1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 131

Harian Indoprogress

Hari ini, kapitalisme negara yang predatoris bersama aliansinya memproduksi berbagai narasi untuk mengalihkan perhatian publik.
Paradigma pembangunan baru tidak boleh mengulangi model lama yang mengorbankan alam dan manusia demi keuntungan. Ia harus berusaha mengambil unsur-unsur baik dari pengalaman masa lalu sekaligus mengelola hubungan antara alam dan manusia secara hati-hati demi kepentingan masyarakat.
Para kapitalis memonopoli alat produksi, di saat manusia membutuhkan alat produksi untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya, sebagian besar masyarakat harus menjual tenaga kerjanya kepada kapitalis untuk bisa hidup.
Kwir yang kesejahteraan dan keamanan materialnya bergantung pada keluarga akan menghadapi rasa cemas yang berlipat ganda.

Harian Indoprogress

Mei 1998

KALAU ada yang perlu saya sesali dalam momen 21 Mei, itu karena saya tak bisa menikmati kerja keras, keberanian, keteguhan, dan kegembiraan pada hari-hari menjelang

Membangun Partai Alternatif

WACANA mengenai pembangunan partai alternatif kembali mengemuka dalam diskusi publik kita. Hal ini, tentu saja, merupakan perkembangan bagus dari gerakan rakyat kita. Rakyat kembali melihat

Pertambangan Tak Bermasa Depan

Surat dari Halmahera Timur ISTILAH pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita adalah mitos. Mitos yang diciptakan untuk memuluskan jalan bagi korporat-korporat nasional dan multinasional untuk

Brengseknya Pendidikan Hukum di Indonesia

Undang-undang apakah yang kalian praktekkan? Tuan jaksa jawab tuan jaksa Undang-undang mana bikinan siapa Yang mengijinkan pejabat negara Menganiaya rakyat Dan menginjak hak-haknya Tuan jaksa

Popularitas Kematian

MEI DATANG kembali. Selamat hari Buruh Internasional buat kita semua. Ijinkan tulisan ini sedikit meracau tentang hal-hal yang saling berhubungan. Tahun ini, beberapa hari sebelum

Dilema Kekuasaan dan Nyali Jokowi

INSTITUSI kepresidenan nyaris tidak dianggap oleh lembaga-lembaga negara. Hampir pasti ‘permainan penangkapan’ Bambang Widjojanto, Abraham Samad, dan Novel Baswedan (BW) tanpa sepengetahuan Presiden. Polri sedang

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.