1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 72

Paling Sering Dibaca

Sulitnya Memotret Anak Busung Lapar

Simaklah potret anak busung lapar di bawah ini. Sebut saja namanya Silvana. Umurnya belum mencapai tiga tahun. Kesan sekilas, wajah anak itu menghindari sorot kamera.

Pernah Membaca Marx?

Kredit ilustrasi: https://thecharnelhouse.org   PEMBACA kemungkinan besar pasti pernah membaca nama “Karl Marx”. Setidaknya sekali seumur hidup pembaca pasti pernah membaca nama Marx, di buku-buku,

Chaos Untuk Coup?

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   Mempelajari Pola Operasi Militer Di Surakarta 1965-1966   Pengantar TITIK pijak perbincangan di seputar peristiwa G30S ini, pertama saya

Wiji Thukul, Dihilangkan tetapi Tetap Hidup

Kredit ilustrasi: Wiji Thukul pages   SECARA perlahan kehidupan sebuah negeri dapat berubah dari periode otoriter ke demokratis. Hampir semua orang kemudian berbicara tentang pentingnya

Perempuan paska Wasior Berdarah

Kekuatan di balik kepungan konsesi dan stigma Malam itu kunang-kunang tak berpendar riuh di pepohonan angin laut bawa kabar buruk pada manusia-manusia daratan di penghujung

Grundrisse dan Krisis Kapitalisme

Menurut Martin Nicolaus – penerjemah karya Marx yang mendahului Capital, Grundrisse – pernyataan Lenin mengenai kesulitan membaca Capital itu, karena saat itu Grundrisse belum diterbitkan. Grundrisse sendiri lebih banyak berbicara tentang metode. Maka, menurut Nicolaus, dengan meminjam aforisme Lenin, untuk bisa memahami Capital yang tebalnya 4.000 halaman itu secara menyeluruh, kita pertama-tama mesti memahami dulu 800 halaman Grundrisse dan 1.000 halaman Logic. ‘Membaca Grundrisse dengan baik adalah cara terbaik untuk memahami Logic, dan selanjutnya untuk membaca Capital. Atau dengan kata lain, akan sangat sulit untuk bisa memahami relevansi keberadaan Logic bagi Capital tanpa pertama-tama membaca secara menyeluruh Grundrisse (Nicolaus, 1993:60). Padahal, membaca Grundrisse sendiri bukan pekerjaan mudah, apalagi membaca Logic-nya Hegel.

Identitas Dalam Kelas

EDITORIAL kita beberapa waktu lalu yang mengajukan tesis tentang prioritas Politik Kelas atas Politik Identitas, telah memunculkan serangkain pertanyaan: “Apakah kelas adalah subjek yang homogen?”;

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.