Pram & Arok
PEMBERONTAK, menurut Albert Camus, yaitu orang yang berkata tidak dan ya sekaligus. Ia berkata tidak terhadap penindasan yang menderanya; berkata ya sejak pertama kali akan
PEMBERONTAK, menurut Albert Camus, yaitu orang yang berkata tidak dan ya sekaligus. Ia berkata tidak terhadap penindasan yang menderanya; berkata ya sejak pertama kali akan
Kemiskinan bukanlah fenomena baru. Banyak deskripsi tentang Eropa di abad ke-19, mengisahkan kehidupan masyarakat dan kondisi kerja yang mirip keadaan hari ini, di negera-negara berkembang.
SAAT menelusuri memori traumatik terbesar dalam kehidupan kolektivitas kita berbangsa, yaitu peristiwa kekerasan massal yang berlangsung pasca 1965, narasi penafsiran kita terhadap peristiwa tersebut seringkali

untuk dosennya Aal DUA MINGGU lalu di kolom ini tampil tulisan soal kelas. Kelas tampaknya istilah yang sepertinya tak cuma sudah identik tetapi juga telah
PADA situasi krisis di dalam masyarakat, ketika perjuangan kelas menajam, dimana kelas borjuasi tidak mampu lagi mengembalikan kestabilan sementara kelas pekerja walaupun bergejolak tetapi tidak mampu merebut kekuasaan, maka Negara dapat meraih kemandirian tertentu untuk bertindak guna menyelamatkan situasi. Sebuah masyarakat tidak bisa terus menerus ada di dalam tungku panas perjuangan kelas. Negara, dalam hal ini militer, mengintervensi. Di babak pertama revolusi Mesir, dengan menendang keluar Mubarak ketika ia dan partainya NDP tidak dapat lagi mengendalikan situasi dan menjadi liability; di babak kedua, dengan menendang keluar Morsi dan IM, juga untuk alasan yang sama. Inilah fenomena yang disebut Bonapartisme, yakni dimana, seperti yang dipaparkan oleh Ted Grant, ‘antagonisme di dalam masyarakat sudah menjadi begitu luar biasa sehingga mesin Negara, yang “meregulasi” dan “menertibkan” antagonisme ini, sementara masih tetap merupakan instrumen dari kelas yang berpunya, meraih kemandirian tertentu dari semua kelas.
Ilustrasi gambar oleh Andreas Iswinarto BEBERAPA hari lalu, saya berkesempatan membaca tulisan Gerry van Klinken tentang pembantaian pada Februari 1966 di Maumere, Flores, NTT.

Tidak seperti biasanya, petang itu terasa aneh. Kami hanya bertemu beberapa orang saja dari anggota SENJA. Kami menunggu satu atau dua jam, berharap yang lain segera berkumpul seperti biasanya. Tapi, rupanya itu penantian yang sia-sia. Sungguh berbeda dengan waktu-waktu yang lalu ketika kampi mampir ke tempat ini, dimana dalam hitungan menit tempat ini sudah penuh sesak oleh mereka yang mampir dan nongkrong.
‘Kalau mau ketemu, kawan-kawan jangan hari Sabtu, bung. Itu haram. Hari sabtu pasti pada ngelayap ke mana-mana. Istilahnya, hari itu hari mereka untuk kejar setoran,’ ujar Heri Sunandar, koordinator SENJA saat ini.

Potret kemiskinan dan kesenjangan di Jakarta. Kredit foto: New Mandala SYAHDAN, dalam satu riwayat, dikisahkan bahwa Nabi sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Tiba-tiba, Nabi berkata pada

BILA Anda termasuk penggemar kajian sejarah berlatar peristiwa 1965, tentulah film Senyap atau dalam versi internasionalnya berjudul The Look of Silence, adalah tontonan yang tidak

Kredit ilustrasi: es.123rf.com Kawan-kawan, RENTANG fluktuasi harga yang ekstrim baru-baru ini dan penurunan tajam di pasar saham AS, kembali menggarisbawahi ketidakstabilan kapitalisme. Seperti yang

TENTANG Pengorganisiran Pengorganisiran tidak bisa difokuskan hanya pada satu segmen atau bidang. Karena bidang yang satu dengan yang lain saling berkaitan. Seperti halnya mengorganisir buruh,

Gerakan rimpang semestinya menjadi langkah atau taktik awal sebelum melanjutkannya dengan gerakan yang lebih terstruktur, terpimpin, dan terorganisir.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.