1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 79

Paling Sering Dibaca

Invasi Indonesia dan Kelaparan Paksa di Timor Timur

PADA paruh kedua tahun 1970-an, ada dua kasus besar kekejaman massal di Asia Tenggara. Kasus pertama adalah Khmer Merah di Kamboja, berlangsung dari 1975 hingga 1979. Selama kurun waktu itu antara 10 persen dan 22 persen penduduk diyakini tewas karena kelaparan, kerja paksa dan eksekusi mati. Adapun kasus yang kedua adalah perang Indonesia terhadap rakyat Timor Timur, dengan periode yang paling mematikan antara tahun 1975 dan 1979. Selama kurun waktu tersebut, sekitar 31 persen penduduk Timor Timur tewas karena kelaparan, eksekusi mati dan kerja paksa.

Menemukan Indonesia Dalam Karya Marx

APA BEDANYA hasil dari mesin fotokopi dan pemikir? Kebaruan, kata Martin Suryajaya. Yang baru hanya muncul dari pemikiran. Menjadi pemikir berarti harus dapat melampaui kemampuan mesin fotokopi dalam sekadar mereproduksi. Menurut Martin, menjadi Marxis berarti berani menjadi pemikir. Tantangan yang diajukan Martin bukan perkara sepele. Sebagai pemikir, para Marxis harus mampu memunculkan hal-hal baru karena apabila tidak; apabila kita hanya mengulang-ulang apa yang sudah dikatakan Marx, maka mesin fotokopi jelas lebih Marxis ketimbang siapa pun karena kesanggupannya mengulang-ulang secara sempurna.

Memahami Inflasi Dari Perspektif Marxis

Informasi mengenai inflasi akan selalu penting bagi rakyat pekerja Indonesia. Hal ini disebabkan karena inflasi berkonsekuensi pada kenaikan harga sehingga menyebabkan semakin sulitnya rakyat pekerja Indonesia dalam memenuhi kebutuhan keseharian mereka. Karena inflasi, upah nyata mereka menjadi tergerus sebab harus mengikuti tingkat inflasi ini. Akhirnya, belanja kebutuhan dasar rakyat pekerja harus berkurang dan situasi ini akan membuat terjadinya penurunan kualitas hidup rakyat pekerja itu sendiri. Dari sini kita bisa melihat bahwa inflasi memiliki keterkaitan yang sangat erat bagi kehidupan rakyat pekerja dalam epos kapitalisme sekarang.

Implikasi praktis dari pendekatan Marxian dalam memahami inflasi adalah pentingnya upaya sosialisasi alat produksi dalam mengatasi inflasi. Kegagalan kelas borjuasi untuk meningkatkan nilai kapital konstan membuktikan bahwa dalam konjungtur perkembangan kapitalisme tertentu, kelas borjuasi tidak mampu menjalankan fungsi ‘revolusionernya’ untuk melakukan revolusionarisasi alat produksi. Kegagalan untuk meningkatkan kapasitas alat-alat produksi tersebut berimplikasi secara struktural terhadap seluruh kelas yang hidup dalam kapitalisme. Dalam hal inilah dorongan struktural untuk mengambil-alih alat-alat produksi oleh kelas pekerja dapat merupakan jawaban untuk mengatasi maraknya inflasi.

Kontradiksi Kerja-Upahan dan Kapital

WAGE-Labour and Capital pertama kali terbit dalam bentuk artikel berseri di surat kabar Neue Rheinische Zeitung, dimulai sejak 4 April 1849. Artikel berseri ini berisikan kumpulan ceramah Marx di Klub Pekerja Jerman (German Workingmen’s Club) di Brussels pada 1847. Seperti yang dikatakan Marx dalam Bab Pendahuluan, tulisan ini bertujuan untuk ’memeriksa secara lebih dekat kondisi ekonomi di atas mana berdiri keberadaan kelas kapitalis serta kekuasaan kelasnya, dan juga perbudakan para pekerja.’ Dalam pamflet ini, juga dibahas basis ekonomi dari kontradiksi yang tak terdamaikan antara kelas kapitalis dengan pekerja.

Hutannya Boleh, Orangnya Trada

Kredit ilustrasi: suara dari hati – WordPress.com Sejarah kehutanan negara dan kenyataan pemanfaatan hutan menunjuk pada ketegangan antara negara dan petani tentang akses dan kendali.

Media Kolektif dan Politik Kelas

Media Kolektif dan Politik Kelas

“Sebagai ilmu, senjata utama Marxisme adalah kritik berdasar analisis yang mumpuni: A ruthless criticism of everything existing”

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.