
Wawasan Sejarah Rosa Luxemburg
Kredit ilustrasi: edupics.com Kawan semua, PERTANYAAN tentang peran kekerasan dalam ekspansi kapitalis, baik yang sifatnya historis maupun kontemporer, telah menggugah para pengkritik sistem ini. Diskusi-diskusi

Kredit ilustrasi: edupics.com Kawan semua, PERTANYAAN tentang peran kekerasan dalam ekspansi kapitalis, baik yang sifatnya historis maupun kontemporer, telah menggugah para pengkritik sistem ini. Diskusi-diskusi

Left Book Review (LBR) Indoprogress edisi kali ini memuat wawancara Coen Husain Pontoh, Pemimpin Redaksi IndoPROGRESS, dengan Antonius Made Tony Supriatma, Pengamat Militer dan Peneliti

Bayu Baskoro F, Mahasiswa Ilmu Sejarah UI dan Anggota SEMAR UI Judul buku: Why Marx Was Right Penulis: Terry Eagleton Penerbit : Yale University

“Indonesia secara objektif dapat menjadi ladang yang subur bagi lahirnya organisasi serupa. Semua prasyarat yang dibutuhkan seorang pekerja media untuk berserikat ada di sini.”

Melalui uraian berikut, kami mengajukan empat tesis tentang kemerdekaan berdiskusi di Indonesia sebagai respon terhadap pelarangan diskusi buku kiri yang belakangan ini marak terjadi. Tesis
SEORANG SANTRI yang dibesarkan di pesantren, lalu beranjak hidup dalam realitas urban yang penuh dengan kontradiksi ekonomi dan sosial, dan berkenalan dengan Marxisme sebagai wacana

SETELAH berhasil menyasar Yingluck,[1] junta militer di bawah komando Jendral Prayuth Chan-ocha kini membidik anggota lain dari keluarga Shinawatra. Somchai Wongsawat, yang merupakan saudara ipar

APA artinya menjadi petani di tengah integrasi kawasan dengan hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN? Kita menghadapi potret yang sayangnya, agak buram. Di Indonesia, kondisi petani hampir

Judul Buku : Sosialisme Sekarang Juga Penulis : Michael A. Lebowitz Penerbit : Resist Book Tahun : 2009 Tebal : 247 halaman Imagine no possessions

Kredit foto: YouTube KONFLIK pembangunan di Kulon Progo, menurut saya, merupakan konflik yang diciptakan oleh kapitalisme kontemporer. Dalam konflik tersebut, benang merah yang dapat

SERINGKALI kita mengritik mesianisme dalam gerakan progresif karena kecenderungannya untuk mengarah ke semacam kultus individual. Tetapi, terkadang sebuah gerakan butuh figur yang kharismatik. Allende contohnya. Tentu saja dia menjadi semacam ‘juru selamat’ bukan karena berjarak dengan rakyat, melainkan dengan menghidupi kehidupan rakyat dan bergerak bersama mereka, karena pemerintahan Allende tidak mungkin bertahan tanpa massa rakyat yang militan

Fathimah Fildzah Izzati, anggota redaksi Left Book Review IndoProgress, peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI. Judul Buku: Dreamers of A New Day: Women Who Invented
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.