
Hutan Adat dan Narasinya Yang Tak Pernah Selesai
Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SEJAK kemerdekaan Indonesia, tahun-tahun kebahagian yang dinantikan masyarakat hukum adat untuk dapat menikmati hak terhadap tanah dan hutan adatnya

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SEJAK kemerdekaan Indonesia, tahun-tahun kebahagian yang dinantikan masyarakat hukum adat untuk dapat menikmati hak terhadap tanah dan hutan adatnya

Perebutan ruang kota, sebagai ruang hidup bagi rakyat miskin, memang merupakan lakon utama dalam proses pembangunan kota. Meningkatnya intensitas penetrasi kapital ke dalam ruang-ruang publik, termasuk yang ada di dalam kota, menjadi faktor utama di era MP3EI (Master Plan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Pembangunan infrastruktur (termasuk jalan, dll.) demi memuluskan investasi menjadi prioritas dalam MP3EI. Hal ini tentu berkonsekuensi langsung pada perebutan ruang, termasuk ruang kota. Baru-baru ini, misalnya, saya ikut terlibat aktif dalam advokasi penggusuran paksa para pedagang stasiun Jabodetabek yang dilancarkan oleh PT KAI dalam rangka privatisasi transportasi publik demi kelancaran proyek MP3EI. Perebutan ruang nampak jelas di sana. Paradigma pembangunan ala Orde Baru Soeharto, nampaknya masih menjadi satu-satunya paradigma hingga saat ini, termasuk dalam hal penataan ruang kota.

Kredit foto: AUC Press NOVEL pada dasarnya adalah karya sastra yang merupakan cerminan dari sebuah realitas kehidupan sosial pada masyarakat. Sastra secara mendasar telah

Eliezer Jan Bonay di rumahnya di Kota Wijhe, 31 Desember 1988. Kredit foto: John Rumbiak/ Suara Papua Nomor 5, Maret/April 1990/dokumentasi Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda

Sketsa karya Ellya Alexander Tebay (2011) AKHIR Oktober 2011, saat itu Kota Timika masih berkecamuk demonstrasi pegawai PT Freeport Indonesia. Rentetan penembakan tidak juga

Beberapa tumbuhan mampu bertahan dalam jangka waktu ratusan ribu tahun. Sementara serikat dan gerakan buruh sering kali pasang surut dan sulit untuk bertahan. Lantas, adakah yang bisa dipelajari dari tumbuhan?

ARTIKEL Made Supriatma, Hipokrisi Kelas Menengah, kembali menguak perhatian kita perihal status kelas menengah Indonesia. Made secara jenaka mengungkap kemunafikan ‘kelas menengah’ Indonesia yang lebih

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) ..kalau pemuda sudah berumur 21, 22 sama sekali tak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa…pemuda yang
SALAH satu warisan penting dari Pemilu 2009, adalah sentimen anti-neoliberalisme yang mewabah. Hingga saat ini, kesadaran anti-neoliberalisme ini tak bisa lagi dipukul mundur. Kasus bailout Bank Century, misalnya, dipandang tidak lagi sekadar perilaku buruk pejabat publik yang menyalahgunakan kekuasaannya, tapi sebagai konsekuensi dari dianutnya kebijakan neoliberal oleh penyelenggara negara dan otoritas keuangan nasional.
Tetapi, kalau kita perhatikan lebih serius, ada hal yang mesti didiskusikan secara serius dari kritik atas neoliberalisme tersebut. Ajakan untuk mendiskusikan kritik itu secara serius bukan karena kritik tersebut keliru,tapi lebih pada konsekuensinya terhadap pembangunan gerakan progresif di Indonesia.

Muhammad Ridha, anggota Partai Rakyat Pekerja (PRP) Judul Buku: Less Than Nothing: Hegel and The Shadow of Dialectical Materialism Penulis: Slavoj Zizek Penerbit: Verso

KITA TENTU TAK BISA LUPA, beberapa tahun belakangan, membicarakan perasaan pribadi kita secara publik atau membuka masalah-masalah privat di ruang publik merupakan hal yang janggal

Filep Karma memang telah meninggal dunia, tapi kisahnya akan terus menginspirasi orang-orang untuk tidak lelah memperjuangkan kemerdekaan Papua
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.