
Rich People Power
Kredit ilustrasi: Chantalle Grobstein SEJARAH, boleh jadi, ialah pencemooh paling ulung. Lima tahun silam tepat di momen pemilu, Prabowo Subianto dan koalisi pendukungnya melakoni manuver

Kredit ilustrasi: Chantalle Grobstein SEJARAH, boleh jadi, ialah pencemooh paling ulung. Lima tahun silam tepat di momen pemilu, Prabowo Subianto dan koalisi pendukungnya melakoni manuver

BEBERAPA bulan lalu, saya dan kawan-kawan terlibat dalam advokasi penggusuran pegiat usaha stasiun di Jabodetabek. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya, Merebut Hak Atas Kota: Catatan Perlawanan Pegiat Usaha Stasiun Pos Duri[1], sedikit banyak disampaikan bagaimana pegiat usaha yang ada di Stasiun se-Jabodetabek digusur tanpa adanya kompensasi maupun relokasi oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dari tempat usaha mereka yang telah sah dibeli secara hukum. Tak adanya tawaran solusi dari PT. KAI itu membuat pegiat usaha membentuk barisan untuk melawan bentuk peminggiran dan pemiskinan atas kehidupan mereka. Dalam perjuangannya tersebut, pegiat usaha melakukan berbagai metode perlawanan, baik diplomasi ke pihak pemerintah hingga aksi demonstrasi di lapangan. Meskipun akhirnya tergusur, tetapi pengalaman bersama para pegiat usaha dalam usaha melawan penggusuran tersebut, membuka tabir bagaimana kehidupan kota saat ini sebenarnya ditata. Bahwa kehidupan kota menjadi titik sentral dari akumulasi kapital yang mengondisikan usaha pengelolaannya.

ADA hantu berkeliaran di kampus-kampus—hantu militerisme. Terhitung sejak dua tahun terakhir, muncul tren membuat kuliah umum atau public lecture di kampus-kampus dengan mengundang tokoh
Emansipasi, perlawanan dan Marxisme – bagi sebagian orang, tiga hal tersebut bagaikan minyak dengan air, apalagi bila ditambah dengan unsur keempat, yaitu tradisi dan agama. Namun, jikalau sempat, ada baiknya untuk melihat bagaimana sesungguhnya prinsip-prinsip ini dapat dirajut dalam kerangka Marxisme. Njoto (1962; 2003), salah satu penggerak PKI itu, menggambarkan dengan jelas mengenai prinsip-prinsip ini dalam karyanya, Marxisme: Ilmu dan Amalnya. Dalam buku tipisnya tersebut, Njoto menjelaskan secara detail sekaligus gamblang mengenai dasar-dasar Marxisme dan relevansinya bagi gerakan rakyat di Indonesia. Njoto juga mencoba menulis tentang rumusan Marxisme yang lebih sesuai dengan konteks Indonesia. Usaha kontekstualisasi dan diseminasi ide-ide Marxis ini menjadi dasar dan inspirasi bagi gerakan rakyat yang lebih luas di Indonesia – suatu hal yang rupanya menjadi ancaman bagi kelas yang berkuasa di kemudian hari kelak.
Suharto dan antek-anteknya sudah memiliki rencana yang matang untuk menghancurkan Partai dan organisasinya secara fisik, yang juga mempertimbangkan jumlah anggota dan pendukung partai sangat besar itu. Untuk mencapai tujuan ini sesegera mungkin, mengandalkan personil Angkatan Darat saja jelas tidak mencukupi; orang-orang sipil perlu dilibatkan dalam jumlah besar. TNI Angkatan Darat secara diam-diam memberikan arahan, dukungan dana, intelijen, transportasi, dan bahkan suplai persenjataan. Sebagai sebuah badan yang seharusnya dipakai untuk pertahanan menghadapi musuh-musuh asing, Angkatan Darat hampir tidak pernah membanggakan pembantaian massal ini (lihat bagaimana militer Jepang menyebarkan cerita sesat tentang Perkosaan di Nanking atau pembunuhan massal orang Armenia oleh tentara Turki). Skandal internasional mampu dihindari sebisa mungkin. Tentara nasional memang tidak semestinya membantai saudara sebangsanya, khususnya, dalam kasus PKI, jika mereka tidak bersenjata dan tidak melakukan perlawanan.

Kredit foto: Nasional Tempo.co “When clothes are cheap, women are cheap” (Nazma Akter, aktivis buruh perempuan dari Bangladesh) BELAKANGAN “Politik Emak-Emak” banyak mendapat perhatian

Untuk Cak Munir (1965-2004) yang dibunuh, tapi tak pernah mati dan tak akan berhenti dan diingat dari September ke September Pendahuluan Dalam sebuah edisi

Kredit foto: Flickr MENARIK membaca perdebatan yang cukup sengit di antara para intelektual, seperti antara Airlangga Pribadi dan Suarbudaya Rahardian dan Christian Yahya, yang membahas
BAGI sebagian kalangan, kebijakan fleksibilitas pasar kerja atau Labour Market Flexibility (LMF), adalah solusi. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu strategi utama mengundang investasi. Investasi

Kredit foto: ONE FOR ISRAEL Ministry AGAMA-agama samawi mempunyai satu kesamaan tradisi yang khas. Yaitu kepercayaan bahwa pada suatu masa, ketika bumi sudah di

Tulisan ini terdiri dari empat cerita tentang keluarga. Keempatnya tidak diniatkan terhubung satu sama lain, sekadar cerita yang bisa dibaca sendiri-sendiri. “….Susahnya kalau jadi bujangan

SETELAH merebaknya teror atas nama Islam di berbagai belahan penjuru dunia, seperti penyerangan dan peledakan bom bunuh diri di tempat-tempat publik seperti gereja, bandara, stasiun
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.