
Monyet Ingin Menjadi Manusia: Memperjuangkan Kewargaan
Kredit gambar: Mikael Kudiai CATATLAH ini sebagai perjuangan luhur: Monyet ingin menjadi manusia. Namun sekeras usaha yang dilakukan, monyet tidak benar-benar seharkat dengan manusia. Monyet

Kredit gambar: Mikael Kudiai CATATLAH ini sebagai perjuangan luhur: Monyet ingin menjadi manusia. Namun sekeras usaha yang dilakukan, monyet tidak benar-benar seharkat dengan manusia. Monyet

Kiri Internasional harus menunjukkan solidaritas dan empati yang penuh serta tanpa syarat terhadap pemberontakan ini. Tentu saja, solidaritas semacam itu tidak menutup ruang bagi kritik.

Kredit foto: The Gifts – blogger SETIAP kali perayaan keagamaan dilangsungkan, Natal, misalnya, ruang publik kita akan segera dijejali dengan aneka iklan perusahaan swasta

Sembari melawan di dalam negeri, orang-orang Maori juga melihat ke sekitar, menemukan orang Papua sebagai subyek jajahan, dan karena itu menjulurkan lengan solidaritas.
Bila boleh diresume dalam beberapa paragraf saja–meskipun hal ini perlu diuji dengan referensi tekstual yang ketat atas konstelasi teks-teks Marx sendiri–visi kritik (atau lebih tepatnya, ‘metakritik’) dalam kritik agama Marx adalah eksteriorisasi dan depersonalisasi agama ini, yaitu dorongan untuk menunjukkan bahwa agama adalah suatu fenomena eksternal yang objektif, yang melampaui gambaran agama sebagaimana diyakini oleh individu-individu pemeluk agama itu sendiri. Bahwa agama, dengan kata lain, bukan sebagaimana yang ‘aku’ atau ‘engkau’ yakini, tetapi adalah yang ‘kita’ dan ‘mereka’ lakukan, sebagai suatu fenomena sosial yang objektif, yang dapat diamati, sebagai rangkaian praktik yang membentuk suatu ‘totalitas’ bernama agama. Agama sebagai fenomena eksternal yang objektif ini–terlepas dari framing akademis yang dilakukan sesudahnya oleh sosiologi agama–menerjemahkan visi Marx, yang merentang dari teks Pendahuluan Kontribusi bagi Kritik Filsafat Hak Hegel sampai Ideologi Jerman, tentang perlunya memperlihatkan, terutama bagi pemeluk agama, sifat keduniaan dari agama: bahwa agama, begitu menjadi fenomena sosial–terlepas dari asal-usul keilahian atau profetiknya, yang nyaris tidak pernah disinggung Marx–mesti diperlakukan sebagai suatu kenyataan sosial yang sama objektif dan dapat diamati sebagaimana fenomena-fenomena sosial yang lain.

Antonio Gramsci dan Analisa Kelas PADA 22 Januari lalu, kalangan kiri sedunia merayakan hari lahir salah satu pemikir-cum aktivisnya yang paling terkemuka, Antonio Gramsci.

Alih-alih memperkuat barisan oposisi, pernyataan makar SM justru memecah-belah dan memperlemah posisi tawar kelompok kritis.

Keajaiban teknologi sekarang sangat terkonsentrasi di tangan segelintir orang dan perusahaan. Alat-alat seperti ini–betapa pun ajaibnya–akan menjadi musuh kita. Mencari alternatif dari jalur dominan pengembangan teknis merupakan hal yang mendesak.

Kunci kemenangan Soviet di berbagai gelanggang: pelatihan yang sistematis, terencana, efektif, dan ilmiah

Berangkat dari pemikiran mereka, dan terutama dari Mad World, kita punya seruan akhir yang jelas, yakni memperjuangkan penyediaan dukungan kesehatan mental yang gratis, nonhierarkis, mudah diakses, dan dikendalikan oleh komunitas.

Ilustrasi: Financial Times SEBAGAI negara yang tengah menjadi kekuatan global baru, Cina sering dianggap sebagai kekuatan baru yang akan menggantikan hegemoni Amerika Serikat yang tengah
PERMAINAN video (video game) adalah sistem permainan dengan media video melalui interaksi berbasis antarmuka pengguna (user interface). Dewasa ini, muncul perdebatan tentang permainan video yang
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.