1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 94

Paling Sering Dibaca

Kebangkitan Serikat Pekerja Media Daring

“Indonesia secara objektif dapat menjadi ladang yang subur bagi lahirnya organisasi serupa. Semua prasyarat yang dibutuhkan seorang pekerja media untuk berserikat ada di sini.”

Perjuangan Kelas Melalui Reklaiming Hak Atas Kota!

BEBERAPA bulan lalu, saya dan kawan-kawan terlibat dalam advokasi penggusuran pegiat usaha stasiun di Jabodetabek. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya, Merebut Hak Atas Kota: Catatan Perlawanan Pegiat Usaha Stasiun Pos Duri[1], sedikit banyak disampaikan bagaimana pegiat usaha yang ada di Stasiun se-Jabodetabek digusur tanpa adanya kompensasi maupun relokasi oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dari tempat usaha mereka yang telah sah dibeli secara hukum. Tak adanya tawaran solusi dari PT. KAI itu membuat pegiat usaha membentuk barisan untuk melawan bentuk peminggiran dan pemiskinan atas kehidupan mereka. Dalam perjuangannya tersebut, pegiat usaha melakukan berbagai metode perlawanan, baik diplomasi ke pihak pemerintah hingga aksi demonstrasi di lapangan. Meskipun akhirnya tergusur, tetapi pengalaman bersama para pegiat usaha dalam usaha melawan penggusuran tersebut, membuka tabir bagaimana kehidupan kota saat ini sebenarnya ditata. Bahwa kehidupan kota menjadi titik sentral dari akumulasi kapital yang mengondisikan usaha pengelolaannya.

Jangan Lelah pada Kebenaran

Untuk Cak Munir (1965-2004) yang dibunuh, tapi tak pernah mati dan tak akan berhenti dan diingat dari September ke September   Pendahuluan Dalam sebuah edisi

Sepatu Lars dan Almamater Kita

  ADA hantu berkeliaran di kampus-kampus—hantu militerisme. Terhitung sejak dua tahun terakhir, muncul tren membuat kuliah umum atau public lecture di kampus-kampus dengan mengundang tokoh

Mendaras Islam Progresif, Melampaui Islam Liberal

ISLAM sebagai agama adalah sebuah risalah profetik yang tunggal. Namun demikian, tafsir manusia terhadap risalah ini dalam perjalanan historisnya di bumi manusia tidak pernah tunggal. Kondisi hidup dari setiap kelompok dan kekuatan sosial ketika memaknai situasi yang ia hadapi, selalu memengaruhi bagaimana ia membangun pandangan hidup, sistem nilai dan basis legitimasi atas apa yang ia yakini. Seperti diuraikan dengan gamblang oleh intelektual Islam profetik asal Iran Ali Shariati (1985), ketika menulis tentang riwayat Abu Dzar al-Ghifari dalam And Once Again Abu Dzar, “Tidaklah cukup mengatakan kembali ke Islam. Kita harus uraikan secara spesifik. Islamnya Abu Dzar sebagai rakyat ataukah Marwan sang penguasa…Yang satu adalah Islam khalifah, istana, penguasa, sementara yang lain adalah Islamnya rakyat, yang tertindas dan miskin”.

Misteri Eksploitasi (Bagian 2)

MARI kita mulai dari apa yang oleh kaum Marxis sebut ‘hukum nilai’. Hukum ini menyatakan bahwa semua komoditas dipertukarkan satu sama lainnya sesuai nilainya, yakni

Rantai Pasokan dan Hengkangnya Investor Global

DI BULAN pertama pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia dikejutkan dengan keputusan salah satu raksasa otomotif, Ford, yang menghentikan operasionalnya di Indonesia. Belum usai dengan

Pelarangan Marxisme, Sebuah Kekonyolan Sejarah

Emansipasi, perlawanan dan Marxisme – bagi sebagian orang, tiga hal tersebut bagaikan minyak dengan air, apalagi bila ditambah dengan unsur keempat, yaitu tradisi dan agama. Namun, jikalau sempat, ada baiknya untuk melihat bagaimana sesungguhnya prinsip-prinsip ini dapat dirajut dalam kerangka Marxisme. Njoto (1962; 2003), salah satu penggerak PKI itu, menggambarkan dengan jelas mengenai prinsip-prinsip ini dalam karyanya, Marxisme: Ilmu dan Amalnya. Dalam buku tipisnya tersebut, Njoto menjelaskan secara detail sekaligus gamblang mengenai dasar-dasar Marxisme dan relevansinya bagi gerakan rakyat di Indonesia. Njoto juga mencoba menulis tentang rumusan Marxisme yang lebih sesuai dengan konteks Indonesia. Usaha kontekstualisasi dan diseminasi ide-ide Marxis ini menjadi dasar dan inspirasi bagi gerakan rakyat yang lebih luas di Indonesia – suatu hal yang rupanya menjadi ancaman bagi kelas yang berkuasa di kemudian hari kelak.

Petani dan Problem Pembangunan di ASEAN

APA artinya menjadi petani di tengah integrasi kawasan dengan hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN? Kita menghadapi potret yang sayangnya, agak buram. Di Indonesia, kondisi petani hampir

Wawasan Sejarah Rosa Luxemburg

Kredit ilustrasi: edupics.com Kawan semua, PERTANYAAN tentang peran kekerasan dalam ekspansi kapitalis, baik yang sifatnya historis maupun kontemporer, telah menggugah para pengkritik sistem ini. Diskusi-diskusi

Salvador Allende: Yang Mati Namun Tetap Abadi

SERINGKALI kita mengritik mesianisme dalam gerakan progresif karena kecenderungannya untuk mengarah ke semacam kultus individual. Tetapi, terkadang sebuah gerakan butuh figur yang kharismatik. Allende contohnya. Tentu saja dia menjadi semacam ‘juru selamat’ bukan karena berjarak dengan rakyat, melainkan dengan menghidupi kehidupan rakyat dan bergerak bersama mereka, karena pemerintahan Allende tidak mungkin bertahan tanpa massa rakyat yang militan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.