1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 85

Paling Sering Dibaca

Kepatuhan dan Manipulasi Kebebasan: Catatan Empiris untuk Esai Ben K. C. Laksana [Bagian 3]

“Sebagai refleksi atas perjalanan saya sebagai pelajar sekolah dasar dan menengah di Indonesia selama 12 tahun, tiga catatan empiris saya tentu berbeda dengan siswa lain. Tantangan yang dihadapi setiap siswa di Indonesia pun belum tentu tercakup dalam catatan panjang ini. Karenanya, untuk tiap pelajar Indonesia yang telah bersedia membaca tiga catatan ini, saya ingin mengajak Anda semua merumuskan abad kita yang akan datang: abad 100 tahun Indonesia Merdeka, abad yang membuat tiap orang merasakan kemerdekaan, bukan hanya membayangkan dan mengharapkan.”

Sejarah Manifesto Komunis

“Ada hantu berkeliaran di Eropa-Hantu komunisme.” SIAPA yang tak kenal dengan frasa ini? Pada abad ke-19 dan penghujung abad ke-20, baik penguasa sekuler maupun penguasa

Menuju Estetika Marxis

DISKUSI tentang estetika Marxis, bukan perkara gampang. Sebabnya, Karl Marx sendiri tidak pernah mengeksplorasi pemikirannya dalam medan estetika secara spesifik. Kalaupun kemudian kita mengenal estetika

Kapitalisme versus Iklim

Judul             : This Changes Everything Penulis           : Naomi Klein Penerbit         : Penguin Group Kota Terbit    : New York Tahun            

Pergerakan Kita

SUDAH menjadi kebiasaan umum, segala sesuatu yang dilahirkan biasanya akan dikenang dan tak jarang diperingati. Pun halnya dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tepatnya pada

Gagalnya Salat-Salat Kita

Masyarakat semakin religius tapi semakin intoleran, abai ketimpangan sosial, dan tetap merusak lingkungan.

Perang 200 Tahun Kelas Pekerja

“Maka hanya dengan bersatu, kelas pekerja membentuk batalionnya, maju tak akan gentar ketika harus berhadapan dengan lawannya dan meraih kemenangan. Di sini kita mesti ingat bahwa kemenangan diraih dengan perjuangan dan pengorbanan, kecuali Anda menganggap Mao Zedong, Fidel Castro dan Ho Chi Minh cuma tidur-tiduran sambil twitter-an seharian.”

Pancasila dan Alam: Kembali Ke Pidato 1 Juni

Tanggapan Atas Muhammad Unies Ananda Raja   APA jadinya jika berbicara Pancasila tapi tak jeli dalam melihat Pancasila itu sendiri? Barangkali, sekali lagi barangkali, itulah

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.