capital itu, karena saat itu Grundrisse belum diterbitkan. Grundrisse sendiri lebih banyak berbicara tentang metode. Maka, menurut Nicolaus, dengan meminjam aforisme Lenin, untuk bisa memahami Capital yang tebalnya 4.000 halaman itu secara menyeluruh, kita pertama-tama mesti memahami dulu 800 halaman Grundrisse dan 1.000 halaman Logic. ‘Membaca Grundrisse dengan baik adalah cara terbaik untuk memahami Logic, dan selanjutnya untuk membaca Capital. Atau dengan kata lain, akan sangat sulit untuk bisa memahami relevansi keberadaan Logic bagi Capital tanpa pertama-tama membaca secara menyeluruh Grundrisse (Nicolaus, 1993:60). Padahal, membaca Grundrisse sendiri bukan pekerjaan mudah, apalagi membaca Logic-nya Hegel.

EDITORIAL kita beberapa waktu lalu yang mengajukan tesis tentang prioritas Politik Kelas atas Politik Identitas, telah memunculkan serangkain pertanyaan: “Apakah kelas adalah subjek yang homogen?”;
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.