
Catatan Kecil Sepulang dari Rumah Buya Syafii
Ilustrasi oleh nobodycorp ‘PERASAAN bahaya kiri belum hilang,’ tandas Buya Ahmad Syafii Maarif dengan gayanya yang khas dan blak-blakan. Pernyataan itu disampaikan oleh Buya

Ilustrasi oleh nobodycorp ‘PERASAAN bahaya kiri belum hilang,’ tandas Buya Ahmad Syafii Maarif dengan gayanya yang khas dan blak-blakan. Pernyataan itu disampaikan oleh Buya

TATKALA BRITANIA bersiap-siap meninggalkan Uni Eropa, beberapa politisi Perancis mencium kesempatan emas untuk mengikis habis dominasi bahasa Inggris. Demikian diberitakan oleh harian pagi Amsterdam de Volkskrant

Coen Pontoh dan Sari Safitri Mohan mewawancarai Andreas Harsono (wartawan, aktivis HAM) seputar masalah HAM di Indonesia serta kaitannya dengan Pemilu 2014.

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) SELASA 21 Oktober 2016. Sekelompok mahasiswa dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian ketika akan melakukan demonstrasi damai menyambut dua
BERITA banjir produk dari China masih terus masuk. Yang selalu menjadi pertanyaan adalah ”mengapa” China mampu menghasilkan produk sedemikian banyak, bagus, dan murah. Tulisan ”Memahami ’Sayap’

SABTU, 27 Agustus 1988. Nano Riantiarno mesti menghadapi interogasi di kantor Badan Koordinasi Intelijen Negara selama tiga jam, dari pukul 1 siang hingga 4 sore.

Kredit ilustrasi: Putu Deoris HARI-hari ini, kita dikagetkan oleh himbauan Panglima TNI jenderal Gatot Nurmantyo agar diadakan nonton bareng (nobar) film besutan sutradara
Studi Perayaan Hari Buruh 1946-1947* 1. Pengantar Semenjak runtuhnya Orde Baru di tahun 1998, selama 10 tahun terakhir ini, hari 1 Mei selalu dirayakan dengan

“Sensor merefleksikan dengan sendirinya rasa kurang percaya diri sebuah masyarakat.” Ujaran Hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Potter Stewart itu menunjukkan besaran makna sensor dalam suatu
DELAPAN tahun sudah transisi demokratik berjalan di Indonesia. Tuntutan demi tuntutan demokratik dan kerakyatan sudah dikedepankan dan mampu meruntuhkan simbol-simbol kekuasaan otoritarian yang sebelumnya seperti
Respon Terhadap Airlangga Pribadi TULISAN kawan Airlangga Pribadi yang berjudul Meneruskan Utopia Indonesia merupakan satu kontribusi penting dalam ranah teoritisasi politik kontemporer Indonesia. Ketika banyak

Bagi Zizek, tahun 2011 yang lalu adalah bukti bahwa komunisme adalah sebuah nama untuk perlawanan kemanusiaan kontemporer. Bukan sebagai predikat, namun mengutip filsuf Perancis Alain Badiou, sebagai aspirasi kolektif yang ‘abadi’ tentang kesetaraan, solidaritas dan keadilan. Perlawanan rakyat di semenanjung Arab untuk menggulingkan rezim otoritarian di negaranya masing-masing, gerakan pendudukan Wall Street di AS, hingga parade pemogokan massal rakyat Eropa dalam rangka menentang kebijakan pengetatan anggaran yang dilakukan oleh rezim neoliberal di masing-masing negara, sejatinya bukan tuntutan untuk demokrasi semata. Jika demokrasi adalah nama untuk inklusi seluas-luasnya (bahwa semuanya diakomodasi dalam ruang negosiasi dan konsensus politik), maka lebih dari itu, perlawanan yang terjadi pada tahun 2011 adalah suatu tuntutan umum tentang kebaikan bersama (bonum commune) yang secara sadar mengesklusikan kepentingan yang lain. Artikulasi utama dari perlawanan global 2011 adalah artikulasi kontradiksi, pembagian murni, logika perjuangan kelas antara satu pihak yang berupaya menegasikan yang lain. Kita, massa rakyat 99% melawan mereka elit 1%. Dalam hal inilah komunisme muncul sebagai suatu hal yang aktual sekarang ini.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.