
Apa Sekarang Kita Sudah Jadi Marsose di Papua?
“kemerdekaan adalah hak segala bangsa” ala Revolusi Indonesia tidak berlaku pula di bumi Cenderawasih.

“kemerdekaan adalah hak segala bangsa” ala Revolusi Indonesia tidak berlaku pula di bumi Cenderawasih.
Memahami Gagasan Manusia dalam Filsafat Ekonomi Adam Smith Pengantar ADAM Smith (1723-1790), adalah seorang filsuf moral sekaligus ekonom terkenal pada zamannya. Paparan berikut akan memusatkan
Seorang Marxis adalah ia yang, tentu saja, mengakui kebenaran pandangan Karl Marx. Menjadi ‘Marxis’ berarti mereproduksi apa yang dikatakan Marx, menariknya dari realitas abad ke-19 dan mengutarakannya kembali di hadapan realitas awal abad ke-21. Persoalan segera muncul ketika kita memahami ‘Marxis’ dalam pengertian semacam itu. Dalam hal mereproduksi semua proposisi Marx, tentu mesin cetak Heidelberg lebih ‘Marxis’ daripada semua ‘Marxis’ yang kita kenali sepanjang sejarah. Heidelberg mereproduksi semua perkataan Marx sampai titik-koma dan bahkan salah tulisnya. Jika begitu, mungkinkah seseorang menjadi ‘Marxis’ sekaligus ‘pemikir?’

Karl Marx tentu saja tidak membiarkan pembacanya terpelanting ke sana-sini dalam membaca karyanya itu. Dalam Capital, ia secara tidak langsung memberikan petunjuk pada pembacanya, bagaimana harusnya membaca Capital dan apa perangkat ilmu yang tepat untuknya. Petunjuk itu ia sisipkan dalam catatan kaki untuk mengomentari filsuf Inggris Jeremy Bentham. Di sana Marx mengatakan, ‘untuk mengetahui apa yang berguna buat seekor anjing, maka seseorang mesti menginvestigasi terlebih dahulu asal-usul anjing tersebut.‘ (1990:758).
Bagi yang menggeluti persoalan metodologi Marxis, pernyataan Marx ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa untuk bisa mengerti karya-karya Marx secara utuh, maka kita pertama-tama mesti mengetahui bagaimana metodologi pemikiran Marx itu sendiri. Dalam suratnya kepada Maurice Lachâtre, editor dari edisi I Capital berbahasa Prancis, Marx mengatakan bahwa ia memang menerapkan metode dialektika materialis ini dalam studi masalah-masalah ekonomi. Dengan demikian, jika kita ingin mengerti Capital dengan benar, maka tak ada cara lain, kita mesti mengerti dulu apa itu metode dialektika Marx. ‘Tetapi, untuk bisa mengerti metode dialektika Marx,’ demikian Harvey (2010), ‘maka kita mesti membaca Capital keseluruhan karena di situlah sumber-sumber aktual praktis berada.’

LAGI-LAGI kita tidak punya pilihan. Sebagaimana pemilu 2004 dan 2009, kita berhadapan dengan ketiadaan pilihan dalam pemilu 2014 ini. Sejak kekalahan memalukan yang dialami Partai

MOBILISASI massa dalam serial Aksi Bela Islam yang mewarnai dinamika pemilihan gubernur di Jakarta dua tahun silam menyisakan perdebatan yang berpijak pada dua pertanyaan utama

Kredit ilustrasi: News 24 Jam MENJELANG pemilu legislatif 2019, ada banyak kawan perempuan saya yang meramaikan bursa calon legislatif (caleg) melalui pelbagai partai politik.

TEPAT sepekan lalu, 3 April 2016, sebuah kisah sedih datang dari sebuah desa di Karawang, Jawa Barat. Seorang biduan dangdut bernama panggung Irma Bule –

/1/ /puisi malam/ Seorang kekasih tidur dengan mata terbuka, Tangan terluka. “Kenapa?” tanya lelaki yang kebetulan lewat di depan kamar kosnya. “Entah,” igau kekasih itu.
Kredit ilustrasi: http://ppagra.blogspot.com BAGAIMANA kita memaknai aksi perempuan lokal yang kesadarannya terbentuk bukan karena mengikuti pelatihan gender atau studi feminisme atau menjadi bagian dari

Kredit ilustrasi: ArtWay.eu “….dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya

Rekam Jejak “Sengketa Lahan” NU DALAM acara ‘Secangkir Kopi Bersama Gus Dur’ yang disiarkan langsung oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI), Selasa 15 Maret 2000, secara
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.