1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 65

Paling Sering Dibaca

Pertukaran dan Sirkulasi

Kredit foto: id-blog.zenrooms.com   MODEL-model biasa ditampilkan sebagai satu bentuk abstraksi dari realitas konkret yang dilambangkan dengan notasi-notasi matematis atau oleh kurva sulat-salit. Keberadaan model-model

Andai Haji Misbach Memimpin Ormas Islam

Sekarang sebuah perkumpulan yang tidak berdiri melawan kapitalisme berarti wajar pasti didukung oleh kapital (Haji Misbach) H Misbach adalah seorang moeslimin yang tegoeh (Tjipto Mangonkoesomo)

Mengapa Gereja Harus Membela Buruh dan Petani?

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   GEREJA itu apolitis. Ini merupakan kesimpulan terpendek jika mengamati fenomena kontemporer gereja-gereja di Indonesia. Lembaga ini seolah tercerabut dari

Akhir dari Keluguan Teologi

PERTAMA-TAMA, izinkanlah saya bercerita. Peristiwanya tiga tahun lalu. Saat itu, saya baru saja menyelesaikan studi teologi, kemudian ditugaskan untuk melayani di sebuah Gereja di Jakarta.

Catch-22 dan Logika Dialetheis

CATCH-22 adalah novel satir anti-perang dengan atmosfer cerita yang serupa dengan novel Slaughterhouse-Five karangan Kurt Vonnegut dan film “proto-Tarantino” Cross of Iron besutan Sam Peckinpah.

Pertarungan demi Tanah dan Eksploitasi Kapitalis

Kredit foto: Walhi Jambi Kawan-kawanku sekalian, PERDEBATAN-perdebatan terkini antara dua kandidat dalam pemilu presiden (Pilpres) Indonesia, mengingatkan kita bahwa pertarungan untuk memperebutkan tanah membentuk benang

Bagamana Memilih Program?

 Kredit ilustrasi: Managed Programs, LLC KONON kata para warganet bijak pandai nan mahabenar, dalam memilih presiden nanti, jangan pilih orangnya, tapi pilih programnya. Pandangan ini

Preman Bela Negara

Ilustrasi oleh Alit Ambara   BELA negara kembali menjadi persoalan. Media di luar dan dalam negeri menyorotinya, karena Kodam XVI/Udayana bermaksud melatih preman sebagai bagian

Marxisme dan Dua Kebudayaan Filsafat Kontemporer (Bagian II)

Marx, seperti kita ketahui, adalah seorang Jerman yang lebih banyak menghabiskan hidupnya di Inggris. Cara pandangnya terpengaruh oleh Hegel, tetapi ini ia artikulasikan secara bertanggung-jawab lewat studi empiris ekonomi-politik yang dipelajarinya di Inggris. Dalam arti itu, bisa dikatakan bahwa Marx adalah anak tradisi Kontinental sekaligus Analitik. Ia memiliki imajinasi Kontinental ditambah dengan kecermatan Analitik, ambisi menggelora khas Kontinental—untuk ‘menangkap hukum gerak masyarakat,’ begitu katanya—sekaligus ketekunan bak akuntan yang mencirikan tradisi Analitik. Ia melihat segala sesuatunya secara holistik dan dialektis layaknya seorang Kontinental, tetapi ia juga siap menganalisinya per bagian secara mendetail dan lebih dari sekadar bersedia mengintegrasikan gagasannya dalam koordinasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan seperti cara kerja tradisi Analitik. Das Kapital adalah buku yang menjadi saksi pertemuan dua kebudayaan itu. Dan materialisme historis adalah visi yang bercorak Kontinental sekaligus Analitik: holistik seperti layaknya filsafat Kontinental, tetapi juga naturalistik seperti layaknya filsafat Analitik. Karl Marx, dengan begitu, dapat dikatakan, merupakan sintesis Kontinental-Analitik pertama pasca-Kant.

Pengetahuan dan Ilmu itu Punya Siapa?

Kredit ilustrasi: The Verge SALAH satu dari karakteristik ilmu yang biasanya diterima oleh kalangan akademis adalah sifatnya yang independen dari objek yang diteliti. Pengetahuan yang

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.