
Keretakan Metabolis di Piyungan: Lika-liku Darurat Sampah di Yogyakarta
Yogyakarta darurat sampah, dan yang menanggungnya —ekonomi hingga kesehatan— adalah warga di lapisan terbawah.

Yogyakarta darurat sampah, dan yang menanggungnya —ekonomi hingga kesehatan— adalah warga di lapisan terbawah.

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) PENGETAHUAN itu politis. Baik dari jalur Michel Foucault dan Georges Canguilhem (tradisi epistemologi kritis Prancis) maupun dari tradisi Sosiologi

Meski saling tergantung, tetap saja tengkulak-lah yang memiliki kendali lebih besar dibanding petani. Bagaimana bentuk ketergantungan ini?

Dalam konteks investasi dan libido pembangunan infrastruktur yang menggusur warga, rezim kerap menggunakan kata ‘relokasi’ atau ‘menggeser’, atau menggunakan ‘untuk kepentingan umum’ yang sebenarnya berarti ‘untuk kepentingan orang-orang kaya dan korporasi.’ Bahkan frasa ini jadi judul salah satu undang-undang, yaitu UU Nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. Eufimisme bahasa juga dipakai setelah menggusur. Tahun lalu, Jokowi mengklaim warga yang digusur akan mendapat ‘ganti untung’ dan meminta media berhenti menggunakan ‘ganti rugi’.

Rancière bukan penganjur penghilangan batas antara benda seni dan benda sehari-hari. Baginya, revolusi estetik adalah peruntuhan konfigurasi sosial yang membagi masyarakat ke dalam sekat-sekat sosial yang hierarkis

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) DALAM sejarah dunia maupun di Indonesia terlihat adanya pola: bangkitnya radikalisasi politik perempuan dan revolusi merupakan satu paket politik

Ausaf Ali Athiyyah, Mahasiswa Sejarah UI dan anggota SEMAR UI Judul Buku: Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an Penulis:
GOENAWAN MOHAMAD, dalam jawabannya atas kritik saya, tidak hanya mengelak dari mempersoalkan inti kritik saya, tetapi juga tak henti-hentinya mempertontonkan kontradiksi-dirinya. Saya akan mulai dari

Kita perlu mengumpulkan keberanian untuk memikirkan ulang bagaimana sistem ekonomi kita bekerja, serta mengubah bagaimana cara kita memandang dan berelasi dengan alam.

Kami akan tumbuh bersama. Poster Wiji Thukul oleh Alit Ambara (Nobodycorp) MUNGKIN tidak banyak mahasiswa atau bahkan dosen ilmu sosial di tanah air yang

Kredit ilustrasi: SlideShare ADA dua poin utama yang akan kita diskusikan untuk menakar kadar progresivitas tarekat, yakni pada level gagasan dan gerakan. Yang pertama,

FILOSOFI paling mendasar di balik pembentukan sebuah ‘Kabinet Kerja’ bahwa situasi dan kondiri negara sedang dalam keadaan DARURAT. Karena itu, menteri-menteri yang dipilih adalah yang
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.