1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 160

Paling Sering Dibaca

Mei 1998

KALAU ada yang perlu saya sesali dalam momen 21 Mei, itu karena saya tak bisa menikmati kerja keras, keberanian, keteguhan, dan kegembiraan pada hari-hari menjelang

Menghadang Bangkitnya Hitler Di Sini

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Jaga dirimu: dan jangan lupa bahwa gagasan itu juga merupakan senjata (Subcomandante Marcos) Perlawanan dan pembangkangan masih tetap merupakan satu-satunya

Manifesto Komunis dan Komunisme Sekarang

‘Omnia sunt communia (All things are common)…’ – Thomas Muntzer (1524) MENGAPA Manifesto Komunis? Mengapa komunisme sekarang?  Jika kita merefleksikannya pada pengalaman kekinian kita, maka pada

Marxisme dan Wina Merah

POSITIVISME—sepenggal kata ini di hadapan kaum cendekiawan berbudaya, nyaris sepadan dengan kata ‘komunisme’ di mata antek-antek Orba. Kata ‘positivisme’ kerapkali dihadirkan sebagai cercaan, sebagai penghinaan terhadap hakikat multi-dimensional manusia, sebagai perlambang tentang semangat untuk mereduksi keragaman pemaknaan pada sistem verifikasi yang dingin. Semangat positivis Lingkaran Wina yang hendak menuntut bukti empiris dari setiap pernyataan ilmiah dianggap telah meringkas dan meringkus kemanusiaan. Khususnya dalam kajian-kajian kebudayaan kritis, positivisme adalah sesuatu yang membikin mual para budayawan. Namun, rasa mual para budayawan ini membikin saya mual. Seandainya saja mereka tahu dari semangat dan konteks seperti apakah positivisme itu dilahirkan. Seandainya saja mereka tahu apa yang mereka bicarakan.

Sukarno yang (Di)Kalah(kan) Total

TIDAK BISA disangkal lagi Sukarno, bersama seluruh generasinya, berhasil menang dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan mendirikan Republik Indonesia. Dan kemenangan itu bukan kemenangan kecil. Negeri

OBITUARI: Selamat Jalan Oey Hay-Djoen

SIAPAKAH yang bisa menolak ajal? “Ajal semakin akrab”, ujar Soebagio Sastrowadojo dalam salah sebuah puisinya, ketika ia berbicara tentang maut di saat usianya kian melanjut.

Kuasa Lunak Amerika

Istilah kuasa lunak (soft power) telah dipopulerkan sejak penghujung 1980 oleh Joseph S Nye Jr, guru besar Kennedy School of Government Universitas Harvard, Amerika Serikat

Wong Cilik Kejepit Sampai Mendelik

Istilah ‘wong cilik’ biasanya ramai dipergunakan menjelang perhelatan politik akbar. Rupa-rupanya, kebiasaan membicarakan ‘kaum pinggiran’ tanpa memberi mereka kesempatan bersuara sendiri sudah terjadi sejak lama.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.