
Agar Gerakan di Kampus Tidak Mampus
Gerakan mahasiswa tidak akan mampus jika beberapa hal dilakukan dengan benar.

Gerakan mahasiswa tidak akan mampus jika beberapa hal dilakukan dengan benar.

Teori – Nasionalisme Sebagai Teknologi Pengaturan Kliping – Partisipasi Nan Gembira Catatan Kawan – Jokowi Sebagai Biang Hipster Karya – Berantas Pelacuran Karya – Terbalut

RIUH rendah partisipasi masyarakat telah jauh surut setelah berakhirnya penghitungan suara resmi KPU akhir Juli lalu. Memang, masih ada proses konstitusional di Mahkamah Konstitusi, terkait
26 DESEMBER 2004. Matahari bersinar dengan terangnya. Hari itu indah sekali, sehingga tak ada yang mengira bencana maha dahsyat bakal melanda. Dan seperti yang telah
PERISTIWA apa yang membuat para elite negeri ini punya alasan untuk menghindar dari tanggung jawabnya? Pembunuhan, pembantaian, pembodohan sistematis, korupsi, aksi main hakim sendiri oleh
Tak jelasnya perlindungan, upaya pemerintah yang minim dalam menyediakan akses pelayanan bagi BMI, tak adanya pengaturan bagi BMI tak berdokumen, dan birokrat-birokrat yang kurang empatik ini akhirnya berakumulasi dan memuncak pada insiden Jeddah. Pemerintah yang tak terbiasa menyediakan pelayanan secara sistematis bagi BMI, akhirnya kelimpungan ketika ribuan BMI tak berdokumen hendak mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk memperjelas statusnya. Pemerintah yang mengandalkan skema pemadam kebakaran—menunggu kasus dulu baru bergerak—merasa telah melakukan yang terbaik dengan menambah staf, relawan, dan loket untuk melayani pengurusan SPLP. Padahal kenyataannya, tindakan ‘terbaik’ pemerintah ini masih jauh dari akomodatif bagi BMI. Pemerintah hanya membuka loket pengurusan SPLP di Riyadh dan Jeddah, sehingga loket di dua kota ini dipadati BMI dari Makkah, Madinah, Taif, Khamis, Musaid, Najran, Baha, Tabuk dan Jizan. Saat terdapat ribuan BMI mengantre di kantor KJRI untuk mengurus dokumen pemutihan izin tinggal, KJRI malah tutup dan tidak melayani pengurusan dokumen, dengan alasan sedang memproses dokumen yang sudah masuk. Hal ini membuat para BMI khawatir tidak dapat memanfaatkan masa amnesti yang diberikan pemerintah Saudi yang tinggal 23 hari lagi (VOA Indonesia, 2013).

Karya – Umbrella Movement: Ketika Pelajar Hong Kong Bergerak Menuntut Demokrasi di Jalanan Catatan Kawan – Hai Ogawa Liputan – Agam Wispi: Tentang Menjadi Eksil, Puisi

Tanggapan Untuk Angga Septiano DALAM tulisannya di Qureta.com berjudul “Kasus Pemerkosaan dan Peliknya Cara Berpikir Masyarakat”, Angga membahas perihal kasus pemerkosaan yang menimpa Yuyun

Dalam menghadapi kapitalisme ekstraktif, kita perlusuatu bentuk organisasi perlawanan yang memiliki struktur yang jelas, terkelola dengan baik, memiliki kepemimpinan yang solid, serta berjalan secara demokratis.
DUA hari setelah perayaan kemerdekan 17 Agustus, sang Dwi Warna masih berkibar di banyak tempat. Atmosfir peringatan masih terasa. Di tiap pojok gang dan ujung
Let’s Jazz Together? SOAL bagaimana menciptakan orkestrasi yang asyik di tengah kemandegan dan fragmentasi gerakan sosial, kok saya beberapa waktu lalu dapat inspirasi dari musik
CERITA PENDEK “Aha, Sobat. Ada yang mengganggu ketenangan kita rupanya.” “Ini perkara serius. Permintaannya sungguh terasa menarik-narik. Panggilannya seakan-akan nirtolak. Baiklah. Mungkin kita harus sekali
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.