
Kapitalisme dibalik Permasalahan Gerakan Mahasiswa
PEMAPARAN tentang kondisi mahasiswa hari ini oleh kawan Oki Alex Sartono dan Yoga Prayoga menarik untuk diperbincangkan lebih lanjut. Dalam tulisannya, Oki menjabarkan realitas yang

PEMAPARAN tentang kondisi mahasiswa hari ini oleh kawan Oki Alex Sartono dan Yoga Prayoga menarik untuk diperbincangkan lebih lanjut. Dalam tulisannya, Oki menjabarkan realitas yang

Ilustrasi: Jonpey Tulisan ini adalah bagian ketiga dari serial esai bertema pendidikan demokrasi radikal. Bagian pertama dapat dibaca di sini, dan bagian kedua di sini.

Membawa atau menarik isu penindasan bangsa Papua ke isu ras adalah cacat secara teoritik dan berbahaya secara politik bagi rakyat kedua bangsa.

Seiring dengan perbedaan dan perubahan makna istilah ’imperialisme,’ terjadi perdebatan-perdebatan untuk memperjuangkan pemaknaan tertentu atas istilah itu. Kaum Marxis pun ikut di dalam perjuangan untuk memaknai istilah itu. Konsep imperialisme pertama kali masuk ke dalam wacana Marxis pada 1900-an. Di antara generasi awal Marxis yang membahas imperialisme adalah Nikolai Bukharin dan Vladimir Ilych Lenin. Dalam membahas imperialisme, Bukharin dan Lenin terpengaruh oleh buku Finance Capital karya Rudolf Hilferding, seorang teoritisi Marxis dari Jerman yang lahir di Austria. Hilferding sendiri tidak menteorisasikan imperialisme dalam buku itu, tetapi pembahasannya tentang kapital finansial menjadi landasan bagi Bukharin dan Lenin untuk membahas imperialisme. Menurut ekonom Anthony Brewer, teori Marxis klasik tentang imperialisme dikonstruksi oleh ketiga pemikir ini.

Tulisan ini akan menawarkan alternatif dalam membaca kepemimpinan nasional. Selanjutnya menerapkan cara baca tersebut pada Prabowo untuk, pada akhirnya, mendiskusikan kembali masa depan demokrasi.

Judul : Marxism and the Oppression of Women: Toward a Unitary Theory Penulis : Lise Vogel Penerbit : Brill. Koninklijke Brill NV incorporates the imprints Brill, Global Oriental,

Uang juga merupakan teknologi. Ia mulanya hanya eksis sebagai komoditas penyetara universal pertukaran komoditas.

Welfare state tidak hanya berupaya mengurangi kerentanan individu, tetapi juga memperpendek ketimpangan ekonomi. Itu mengapa kita membutuhkannya sekarang.

BEBERAPA dari kita yang bekerja di bawah teriknya langit Jakarta pada siang hari, pastinya akan melihat minuman kaleng merah dengan font khas berwarna putih di

Utopia. Distopia. Masyarakat komunis. Masyarakat kapitalis. Pilih sendiri petualanganmu.

Foto: SCMP ‘Oh no, everyone will see our parents wearing koteka. This is really embarrassing. But it is our culture and we cannot escape it.’

Kredit ilustrasi oleh The Red Star Vanguard SEBAGIAN dari Anda yang sering membaca artikel di Indoprogress barangkali kerap menemukan istilah pekerja, kapitalis, laba, eksploitasi, nilai-lebih,
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.