
Hegel yang Materialis Dialektis
Muhammad Ridha, anggota Partai Rakyat Pekerja (PRP) Judul Buku: Less Than Nothing: Hegel and The Shadow of Dialectical Materialism Penulis: Slavoj Zizek Penerbit: Verso

Muhammad Ridha, anggota Partai Rakyat Pekerja (PRP) Judul Buku: Less Than Nothing: Hegel and The Shadow of Dialectical Materialism Penulis: Slavoj Zizek Penerbit: Verso

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) APAKAH Anda pernah merasa jijik ketika membayangkan pekerja seks (umumnya perempuan), waria (LGBTQ), “Cina”, “Gerwani”, “PKI”, “GAM”, “OPM”, petani
JOHN lihai bernyanyi sejak belia. Ia ingat sebuah kisah yang kerap diulang oleh ayahnya: saat umur tiga tahun, John kecil naik ke sebuah drum minyak tanah di warung tetangganya. Ia pun menyanyikan dengan lantang lagu Guantanamera, sebuah lagu rakyat dari Kuba yang termahsyur. Lagu itu, artinya Gadis dari Guantanamo, merupakan gubahan puisi seorang penyair kiri asal Kuba, Jose Marti, yang kemudian dipopulerkan dalam banyak versi dan penyanyi. Di Amerika, tahun 1960-an sempat melejit lewat suara Pete Seeger dan Joan Baez.
Meski belum fasih melafalkan liriknya, apalagi memahami artinya, John kecil bernyanyi dengan intonasi tepat. Suaranya bagus. Orang-orang takjub. Sejak itulah, sang ayah mengakui bahwa John pintar menyanyi.
Tahun 1989, lahir Keluarga Mahasiswa UGM (KM-UGM) yang menjadi simpul pengorganisiran di berbagai kampus. John terpilih sebagai ketua. Rupanya ada bakat lain dari John selain bernyanyi, yakni kemampuan membangun organisasi. Ia piawai melobi dan menyakinkan banyak kalangan.

Begitu ekonomi politik industri minyak benar-benar dibedah, penjelasan “ini semua tentang minyak” mulai kelihatan rapuh.
Menggali Marx Menghadapi kondisi tersebut, alternatifnya bagi saya sederhana. Sederhana bukan berarti yang paling benar. Menurut saya, kembali saja ke awal: bagaimana analisis kelas itu

PADA tanggal 16 Januari 2020, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, mengeluarkan pernyataan berdasar fatwa MUI Kota Bandung tertanggal 15 Januari 2020,
KRISIS finansial yang mendera Amerika Serikat dan berbagai belahan negara, baru saja mereda. Sebuah gejala yang sering disebut sebagai ekonomi gelembung (buble economy) itu telah

KAMPUS, idealnya, merupakan tempat berkembangnya segala bentuk pengetahuan. Diskusi-diskusi kecil di sudut kampus, di dalam ruang kuliah, bahkan di kantin menjadi tempat dimana gagasan diadu

SEBAGIAN besar orang mengira fasisme sebagai sesuatu yang berada di luar dirinya dan hanya sekedar menjadi cerita milik bangsa Italia, Jerman, Spanyol dan Jepang saja.
Menghadirkan Gagasan Hadji Misbach di Zaman Neoliberal Latar belakang dan konteks HADJI MOHAMMAD MISBACH, salah satu generasi yang menuntut Indonesia merdeka dari kekejian kapitalisme. Bergerak

BELAKANGAN ini, sebagian dari kita berkata bahwa relawan tidak memiliki basis kelas yang jelas. Isinya adalah percampuran antara kelas pekerja, kelas menengah dan kelas pemodal.

Proyeksi kondisi hukum paling kuat di bawah rezim Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan adalah menguatnya negara hukum otoritarian.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.