
Honai Besar Itu Bernama Persatuan Gerakan Pembebasan Papua
HARI itu, Senin 15 Februari 2016. Hujan rintik-rintik membasahi Wamena, ibukota kabupaten Jayawijaya. Ribuan orang tak menggubris hujan, mereka memadati halaman seluas lebih kurang 1.000

HARI itu, Senin 15 Februari 2016. Hujan rintik-rintik membasahi Wamena, ibukota kabupaten Jayawijaya. Ribuan orang tak menggubris hujan, mereka memadati halaman seluas lebih kurang 1.000

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) SELASA 21 Oktober 2016. Sekelompok mahasiswa dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian ketika akan melakukan demonstrasi damai menyambut dua
Diskusi Lingkar Muda Indonesia Kalau ada kata yang mampu merumuskan rasa mayoritas warga tentang Indonesia, kata itu adalah “prihatin”. Bayangkan, sewindu reformasi belum juga tampak
INI TENTANG Cina yang gigih mempertahankan Payudara Besarnya dari cerupan Barat—kapitalisme. Sial bagi Shangguan Lu (Ibu), anak-anak yang keluar dari guagarbanya semua perempuan. Bagi tradisi,

IndoPROGRESS TV mewawancarai Francis Wahono. Direktur Yayasan Cindelaras Paritrana Yogyakarta itu menyampaikan masalah-masalah agraria di Indonesia dan kaitannya dengan pemilu.
Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) Gi, Indonesia itu orangnya sendiri saja dia bunuh, apalagi kalian yang orang Papua. seorang dosen DALAM beberapa artikel
PADA peringatan ulang tahunnya yang ke-72 tahun ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memilih tema “Bersama Rakyat, TNI Kuat”. Pilihan tema tersebut jelas bukan tanpa
SETELAH pasangan SBY-Boediono, ditahbiskan sebagai pemenang Pemilu Presiden 2009, pertanyaan yang tersisa, bagaimana gerakan progresif memaknai kemenangan mereka? Pendapat yang sangat dominan, bahwa kemenangan pasangan
Ini tentang tumpangan. TAKEZO, tokoh utama dalam novel Musashi, bergumam pada paragraf kedua pembuka novel: Dunia sudah gila. Manusia seperti daun kering yang ditiup angin

Bagi Zizek, tahun 2011 yang lalu adalah bukti bahwa komunisme adalah sebuah nama untuk perlawanan kemanusiaan kontemporer. Bukan sebagai predikat, namun mengutip filsuf Perancis Alain Badiou, sebagai aspirasi kolektif yang ‘abadi’ tentang kesetaraan, solidaritas dan keadilan. Perlawanan rakyat di semenanjung Arab untuk menggulingkan rezim otoritarian di negaranya masing-masing, gerakan pendudukan Wall Street di AS, hingga parade pemogokan massal rakyat Eropa dalam rangka menentang kebijakan pengetatan anggaran yang dilakukan oleh rezim neoliberal di masing-masing negara, sejatinya bukan tuntutan untuk demokrasi semata. Jika demokrasi adalah nama untuk inklusi seluas-luasnya (bahwa semuanya diakomodasi dalam ruang negosiasi dan konsensus politik), maka lebih dari itu, perlawanan yang terjadi pada tahun 2011 adalah suatu tuntutan umum tentang kebaikan bersama (bonum commune) yang secara sadar mengesklusikan kepentingan yang lain. Artikulasi utama dari perlawanan global 2011 adalah artikulasi kontradiksi, pembagian murni, logika perjuangan kelas antara satu pihak yang berupaya menegasikan yang lain. Kita, massa rakyat 99% melawan mereka elit 1%. Dalam hal inilah komunisme muncul sebagai suatu hal yang aktual sekarang ini.
MANDELA amat mengagumi Gandhi dan keteguhan moralnya. Namun dia tahu, senjata yang tumpul tidak berguna untuk melawan musuh yang menyerang dengan membabi-buta. Di tahun 1961, terinspirasi oleh Fidel Castro dan Revolusi Kuba, Mandela membentuk Umkhonto we Sizwe (MK), sayap bersenjata ANC yang kira-kira berarti ‘Tombak Bangsa.’

Pengantar Redaksi: Menyambut kehadiran pemerintahan baru, kami menurunkan serial artikel mengenai “Tantangan Pemerintahan Jokowi.” Ini adalah artikel kedua dari serial tersebut. Selamat menikmati. MARY
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.