
Onghokham dan Orde Baru: Sejarah yang Masih Perlu Diungkap
Foto: David Reeve dan Onghokham (Handout/SCMP, 1985) MEMBACA buku berjudul To Remain Myself: The History of Onghokham (kira-kira berarti ‘Tetap Menjadi Diri Sendiri: Sejarah Onghokham’)
HomeArtikel

Foto: David Reeve dan Onghokham (Handout/SCMP, 1985) MEMBACA buku berjudul To Remain Myself: The History of Onghokham (kira-kira berarti ‘Tetap Menjadi Diri Sendiri: Sejarah Onghokham’)

Pembacaan terhadap karya-karya Chairil umumnya terperangkap dalam mitos sastra (modern) Indonesia. Mitos ini telah terbekukan sebagai “Angkatan 45”, kemudian sebagai “binatang jalang” dalam gosip besar sastra Indonesia.

Kita dipaksa untuk percaya bahwa lebih sulit membayangkan berakhirnya kapitalisme ketimbang akhir dunia

“Generasi” bukanlah prediktor kuat terhadap “karakter” individu, bahkan kelompok umur tertentu.

Menggulingkan imperialis Inggris serta melenyapkan sisa-sisa feodal adalah dua tuntutan objektif yang harus diselesaikan oleh revolusi demokrasi baru ala Malaya

Ilustrasi: Illustruth PADA mulanya Wadas, Kecamatan Bener, Provinsi Jawa Tengah, adalah sebuah desa biasa yang menyimpan banyak berkah. Tanahnya subur dan produktif. Ada banyak mata

Koalisi lebar neolib Draghi akhirnya rontok

“Di bawah rezim full employment permanen, ‘PHK’ tidak lagi memainkan perannya sebagai alat pendisiplinan.”

Waktu kerja dan persepsi “produktivitas” sejatinya merupakan cara kapitalisme mengontrol kita agar terus bergerak sebagai alat produksi

Kunci kemenangan Soviet di berbagai gelanggang: pelatihan yang sistematis, terencana, efektif, dan ilmiah
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.