Antipati Terhadap Realisme Dalam Film Sang Penari
Resensi Film FILM SANG PENARI arahan sutradara muda Ifa Isfansyah, kiranya patut diperhitungkan sebagai fenomena industri film Indonesia, yang berani mengambil tema cinta dengan bingkai
Resensi Film FILM SANG PENARI arahan sutradara muda Ifa Isfansyah, kiranya patut diperhitungkan sebagai fenomena industri film Indonesia, yang berani mengambil tema cinta dengan bingkai
Ini versi Divakaruni, bukan Vyasa. Setelah perang usai, Kurawa tumpas. Pandawa meninggalkan medan pertempuran Kurusetra. Ini perang yang berakhir dengan lara: ‘Sesudah perang, pembakaran mayat.

Kredit ilustrasi: Improve Digital MELALUI tulisan ini, saya hendak mengawali eksposisi berseri tentang Pengakuan Iman Rasuli (The Apostles’ Creed). Pembaca yang akrab dengan tradisi

PEMBUNUHAN empat tahanan pada 23 Maret 2013 di Penjara Sipil Cebongan, Yogyakarta, serta penyelidikan dan pengadilan yang terjadi sesudahnya, telah kembali menempatkan kesatuan Kopassus dalam

Krisis air terus saja terjadi di Kupang, NTT, apalagi di musim kemarau seperti sekarang. Hak atas air tidak dipenuhi pemerintah. Warga menanggung semuanya sendiri.

‘SETIAP manusia, secara kodrati, ingin tahu,’ tulis Aristoteles dalam risalah Metafisika. Keingintahuan merupakan kodrat manusia sebagai spesies biologis yang mengembangkan nalarnya guna menghadapi kondisi eksternal

Kredit ilustrasi: Philosophers for Change (Sebuah Prolegomena) KOMUNISME merupakan ideologi yang paling banyak disalahpahami ketimbang dimengerti. Ia dinyatakan usang, namun buktinya masih relevan

Indonesia memiliki beragam masalah kompleks yang sudah struktural hingga sulit untuk dibenahi. Segala keindahan yang ada di Indonesia seperti terbenam oleh kebobrokan tingkah polah manusia yang mengelola negara ini.

Pada era penjarakan fisik yang akan berlaku sampai entah kapan ini, sosialisme datakratis adalah tatanan politik yang mungkin diimajinasikan hari ini.

PADA masa krisis kapitalisme global, Bloomberg, sebuah media korporat besar yang memfokuskan pada isu-isu ekonomi, sempat mengeluarkan sebuah artikel pada 2011 yang berjudul, ‘Give Karl Marx a Chance to Save Global Economy’ (Berikan Karl Marx Kesempatan untuk Menyelamatkan Ekonomi Global). Inti argumen dari artikel tersebut sangat sederhana, pandangan Marx mengenai kapitalisme sangat relevan dalam kondisi krisis kapitalisme sekarang. Bahkan secara implisit artikel tersebut hendak mengatakan kepada kita, alih-alih meninggalkan Marx karena prediksinya yang gagal mengenai kemunculan komunisme, kita harus kembali ke proyek awal Marx mengenai kritik ekonomi politik kapitalisme itu sendiri. Suatu hal yang setidaknya harus diajukan kembali dalam problem pengetahuan kita sekarang ini.

Kredit ilustrasi: https://comicvine.gamespot.com DENGAN mundurnya AS dari Trans-Pacific Partnership (TPP) pasca penarikan-diri Trump awal tahun ini, lantas apakah tren dan sekaligus fitur-fitur “mengkhawatirkan” dari

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) AKSI MASSA pada 4 November lalu, telah menarik minat para akademisi dan aktivis untuk memahaminya secara lebih sistematis. Dalam
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.