
Presiden Pencabut Nyawa
DALAM Pemilu Presiden 2014 lalu, salah satu alasan kenapa kita tidak memilih calon presiden Prabowo Subianto, karena ia terlibat dalam berbagai kasus pelanggaran HAM di

DALAM Pemilu Presiden 2014 lalu, salah satu alasan kenapa kita tidak memilih calon presiden Prabowo Subianto, karena ia terlibat dalam berbagai kasus pelanggaran HAM di
‘Kita menciptakan uang dan menggunakannya, tapi kita tak bisa memahami hukum-hukumnya dan mengontrol tindakannya. Ia punya hidup sendiri.’ – Lionel Trilling – KRISIS demi krisis
ANALISA EKONOMI POLITIK KONFLIK politik yang terjadi di Thailand, saat ini sedang memasuki masa-masa yang panas membara. Ribuan demonstran yang menamakan dirinya “Kaus Merah,” yang

HARI itu, Senin 15 Februari 2016. Hujan rintik-rintik membasahi Wamena, ibukota kabupaten Jayawijaya. Ribuan orang tak menggubris hujan, mereka memadati halaman seluas lebih kurang 1.000
FUNGSI media kini telah bias. Media tak lagi menyalurkan informasi yang dibutuhkan publik. Sebagaimana yang sering ditegaskan para pakar media, ia lebih mengakomodasi kepentingan-kepentingan elit-elit politik di balik penyajian dan frekuensi pemuatan kontennya, sehingga tidak lagi dapat dipandang sebagai sarana informasi yang sifatnya murni untuk kepentingan publik. Cepat atau lambat, perkembangan informasi saat ini membuat perilaku media semakin politis. Media, singkatnya, berpolitik.
‘Membayangkan dunia tanpa petani/pertanian sama seperti membayangkan hidup tanpa pangan. Demikian pula, membayangkan negara yang abai pada rakyat sama seperti membayangkan negara tanpa kedaulatan. Saat ini, angan-angan (imajinasi) gelap itu justru hendak diwujudkan oleh penyelenggara negara, dengan cara menjadi budak/antek-antek korporasi.’
Demikian bunyi paragraf pertama dari ‘Pernyataan Sikap Kongres Petani Otonom II, Forum Komunikasi Masyarakat Agraris (FKMA).’ Sekitar pukul 14.00 WIB, pernyataan sikap itu dibacakan oleh Sumanto, petani dari Kulon Progo, di salah satu ruang milik Pondok Pemuda Ambarbinangun, Yogyakarta.

Terlepas dari bagaimana ujung konflik antar elite, gerakan protes yang organik mesti mewaspadai adanya risiko kooptasi oleh faksi-faksi elite yang berkompetisi.

Gerakan rimpang semestinya menjadi langkah atau taktik awal sebelum melanjutkannya dengan gerakan yang lebih terstruktur, terpimpin, dan terorganisir.

DALAM tulisan sebelumnya, via Lassalle, saya mengatakan penyajian atau uraian logis (dialektis) dalam Kapital, mengandaikan penyelidikan materialis. Dengan kata lain tulisan tersebut hendak menyatakan bahwa

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SALAH satu hal paling menggelitik dari pentas parodi politik lima tahunan bernama pemilihan presiden (pilpes) di republik ini adalah

SEGERA setelah pengumuman keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta, saatnya berpikir bagaimana idealnya hubungan antara Relawan dengan Jokowi. Dalam acara Halal bi halal

Kredit ilustrasi: David McWilliams Kawan-kawan, KINI kita hidup dalam fase kapitalisme yang ditandai oleh semakin dominannya peran sektor keuangan di banding sektor-sektor ekonomi lainnnya.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.