1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 173

Paling Sering Dibaca

Seni dan Gerakan Sosial: Kasus Lumpur Lapindo

BAGAIMANA menerjemahkan semangat ‘seni untuk rakyat?’ Itu pertanyaan yang sering menghantui saya. Saya sepakat bahwa seni tidak boleh hanya sekedar mengabdi kepada kepentingan seni itu sendiri sebagaimana ilmu pengetahuan juga tidak boleh hanya tunduk kepada kepentingan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pengalaman dalam keterlibatan di dua acara kesenian dalam konteks advokasi pada kasus Lumpur Lapindo, bagi saya, sedikit memberikan gambaran bagaimana semangat ‘seni untuk rakyat’ dapat diterjemahkan ke laku kesenian. Acara pertama adalah Karnaval Rakyat dengan tajuk Bercermin dalam Lumpur yang diadakan di Porong pada 29 Mei 2010, persis pada momen 4 tahun Lumpur Lapindo; acara kedua adalah pameran foto Memori dari Bawah Tanah yang diselenggarakan di 4 kota pada jangka waktu 2010- 2011.

Reinterpretasi Kenaikan Harga BBM

Mengurai Benang Kusut dalam Imajinasi BBM “[…]sepertinya sebanyak 60 persen dari harga minyak saat ini adalah murni spekulasi.” F. William Engdahl, penulis buku A Century

Ketika Musik Disederhanakan

Dengar mixtape! Boys.. Do You Like Grass?  No! Do You Like LSD? No! Do You Like Morfine? No! Do You Like Sex? Yes! -Shake Me:

Sesudah Pemilu Usai

Kredit foto: Mata Mata Politik APA yang akan dihadapi aktivis dan gerakan perempuan (feminis) sesudah pemilu 17 April 2019?  Dalam tulisan ini saya tidak akan

Mengapa Kiri Tidak Bersatu Saja?

SITUASI nasional saat ini yang makin menjauh dari cita-cita reformasi 1998, lemahnya gerakan kiri dalam merespon sekaligus memenangkan program dan tuntutannya, atau program dan tuntutannya

Percaya Kepada Massa

Aspek Demokratis Manifesto Komunis MEREFLEKSIKAN perkembangan gerakan perlawanan atau pun pergerakan Kiri di Indonesia, baik pada periode Orde Baru maupun pada periode Reformasi, saya berpendapat,

Kebangkrutan BPJS Kesehatan

TERHITUNG 1 April 2016, BPJS Kesehatan (BPJSKes) secara resmi akan menaikan iuran. Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 19 tahun 2016, iuran per peserta BPJSKes dinaikkan menjadi

Kebaruan Kapital

APABILA ada yang bertanya, apakah bukti atau dimana letak situs kelahiran Marxisme sebagai sains? Tampaknya tidak keliru kalau kita menunjuk Kapital, sebagai jawabnya. Sebuah adikarya

Surat untuk Sultan

Pilihlah olehmu menjadi pihak yang kalah tetapi benar. Dan jangan sekali-kali engkau menjadi pemenang tetapi zalim. (Phytagoras) jalan raya dilebarkan/ kami terusir/ mendirikan kampung/ digusur/

Senyum Soeharto

JUMAT, 1 Maret 2013. Patung dan Rumah Sejarah Jendral Soeharto diresmikan di desa Kemusuk, Bantul, Yogyakarta, tanah kelahirannya. Dengan senyum lebar, putri sulungnya, Tutut Soeharto, membuka selubung patung berbaju militer setinggi 3,5 meter. Para tetamu, di antaranya menteri – menteri zaman Orde Baru, bertepuk tangan penuh haru.

Probosutedjo, adik tiri Soeharto pidato berapi-api, tentang tujuan dibangun rumah itu, ‘Agar generasi pelanjut sejarah tidak kehilangan jejak Pak Harto dan selalu mengenang tanda-tanda kepemimpinannya!’ Tak lupa Probosutedjo menyertakan sanjung puji bahwa Soeharto pemimpin sederhana, tegas dan berjiwa besar.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.