Nunca Mas Indonesia?
Laporan Tim Ad Hoc Penghilangan Paksa Setelah selesai melakukan penyelidikan atas berbagai kasus pelanggaran berat HAM seperti kasus Timor Timur, Tanjung Priok, Abepura, Wamena, Trisakti
Laporan Tim Ad Hoc Penghilangan Paksa Setelah selesai melakukan penyelidikan atas berbagai kasus pelanggaran berat HAM seperti kasus Timor Timur, Tanjung Priok, Abepura, Wamena, Trisakti
Memanfaatkan Momentum May Day Untuk Membangun Opini Publik Hari itu, May Day 1993, suara alto yang keras memenuhi Union Square di New York, “Bangkitlah, hai

UNTUK memahami secara utuh proyek Anggaran Partisipatif, yang diusung oleh Partai Buruh Brazil, walaupun ringkas, kita mesti menengok kondisi ekonomi-politik Brazil keseluruhan. Tanpa penelaahan terhadapnya,
DI tengah-tengah geger kasus bailout Bank Century, tiba-tiba publik dikejutkan oleh keputusan dungu Kejaksaan Agung (Kejakgung), yang melarang peredaran atas lima buku. Tindakan, Kejakgung ini
Jurnalisme dan Perjuangan menuju Sosialisme BAGI mereka yang percaya bahwa media massa haruslah sejalan dengan nafsu kapitalisme modern, hendaklah menengok Charles Anderson Dana. Dana memimpin

Alih-alih mempersoalkan kekurangan gerakan rimpang, lebih baik kita memikirkan cara-cara untuk memastikan agar muara dari segala model gerakan justru menjadi gerakan politik transformatif.

Tulisan ini menelusuri bekas-bekas aset pendidikan Tionghoa yang terafiliasi dengan organisasi kiri di Cirebon, lalu berubah bentuk dan fungsi pasca-kekerasan anti-komunis 1965-1966.

Daftar Isi: Marx dan Pendidikan bagi Kaum Buruh Lokalisasi Kekuasaan di Indonesia: Kegagalan Agenda Neoliberal dan Transformasi Oligarki TIDAK dapat dielakkan, dalam konflik antara
[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/129642983″ params=”color=ff6600&auto_play=false&show_artwork=true” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]
Forum Pembaca IndoPROGRESS yang pertama ini menyoal tentang Nasionalisme.

SETELAH didera pelemahan selama berbulan-bulan, dan sempat mendekati level 15000 per USD, nilai tukar rupiah secara perlahan-lahan mengalami pemulihan. Meskipun belum kembali ke posisinya semula
Dengan penerapan kebijakan neoliberal yang pesat, dalam waktu singkat ekonomi Turki bertumbuh pesat. Kelompok-kelompok seperti MUSIAD dan TUSIAD merupakan penerima terbesar dari berkah ekonomi ini. Sementara mayoritas rakyat masih berkutat dalam kemiskinan. Sebagai contoh, pada akhir tahun 2007, tingkat pengangguran di Turki mencapai 20 persen, dan sejak 2003, 3,5 juta petani dan keluarganya jatuh bangkrut dan kemudian memutuskan untuk migrasi ke kota kecil dan kota besar. Di lain pihak, untuk menjaga basis dukungan dari kelompok masyarakat bawah dan serikat buruh, pemerintahan AKP memberlakukan kebijakan sosial yang bertujuan mendistribusikan berkah kemakmuran tersebut. Untuk waktu tertentu, kebijakan ini berlangsung sukses yang dibuktikan dengan hasil pemilu yang menempatkan AKP sebagai juara dengan perolehan suara mayoritas.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.