1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 125

Paling Sering Dibaca

Oligarki Kapitalis Lama Di Panggung Elektoral

TUMBUH suburnya kekuatan kapitalis domestik di Indonesia, pada penghujung dekade 80-an, hanya dapat dinarasikan dengan menghubungkannya pada peran negara yang sangat dominan dan sentralistik. Tidak

Hubungan-hubungan Patronase Ormas Kekerasan

Kredit foto: poskotanews.com   BENTROK antara Pemuda Pancasila (PP) dengan aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) di Bekasi beberapa hari silam, menggambarkan hubungan

Mungkinkah Merumuskan Tesis Kiri untuk Pemilu?

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   SERIAL tulisan yang saling mengomentari di IndoPROGRESS (IP) beberapa minggu terakhir ini, harus dipuji karena menyediakan ruang yang aman

Debat Kusir Mekanisme Pilkada

Dalam perkembangan gerakan rakyat di dunia, bentuk-bentuk demokrasi lain yang memungkinkan adanya kontrol langsung atas sarana perekonomian, institusi politik dan kebijakan publik telah berjalan sedemikian rupa.

Ilmu dan Opini

APA sih yang bikin beda ilmu dan opini? Bukankah keduanya sama-sama produk wicara tentang realitas hal-ihwal? Perlu kiranya kita bedakan dulu antara pikiran orang tentang

Post-Neoliberalisme

PADA 1942, terbit buku berpengaruh dari ekonom Joseph A. Schumpeter, Capitalism, Socialism and Democracy. Dalam buku ini, Schumpeter menulis, kapitalisme, pertama-tama, adalah sebuah sistem yang bentuk dan metode ekonominya secara alamiah selalu berubah dan karena itu merupakan satu-satunya sistem yang tidak akan pernah bersifat tetap. Dan bagi Schumpeter, mesin penggerak perubahan itu terletak di dalam dirinya sendiri, yang disebut proses Creative Destruction (penghancuran kreatif).

Untuk menjelaskan proses penghancuran kreatif ini, Schumpeter memberi contoh tentang kompetisi di pasar sebagai esensi dari kapitalisme. Dalam kompetisi ini, hanya perusahaan yang efisien baik dari segi keuangan, manajemen, maupun penguasaan teknologi yang bisa bertahan dan unggul, sementara yang tidak efisien pasti tersingkir (destruksi). Di atas reruntuhan itu, muncul (kreasi) kompetitor lain untuk menantang perusahaan yang sebelumnya menang. Begitu seterusnya proses ini berlangsung, sehingga menurut Schumpeter, proses penghancuran kreatif ini merupakan fakta esensial kapitalisme. Dengan kata lain, jatuh-bangun, untung-rugi, baik di masa damai maupun di masa krisis adalah hal yang alamiah, sebuah proses seleksi alam.

Hidup Sederhana Gaya Kuba

KUBA atau Republica de Cuba, negara di kawasan Laut Karibia yang lebih kecil dari luas Pulau Jawa ini, memperingati Hari Kemenangan Nasional-nya pada 1 Januari

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.