1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 236

Paling Sering Dibaca

Negara dan ‘Perdagangan Bebas’

GLOBALISASI adalah ‘akhir dari negara bangsa’. Demikian kredo neoliberalisme dalam melukiskan nasib negara dalam rejim perdagangan bebas. Steger (2002) menamakan ideologi tersebut sebagai ‘globalisme’, sementara

Antara Pilpres dan Jemaah Islamiyah

PERNYATAAN SBY menanggapi serangan barbar di Jakarta (17/8/2009) dinilai akan ikut menyuburkan spekulasi bahwa peledakan bom terkait rangkaian kekerasan seusai pilpres. Teror-teror yang terjadi, termasuk

RUU Permusikan: Mau Ke Mana Musik Indonesia?

Kredit foto: Alinea.ID     DRAF Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang telah tersebar, menimbulkan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari, terutama, para musisi. Rancangan tersebut dirasa

Sinyal Negatif Dari Penurunan Inflasi

AKHIR dan awal bulan, lumrahnya pusat-pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional akan dibanjiri ibu-ibu yang berbelanja bulanan untuk stok kebutuhan rumah tangga. Namun tidak pada awal

Negara Parasit dan Kita Yang Terjepit

MAJELIS Hakim PTUN Semarang kalahkan gugatan warga Rembang dengan alasan sederhana: gugatan kadaluarsa karena diajukan lebih dari 90 hari. Siti Zaenab dan Karni binti Medi

Muslim ‘Demokrat’ yang tunduk kepada Oligarki?

Tentu saya mengapresiasi komitmen berbagai kalangan kaum Muslim Demokrat Indonesia atas agenda-agenda politik progresifnya, seperti pembelaan terhadap kelompok minoritas keagamaan dan isu-isu sosial dan politik yang mendesak. Namun, menurut saya, mereka telah gagal dalam menganalisa permasalahan yang lebih besar dari berbagai permasalahan yang terkait dengan diskursus keagamaan di Indonesia, serta dalam memperjuangkan agenda demokrasi yang lebih luas, mendalam dan partisipatoris. Fenomena munculnya kelompok-kelompok vigilantis yang bernuansa kegamaan dan etnis, misalnya, tidak dapat disimplifikasi menjadi sekedar masalah ‘fundamentalisme versus moderatisme dan liberalisme Islam.’ Kita perlu melihat bagaimana sejarah dari berbagai kelompok tersebut, dampak transisi politik dari otoritarianisme menuju demokrasi, serta perubahan pola politik kuasa dan patronase, serta aliran dana yang memungkinkan kelompok-kelompok tersebut terus aktif.

Merefleksikan Gerakan 21 Mei

TAK lama lagi, kita akan bertemu dengan tanggal 21 Mei. Pada tanggal itu, 12 tahun lalu, gerakan massa besar-besaran yang bertemu dengan momentum krisis ekonomi,

Sosial Media

[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/134619975″ params=”color=ff5500&auto_play=false&hide_related=false&show_artwork=true” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.