1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 187

Paling Sering Dibaca

Ahok Melawan: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

PILKADA DKI Jakarta saat ini memperlihatkan gambaran yang paling baik dari pertentangan yang tak bisa didamaikan lagi antara para borjuis (mafia) rente di satu pihak

Intunal-F

KISAH berikut adalah penyambung lidah seorang pemuda freelance yang paham bahwa Karl Marx adalah senjatanya di jalan ilmu pengetahuan; lebih jauh kehidupan. Sebut saja namanya

Kenangan Punne

Militerisme, gerakan mahasiswa dan kehancuran Partai Komunis Thailand.   MALAM itu, 13 Oktober 2013, Universitas Thammasat menggelar opera Cina di aulanya. Para pemain berbicara dalam

Bisnis Pahit Kelapa Sawit (2-Selesai)

Kasus Sumatera Utara Dampak negatif ekspansi perkebunan kelapa sawit: Dampak negatif ekspansi perkebunan kelapa sawit di Nusantara, meliputi sedikitnya lima bidang, yaitu (a) penyerobotan tanah

Boikot, Kemewahan Siapa?

Kredit ilustrasi: emtv.com.pg   JUJUR harus saya katakan, saya pertama kali menyadari arti penting boikot usai membaca buku ketiga dari Tetralogi Buru “Jejak Langkah” Pramoedya

Relasi Kuasa dan Pesantren

Akar kesejarahan pesantren adalah akar anti-kolonial dan anti-kapitalis. Para pengasuh pesantren terdahulu mendirikan pondok-pondok untuk menyediakan pendidikan secara gratis kepada masyarakat sekitar. Pondok-pondok itupun kemudian berfungsi sebagai basis perjuangan rakyat dalam menghadapi kekuatan penjajah.

Merebut Kekuasaan Desa

Pengalaman Perlawanan Rakyat Jombang dan Kediri DI KABUPATEN Kediri, pemilihan kepala desa (Pilkades) akan dilaksanakan serentak pada 1 Nopember 2007, di 200-an desa. Hal yang

Disorientasi Politik Koalisi Permanen

DEKLARASI koalisi permenan yang dilakukan kubu Prabowo-Hatta, memaksa saya untuk mencari pijakan teori mengenai apa itu koalisi permanen. Setelah membuka beberapa buku teori politik, saya

Mengorganisasikan Pengetahuan

SETELAH Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres 2014, setelah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dielu-elukan sebagai pemenang Pilpres 2014, muncul banyak pertanyaan tentang masa depan Indonesia

Megawati, SBY & Komodifikasi Hutan

Seperti yang dipahami masyarakat adat Molo di pulau Timor, bagi mereka alam bagai tubuh manusia. Tanah adalah daging, air adalah darah, gunung batu adalah tulang, sementara hutan dan dan rambut adalah kulit dan paru-paru. Filosofi inilah yang mendasari lahirnya bentuk-bentuk relasi sosial politik, ekonomi dan budaya orang Molo dengan lingkungannya turun temurun sejak nenek moyang mereka. Pun masyarakat adat lainnya, yang biasanya memahami tanah sebagai ibu (mother earth).

Jika meminjam filosofi orang Molo, maka komodifikasi hutan yang kini digalakkan masa pemerintahan SBY ini adalah puncak dari keganasan dan kegilaan manusia. Sebab memperdagagangkan fungsi-fungsi hutan, atau fungsi-fungsi alam sama saja dengan memperdagangkan tubuh kita sendiri.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.