1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 234

Paling Sering Dibaca

Saya Ingin Pulang

Kisah Pengungsi Ahmadiyah Yang Merindu Keluarga ‘SAYA INGIN PULANG. Bagaimana caranya?’ Itu kalimat pertama yang menyambut saya ketika bertemu Sutarno bin Mattori, akrab dipangil Tarno,

Ikhwan dan Intelektual dalam Tsunami Politik Mesir

PADA akhirnya, Mubarak jatuh pada Februari tahun 2011.

Namun, para ‘intelektual’ yang berada di ikatan profesional tersebut lambat laun mulai menghadapi konflik yang tak perlu: perseteruan dengan ‘orang-orang saleh’ di tanzim. Konflik pertama kali mengemuka di tahun 1996, antara Abul ‘Ala Madi, tokoh Ikatan Insinyur yang terkenal, dengan petinggi Ikhwan Ma’mun al-Hudaybi (waktu itu masih belum menjadi Mursyid ‘Am). Hasilnya, lahirlah Partai Wasat. Tahun 2011, konflik serupa juga terjadi antara Abul Futuh dan Maktab Irsyad. Juga antara anak-anak muda 6 April dengan Khairat al-Shater.

Konflik ini berbuah pahit: mereka yang menentang Jama’ah, dipersilakan meninggalkan Ikhwan.

Negara dan ‘Perdagangan Bebas’

GLOBALISASI adalah ‘akhir dari negara bangsa’. Demikian kredo neoliberalisme dalam melukiskan nasib negara dalam rejim perdagangan bebas. Steger (2002) menamakan ideologi tersebut sebagai ‘globalisme’, sementara

Negara dan Kebijakan Industri

PERNYATAAN mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang dimuat Pembaruan (13 Maret), perihal ketiadaan konsep pemerintah dalam bidang industri, sungguh tepat dalam menggambarkan situasi saat ini. Belum

Perlunya Memaknai Kembali Konsep Negara

Tambahan untuk Coen Husain Pontoh MELANJUTKAN kritik Coen tentang peran negara dalam “Masih Efektifkah Negara Budiman?” di blog ini (lihat di sini), saya ingin turut

Bank Selatan dan Solidaritas Bolivarian

Kredit foto: cambiopolitico.com   SEPTEMBER 2006. Havana, ibukota Kuba, tampak sibuk dari biasanya. Setiap pagi, bunyi sirene mobil polisi meraung-raung di jalanan kota. Saat itu,

Haruskah Mengejar Persatuan Kiri Lebih Dahulu?

Tanggapan Terhadap Zely Ariane MEMBACA artikel yang ditulis Zely Ariane, berjudul “Mengapa Kiri Tidak Bersatu Saja” (di sini, kita seperti sedang terbuai dalam “petuah” dewa

NKRI Harga Korporasi

Massa rakyat Papua menduduki Perumnas III, Waena (Foto: Arnold Belau/SP)   LUPAKAN saja Dian Sastro. Dia kurang penting. Ada dua peristiwa besar minggu ini yang

Perlambatan Ekonomi dan Perjuangan Buruh Indonesia

PERLAMBATAN ekonomi Indonesia – dan krisis ekonomi dunia yang tak tampak ujung akhirnya – sudah menunjukkan kejenuhan historis kapitalisme sebagai sebuah sistem ekonomi. Karena posisi ekonominya, yakni sebagai pencipta kekayaan yang sesungguhnya menggerakkan modal, dan posisi politiknya, yakni sebagai satu kekuatan politik yang terorganisir dan sadar, buruh adalah satu-satunya kelas yang bisa menuntun masyarakat ini keluar dari jalan buntu kapitalisme.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.