Bisnis Pahit Kelapa Sawit (1)
Kasus Sumatera Utara Pengantar SUMATERA UTARA (Sumut), memang tepat menjadi tuan rumah konferensi alternatif peringatan seabad introduksi kelapa sawit (Elaeis Guineensis) dari Ghana, Afrika Barat.
Kasus Sumatera Utara Pengantar SUMATERA UTARA (Sumut), memang tepat menjadi tuan rumah konferensi alternatif peringatan seabad introduksi kelapa sawit (Elaeis Guineensis) dari Ghana, Afrika Barat.
…dari bagian I Resensi Buku: Judul Buku : Materialisme Dialektis: Kajian Tentang Marxisme dan Filsafat Kontemporer Penulis : Martin Suryajaya Penerbit : Resist Book, Yogyakarta Tahun : 2012 Halaman

Kredit foto: KUMBANEWS.COM KERUSUHAN 21-22 Mei 2019 bermula di Jalan Thamrin, di seberang gedung Bawaslu dan di Tanah Abang, Jakarta. Remaja pemrotes berkumpul di Thamrin

Ariel Heryanto, Professor The School of Culture, History and Language Australian National University Judul Buku: Semua untuk Hindia Penulis: Iksaka Banu Penerbit: Kepustakaan Populer

Proyek eco city di Rempang, Batam, adalah bentuk akumulasi melalui perampasan yang menyebabkan penyingkiran moda penghidupan warga. Megaproyek ini ditopang oleh kebijakan, instrumen kekerasan, maupun pengondisian elite-elite lokal.

SALAH satu kata-kata mutiara yang paling sering dikutip dari Marx adalah “agama adalah candu rakyat”. Sewaktu mendengar kalimat itu pertama kali, saya belum terlalu mengerti

Tidak ada alasan yang cukup untuk menyatakan bahwa Demokrasi Terpimpin Sukarno adalah rezim bonapartis. Lantas, apa corak pemerintahannya kala itu?

Foto: Wahyu Eka Setyawan SEJARAH panjang perjuangan warga Pakel dalam menuntut hak atas tanahnya menunjukkan bagaimana bayangan mengenai kehidupan di negeri yang merdeka ternyata jauh

ADA dua hal yang bagi saya menjadikan penelaahan kembali atas tesis Max Weber yang sudah beredar selama lebih dari seabad ini penting.[1] Pertama, resepsi luas

“Minimnya anggaran perlindungan sosial di era pandemi tentu menjadi konsekuensi logis mengingat ia hanya menjadi “pemanis” untuk menekan munculnya perlawanan massa terhadap rezim.”

Aktivitas gerakan sosial berpotensi mengalami pergeseran dari mobilisasi politik menuju manajemen proyek. Relasi dengan masyarakat tidak lagi terutama dibangun melalui organisasi massa atau solidaritas kolektif, tetapi melalui kegiatan pelatihan, workshop, atau program advokasi yang bersifat episodik.

APA JADINYA bila seorang libertarian-kiri dihadapkan dengan libertarian-kanan? Apakah keduanya akan berdebat secara brutal, atau malah saling memuji satu sama lain? Resensi komparatif ini berangkat dari rasa penasaran itu. Kita akan mengkaji isi pemikiran Robert Nozick dalam karya seminalnya, Anarchy, State, and Utopia (selanjutnya disingkat ASU) dalam perbandingannya dengan pemikiran Jacques Rancière dalam The Philosopher and His Poor (selanjutnya disingkat PHP). Nozick adalah seorang libertarian-kanan yang melegitimasi secara filosofis argumen-argumen Ludwig von Mises, Friedrich Hayek, Murray Rothbard dan kawan-kawannya. Sementara Rancière adalah seorang mantan Althusserian yang berpaling ke anarkisme keperancis-perancisan. Kita akan lihat sejauh mana keduanya berbeda (dalam kata) dan sejauh mana keduanya bersaudara (dalam roh).
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.