
Pergeseran Paradigma Neoliberal
PENATAAN Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama ini, tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh paradigma ekonomi mainstream dan hegemonik yang mendasari pembangunan di

PENATAAN Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama ini, tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh paradigma ekonomi mainstream dan hegemonik yang mendasari pembangunan di

Umar Said sedang berada di Aljazair dalam rangka persiapan kongres Wartawan Asia-Afrika ke-2, ketika peristiwa Gestok 1965 meletus

Di bawah kepemimpinan partai ultra-kanan, warisan intelektual Lukács di Hongaria dibabat. Di belahan dunia lain, Lukács lebih dihormati dan dibaca secara luas dibanding sebelumnya karena bangkitnya minat terhadap sosialisme.

Kredit ilustrasi: Twitter Voting to me will mean that I legitimise this choice And I don’t want to legitimise this choice I want to

Kredit ilustrasi: Postrakyat KATA Radikalisme sedang mengalami deformasi luar biasa. Maknanya sudah bergeser jauh dari positif dan progressif menjadi sangat negatif dan reaksioner. Dalam konteks

BARANGKALI perbincangan mengenai kemiskinan rakyat pekerja dalam kegaduhan politik saat ini kurang menarik perhatian pembaca. Meski, menjadi perhatian atau tidak menjadi perhatian, kemiskinan itu

Kredit foto: http://www.wrongkindofgreen.org “Dalam kenyataannya, organisasi non pemerintah bukanlah non pemerintah. Mereka menerima dana dari pemerintah-pemerintah berbagai negara di seberang lautan, atau mereka bekerja sebagai

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) NAK semalam ayah menonton film yang indah sekali: Istirahatlah Kata-kata. Berkisah penyair pemberani yang bernama Wiji Thukul. Pria kurus,

Kredit foro: Medium Kawan-kawan, KETIKA saya berkunjung ke Indonesia beberapa waktu, saya melihat Uber di Amerika telah masuk pula ke Indonesia. Pengalaman itu membuat

Kredit ilustrasi: CB Insights SEBELUM kiprah Elon Musk di Thailand yang berakhir Mas Elon heboh sendiri itu, Mas Elon, boleh jadi, tulus ingin membantu.

* Ilustrasi oleh Timoteus Anggawa Kusno “Kita membutuhkan etika atau keyakinan, sesuatu yang akan membuat orang-orang pandir tertawa; namun kita tak butuh untuk percaya pada apa-apa lagi selain
Globalisasi pertama-tama dimungkinkan oleh teknologi; teknologi yang bersifat menentukan dan ditentukan oleh dirinya sendiri. Kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan teknologi memungkinkan dunia berada dalam satu kesatuan. Namun ketika teknologi dimanfaatkan sebagai modal dalam kerangka kapitalisme, maka segala kemungkinan baru yang terus dan terus ditawarkan oleh teknologi menjelma komoditas baru. Inilah mungkin kenapa relevan kritikan Manuel Castell kepada Luchan bahwa globalisasi tidak hanya menciptakan satu kampung global namun menciptakan sebuah jejaring laba-laba global; dunia tidak menjadi satu komoditas saja (sebuah tayangan televisi ditonton oleh semua orang di seluruh dunia) melainkan dunia menjadi berjuta-juta komoditas yang ditawarkan ke seluruh dunia (berjuta-juta tayangan televisi hadir di hadapan kita dan kita tinggal memilihnya).
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.