Menyambut 2014
BAIKLAH, saya mengakui bahwa judul tulisan kali ini terdengar sangat klise dan tidak menarik. Tetapi, saya berharap anda sedikit bersabar, untuk meluangkan waktu sejenak, sekitar
BAIKLAH, saya mengakui bahwa judul tulisan kali ini terdengar sangat klise dan tidak menarik. Tetapi, saya berharap anda sedikit bersabar, untuk meluangkan waktu sejenak, sekitar

MODUS kapitalisme-imperialis yang beroperasi di Indonesia pasca-reformasi telah menciptakan perubahan dalam hal hubungan ketergantungan terhadap alam dan ketidakstabilan mata-pencaharian, khususnya di Luar Jawa. Kita dapat
Tambahan untuk Fahmi Panimbang DALAM artikelnya (lihat di sini), Fahmi Panimbang melontarkan dua gagasan kunci yang menarik untuk didiskusikan lebih lanjut. Pertama, gagasan tentang “negara
ANALISA EKONOMI POLITIK SECARA luas media arus utama nasional dan internasional memberitakan penangkapan Abu Bakar Ba’asyir, amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) oleh Detasemen Khusus (Densus)

Rumput tetangga selalu terlihat jauh lebih hijau. BEBERAPA hari lalu, 23 Maret, Lee Kuan Yew mangkat. Kabar dukanya saya ketahui melalui media sosial, Facebook dan

Gerakan rimpang semestinya menjadi langkah atau taktik awal sebelum melanjutkannya dengan gerakan yang lebih terstruktur, terpimpin, dan terorganisir.

AKSI Pemprov DKI Jakarta melarang motor melintasi jalan protokol tidak datang tiba-tiba. Pada 2007, pernah ada rencana serupa: Jalan M.H. Thamrin sampai Jalan Sudirman terlarang
TULISAN ini adalah pelengkap dari tulisan Prathiwi dan tulisan dari Berto Tukan sebelumnya, tentang bagaimana pendidikan seharusnya berperan dalam memanusiakan manusia. Berto Tukan mengritik tentang pendidikan yang menciptakan manusia-manusia ambtenaar, sedangkan Prathiwi melengkapinya dengan gagasan untuk meneladani apa yang dilakukan di Brazil sana, solidaritas kaum sekolahan dengan Rakyat yang terpinggirkan.
UPDATE (28/8/07): Pandangan terbaru dan cukup sistematis dari Stiglitz tentang Indonesia, silakan lihat link ini: Joseph Stiglitz: Indonesia needs a new agenda (AsiaViews, Edition: 30/IV/August/2007).
Terakhir, siapa yang diuntungkan? Untuk saya, pemberian penghargaan ini kayaknya lebih untuk kepentingan the Apppeal of Conscience Foundation ketimbang untuk presiden Yudhoyono. Seraya dihinggapi banyak teka-teki dalam soal pemberian penghargaan ini, tiba-tiba saya teringat akan cerita Hans Christian Andersen yang berjudul ‘The Emperor’s New Clothes’yang versi bahasa Indonesianya didongengkan kepada saya waktu saya kanak-kanak. Pemberian penghargaan ini setidaknya memungkinkan kita untuk melihat dan mendiskusikan kembali semua track record dari administrasi pemerintahan presiden Yudhoyono. Banyak hal harus dijelaskan kembali oleh Yudhoyono. Dengan menerima penghargaan dari organisasi yang memajukan toleransi, Presiden Yudhoyono akan dipaksa untuk menjelaskan semua track-record-nya. Jika itu dilakukan dengan cara seperti yang ditampilkan oleh pembantunya, Dipo Alam, maka orang akan semakin bertanya. Waktu semakin sempit untuk Pak Presiden.

Kredit ilustrasi:Julien Decaudin BANYAK yang dapat berubah dalam jeda sepuluh tahun belaka. Anda, boleh jadi, tak sama rupawan atau justru lebih rupawan ketimbang dulu. Anda
Di hari-hari ini, terkait respons pemerintah atas kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto, sejumlah kalangan mulai menyebut-nyebut kembali soal people power. Apa dan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.