
Merefleksikan Pancasila sebagai Produk Politik
Kredit ilustrasi: http://erwinyassin.deviantart.com Tanggapan Untuk Muhammad Unies Anada Raja dan Mastono SAYA senang melihat Muhammad Unies Ananda Raja dan Mastono berdebat tentang semangat zaman

Kredit ilustrasi: http://erwinyassin.deviantart.com Tanggapan Untuk Muhammad Unies Anada Raja dan Mastono SAYA senang melihat Muhammad Unies Ananda Raja dan Mastono berdebat tentang semangat zaman

Kredit ilustrasi: Philosophers for Change (Sebuah Prolegomena) KOMUNISME merupakan ideologi yang paling banyak disalahpahami ketimbang dimengerti. Ia dinyatakan usang, namun buktinya masih relevan

Kandidat kiri Gustavo Petro menang pemilu di negara paling reaksioner di Amerika Latin. Apa saja tantangannya?

Teori Marx yang kerap diaplikasikan untuk membaca relasi antara produksi artistik—dalam konteks ini seni—dengan produksi material—dalam konteks ini ekonomi—adalah teorinya tentang struktur masyarakat. Dalam teori tersebut, Marx melihat bahwa dalam sebuah masyarakat terdapat dua buah struktur, yakni ‘struktur atas’ atau suprastruktur dan ‘struktur bawah’ atau basis. Suprastruktur secara umum terdiri dari entitas kesadaran, sedangkan basis struktur secara umum terdiri dari entitas material. Lebih lanjut, seni—seperti halnya hukum, ilmu, politik, filsafat, ideologi—merupakan bagian dari entitas kesadaran atau suprastruktur, sedangkan ekonomi merupakan bagian dari entitas materi atau basis struktur.

MENJADI buruh kontrak dan buruh outsourcing/alih daya, seolah merupakan kewajaran yang tak dapat ditolak rakyat pekerja akhir-akhir ini. Itu, misalnya, tampak pada meningkatnya sistem kerja kontrak dan outsourcing menjadi sistem kerja wajib yang diterapkan oleh hampir semua perusahaan di Indonesia. Dalam data statistik yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terlihat bahwa jumlah tenaga kerja setengah pengangguran, yaitu mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap, selalu mengalami peningkatan selama enam tahun terkahir. LIPI mencatat, pada tahun 2005, tenaga kerja setengah pengangguran berjumlah 28,64 juta jiwa. Namun, pada tahun 2010, jumlahnya meningkat menjadi 32,8 juta jiwa. Pada tahun 2011, LIPI memperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi 34,32 juta jiwa. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja atau buruh yang tidak memiliki pekerjaan tetap tidaklah sedikit. Dari data itu juga dapat dilihat bahwa jumlah buruh yang bekerja dengan ketidakpastian pekerjaan tersebut selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Buruh yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu dapat diidentifikasi sebagai buruh kontrak dan atau outsourcing. Artinya, jumlah buruh kontrak dan outsourcing terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, setidaknya sejak tahun 2005.

SAYA akan mengenang Wijaya Herlambang tanpa melankoli. Sebab ia meninggalkan pada kita setumpuk tugas yang masih belum usai, tugas-tugas yang masih perlu dikerjakan. Oleh karena
Resensi Film FILM SANG PENARI arahan sutradara muda Ifa Isfansyah, kiranya patut diperhitungkan sebagai fenomena industri film Indonesia, yang berani mengambil tema cinta dengan bingkai

PADA masa krisis kapitalisme global, Bloomberg, sebuah media korporat besar yang memfokuskan pada isu-isu ekonomi, sempat mengeluarkan sebuah artikel pada 2011 yang berjudul, ‘Give Karl Marx a Chance to Save Global Economy’ (Berikan Karl Marx Kesempatan untuk Menyelamatkan Ekonomi Global). Inti argumen dari artikel tersebut sangat sederhana, pandangan Marx mengenai kapitalisme sangat relevan dalam kondisi krisis kapitalisme sekarang. Bahkan secara implisit artikel tersebut hendak mengatakan kepada kita, alih-alih meninggalkan Marx karena prediksinya yang gagal mengenai kemunculan komunisme, kita harus kembali ke proyek awal Marx mengenai kritik ekonomi politik kapitalisme itu sendiri. Suatu hal yang setidaknya harus diajukan kembali dalam problem pengetahuan kita sekarang ini.

SALAH satu kemajuan gerakan sosial adalah ditunjangnya gerakan tersebut oleh teori-teori yang memadai. Dalam hal ini, tentu saja teori atau gagasan diperoleh salah satunya dari

Jika kelas pekerja ingin juara, belajarlah bukan dari romantisme kemenangan-kemenangan masa lalu dan fafifu wasweswos borjuasi yang sok peduli, namun dari semua kekalahan pedih para pekerja dan kemenangan-kemenangan kapitalisme, lalu bersatu, berorganisasi dan susun strategi.

“Sebegitu murahkah harga keselamatan kita di hadapan para pengurus publik? Ini kenyataannya. Ini tidak bisa diteruskan. Ini bukan soal rakyat bawel dan sebagainya. Kalau kita tempatkan para pegawai kita itu di tempat rentan di sekitar proyek, seperti di Sorik Marapi, barangkali sikap mereka akan berubah.”

Mandat yang diperoleh Jokowi pada masa Pilpres kemarin bisa tergerus jika ia hanya menuruti kehendak para elite yang mengelililinginya.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.