
Sekali Lagi Tentang “Merebut Populisme”: Tanggapan atas Tanggapan (1)
Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) DALAM salah satu artikel klasik tahun 1930, “Wave Of Materialism” and “Crisis of Authority,” Sang Komunis Besar Antonio Gramsci

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) DALAM salah satu artikel klasik tahun 1930, “Wave Of Materialism” and “Crisis of Authority,” Sang Komunis Besar Antonio Gramsci

Kredit ilustrasi: Putu Deoris Sebuah Pandangan Islam Progresif BEBERAPA hari ini, Papua kembali menjadi perbincangan, setelah beredar desas-desus —saya lebih suka menyebutnya demikian—mengenai penyanderaan
Budaya anti-ilmiah tanpa disadari, kini tengah merasuki relung hati dan pikiran masyarakat kita. Tidak heran jika tak terjadi satu langkah yang tepat dan progresif di
Tanggapan terhadap M. Fajar ARTIKEL M. Fajar sangat menarik untuk didiskusikan, terutama provokasinya untuk mempertajam debat kita ini. Dengan meminjam analisis sosiolog Olin Erik Wright,

Kredit foto: Penerbit Ultimus, Bandung Tidak ada dosa yang lebih cepat mendapat balasan kecuali menindas orang lain dan memutuskan tali persaudaraan (Rasulullah SAW) Semua kezaliman

Melalui lensa konseptual kekerasan kolonial dan pengalaman historis orang Yéi, tampak jelas bahwa masa lalu dan masa kini merupakan satu kesatuan kontinuum dari praktik kolonial yang sama. Kesinambungan inilah yang pada akhirnya membuka jalan bagi keruntuhan sebagian, bahkan seluruh, kehidupan dan kebudayaan Yéi-nan di Selatan Papua.

MARI mulai bicara pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dengan bicara soal negara lebih dulu. Ada sejuta narasi soal negara. Dahulu, ketika kita masih unyu –

Kredit foto: Rtuc’s Blog – WordPress.com BURUH bisa dikatakan bagian dari kelompok masyarakat yang dinilai memiliki status sosial yang menguntungkan kelompok-kelompok masyarakat lainnya.
Ilustrasi gambar oleh Dolorosa Sinaga SETIAP menjelang dan memasuki bulan September, percakapan publik di berbagai media massa di Indonesia dipanaskan oleh perdebatan soal sejarah

Dengan gelar mentereng dari universitas, setumpuk data di tangan, dan bahasa yang penuh jargon statistik, teknokrat dipuja sebagai antitesis dari politisi busuk.

Sebuah catatan—sekaligus advertorial—tentang “Simposium Orde Baru: Cara Orde Baru Menciptaken Manusia Indonesianya” dalam rangka ORDE BARU OK. VIDEO: INDONESIA MEDIA ARTS FESTIVAL BERTO TUKAN melangkah

Kredit ilustrasi: Brilio SEBUAH adegan dalam film yang diangkat dari kisah nyata berjudul Shattered Glass, menampilkan scene beberapa orang terlihat mengelilingi salah seorang pemuda
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.