
Yang Luput Dibicarakan dalam Penyingkiran Masyarakat Adat Pubabu-Besipae
Ada kapitalisme di balik penyingkiran dan eksklusi masyarakat adat Pubabu-Besipae. Juga narasi hegemonik dari penguasa yang mencoba menormalisasi atas nama “pembangunan”.

Ada kapitalisme di balik penyingkiran dan eksklusi masyarakat adat Pubabu-Besipae. Juga narasi hegemonik dari penguasa yang mencoba menormalisasi atas nama “pembangunan”.

Daya Sudrajat, alumni S1 Ilmu Politik Universitas Indonesia. Judul : Di Bawah Tiga Bendera Penulis : Benedict Anderson Penerjemah : Ronny Agustinus Penerbit :

Undang-undang apakah yang kalian praktekkan? Tuan jaksa jawab tuan jaksa Undang-undang mana bikinan siapa Yang mengijinkan pejabat negara Menganiaya rakyat Dan menginjak hak-haknya Tuan jaksa

“Aku tundukan kepala yang sedalam-dalamnya untuk para Martir, pejuang Pro-demokrasi, pejuang anti kediktatoran Orba baik yang dikenal maupun yang sama sekali tidak dikenal oleh publik,

Dengan makin diperkuatnya TAP MPRS No. XXV/1966 menjadi hukum positif, mereka yang mengambil posisi berlawanan dengan opini Romo terancam dipersekusi oleh negara dan kelompok-kelompok yang mendaku anti-komunis.

Kontrol negara atas tanah dan sumber daya alam tidak dapat dipahami sepenuhnya sebagai residu kolonialisme. Dalam konfigurasi ekonomi-politik saat ini, hukum yang menopang kontrol negara tersebut kerap berfungsi untuk melayani jaringan oligarki lokal dan nasional.
Coen Husain Pontoh, Mahasiswa Ilmu Politik di City University of New York (CUNY) ARTIKEL singkat ini terinspirasi dari link yang ditautkan oleh kawan baik saya,

ENTAH ulamnya tiba atau tidak, pembaca pasti pernah mencintai pucuk. Syukur kalau pucuk dicinta ulam pun tiba. Kalaupun tidak, pernah mengalaminya saja bisa jadi suatu
Tak bisa dimungkiri, apa pun yang (dianggap) berbau peristiwa ’65, alias Gestok atau Gestapu (G30S/PKI), akan menjadi masalah yang seksi. Penyebabnya adalah adanya selubung ketabuan yang mirip jargon bahasa dangdut koplo, “bukak sithik jos!”, bukannya “bukak akeh jos!”. Dengan kata lain, menutupi sedikit dan membuka sedikit. Ketabuan justru membuat siapapun semakin berhasrat membicarakannya. Misalnya, di ranah sastra, puluhan karya yang mengungkit berbagai kejadian seputar 1965 serta serentetan kejadian terkait seperti penangkapan, pembantaian, dan penyingkiran struktural siapapun yang dianggap “PKI”, terus bermunculan. Semakin Orba secara struktural mencoba menutupi kejadian-kejadian pasca-Gestapu, semakin banyak penulis tergoda untuk menggalinya.

Mempelajari studi HI adalah belajar tentang kontestasi ragam kekuatan politik yang selalu bertarung untuk mendefinisikan realitas politik internasional hari ini. Pun, sebagian dari realitas itu juga menentukan apa yang kita alami di Indonesia hari ini.

Kredit gambar: Mikael Kudiai CATATLAH ini sebagai perjuangan luhur: Monyet ingin menjadi manusia. Namun sekeras usaha yang dilakukan, monyet tidak benar-benar seharkat dengan manusia. Monyet

Kredit foto: The Gifts – blogger SETIAP kali perayaan keagamaan dilangsungkan, Natal, misalnya, ruang publik kita akan segera dijejali dengan aneka iklan perusahaan swasta
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.