1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 65

Paling Sering Dibaca

Tuhan Sebagai Eksepsi: Perihal Teologi Materialis

PERTANYAANNYA kemudian, ketika Tuhan dilihat sebagai eksepsi, maka eksepsi atas apakah Tuhan? Menurut saya, kredo ‘tiada tuhan selain Tuhan’ mulai harus ditafsirkan secara materialis. Alih-alih tuhan politeis, tuhan (dengan t kecil) yang harus dinegasikan adalah tuhan intervensionis, yang menjamin kehidupan manusia (dan alam) itu sendiri. Tuhan yang berperan di semua aspek kehidupan. Tuhan yang bertindak sebagai, dalam psikoanalisa, yang-lain-yang-besar (Big Other) dengan kapasitasNya untuk mengatur semua hal dalam realitas, dimana ia menjamin semua makna yang ada dalam realitas itu sendiri. Tuhan ini tidak bisa ada, karena memang peranan intervensionis dia di ranah material ada pada hukum alam itu sendiri. Dalam hukum alam, keberadaan tuhan sebagai penguasa pengatur segala memang tidak diperlukan.

Preman Bela Negara

Ilustrasi oleh Alit Ambara   BELA negara kembali menjadi persoalan. Media di luar dan dalam negeri menyorotinya, karena Kodam XVI/Udayana bermaksud melatih preman sebagai bagian

Pendidikan Sejarah dan Reproduksi Kebencian

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) BILL Bigelow, penulis buku “A People History for The Classroom” dan juga guru sejarah di Portland, Amerika Serikat, menulis kisah

Andai Haji Misbach Memimpin Ormas Islam

Sekarang sebuah perkumpulan yang tidak berdiri melawan kapitalisme berarti wajar pasti didukung oleh kapital (Haji Misbach) H Misbach adalah seorang moeslimin yang tegoeh (Tjipto Mangonkoesomo)

Omong Kosong “Free Speech” Elon Musk

Banyak kritikus menganggap Elon Musk sebagai penyokong kebebasan berbicara yang terlalu bersemangat. Namun, ketika memperbolehkan opini-opini kaum Kanan muncul lagi di Twitter, Musk justru menyensor suara kaum Kiri.

Catch-22 dan Logika Dialetheis

CATCH-22 adalah novel satir anti-perang dengan atmosfer cerita yang serupa dengan novel Slaughterhouse-Five karangan Kurt Vonnegut dan film “proto-Tarantino” Cross of Iron besutan Sam Peckinpah.

Puisi di Tengah Kota (pengantar video puisi Saut Sitompul)

Mungkin banyak dari kita yang belum pernah mendengar nama Saut Sitompul, membaca puisi-puisi karyanya, dan atau mendengarkannya mendeklamasikan puisi. Namun tentu banyak dari kita pernah bersua pengamen yang mendeklamasikan puisi entah di bus kota, entah di taman kota yang semakin hilang ke-hips-annya itu, entah di warung tenda pinggir jalan. Terkadang beberapa di antaranya begitu perlu untuk disimak, terkadang memang sekadar menjual bising kemiskinan dan pemberontakan.

Akhir dari Keluguan Teologi

PERTAMA-TAMA, izinkanlah saya bercerita. Peristiwanya tiga tahun lalu. Saat itu, saya baru saja menyelesaikan studi teologi, kemudian ditugaskan untuk melayani di sebuah Gereja di Jakarta.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.