1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 64

Paling Sering Dibaca

Puisi di Tengah Kota (pengantar video puisi Saut Sitompul)

Mungkin banyak dari kita yang belum pernah mendengar nama Saut Sitompul, membaca puisi-puisi karyanya, dan atau mendengarkannya mendeklamasikan puisi. Namun tentu banyak dari kita pernah bersua pengamen yang mendeklamasikan puisi entah di bus kota, entah di taman kota yang semakin hilang ke-hips-annya itu, entah di warung tenda pinggir jalan. Terkadang beberapa di antaranya begitu perlu untuk disimak, terkadang memang sekadar menjual bising kemiskinan dan pemberontakan.

Mengapa Gereja Harus Membela Buruh dan Petani?

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   GEREJA itu apolitis. Ini merupakan kesimpulan terpendek jika mengamati fenomena kontemporer gereja-gereja di Indonesia. Lembaga ini seolah tercerabut dari

Marxisme dan Kijang Doyok

  MENGENDARAI motor sepulang bekerja di malam hari sembari mendengarkan playlist dari earphone, saya memperhatikan beragam kendaraan bermotor yang berhenti di belakang garis zebra cross

Pendidikan yang Memerdekakan

Foto diambil dari www.dailybruin.com   BERPENDIDIKAN dulu, lalu merdeka. Pemikiran seperti ini tidaklah sepenuhnya benar, malah sejurus mengarah pada kesesatan berpikir yang cukup akut. Akut

Marxisme dan Dua Kebudayaan Filsafat Kontemporer (Bagian II)

Marx, seperti kita ketahui, adalah seorang Jerman yang lebih banyak menghabiskan hidupnya di Inggris. Cara pandangnya terpengaruh oleh Hegel, tetapi ini ia artikulasikan secara bertanggung-jawab lewat studi empiris ekonomi-politik yang dipelajarinya di Inggris. Dalam arti itu, bisa dikatakan bahwa Marx adalah anak tradisi Kontinental sekaligus Analitik. Ia memiliki imajinasi Kontinental ditambah dengan kecermatan Analitik, ambisi menggelora khas Kontinental—untuk ‘menangkap hukum gerak masyarakat,’ begitu katanya—sekaligus ketekunan bak akuntan yang mencirikan tradisi Analitik. Ia melihat segala sesuatunya secara holistik dan dialektis layaknya seorang Kontinental, tetapi ia juga siap menganalisinya per bagian secara mendetail dan lebih dari sekadar bersedia mengintegrasikan gagasannya dalam koordinasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan seperti cara kerja tradisi Analitik. Das Kapital adalah buku yang menjadi saksi pertemuan dua kebudayaan itu. Dan materialisme historis adalah visi yang bercorak Kontinental sekaligus Analitik: holistik seperti layaknya filsafat Kontinental, tetapi juga naturalistik seperti layaknya filsafat Analitik. Karl Marx, dengan begitu, dapat dikatakan, merupakan sintesis Kontinental-Analitik pertama pasca-Kant.

Akhir dari Keluguan Teologi

PERTAMA-TAMA, izinkanlah saya bercerita. Peristiwanya tiga tahun lalu. Saat itu, saya baru saja menyelesaikan studi teologi, kemudian ditugaskan untuk melayani di sebuah Gereja di Jakarta.

Pertukaran dan Sirkulasi

Kredit foto: id-blog.zenrooms.com   MODEL-model biasa ditampilkan sebagai satu bentuk abstraksi dari realitas konkret yang dilambangkan dengan notasi-notasi matematis atau oleh kurva sulat-salit. Keberadaan model-model

’65, Konflik Sumber Daya Alam, dan Agenda Gerakan

APAKAH pelajaran yang bisa diambil dari Gus Dur dalam hal tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia?
Gus Dur adalah seorang nasionalis tulen. Dalam sebuah orasi di hadapan massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Malang, sehubungan dengan SDA, Gus Dur menyatakan bahwa ‘Ada tiga macam sumber alam [yang] harus direbut kembali, dipakai untuk memakmurkan Bangsa kita… Satu, sumber hutan; kedua, sumber pertambangan dalam negeri; tiga, sumber kekayaan laut.’

Pengetahuan dan Ilmu itu Punya Siapa?

Kredit ilustrasi: The Verge SALAH satu dari karakteristik ilmu yang biasanya diterima oleh kalangan akademis adalah sifatnya yang independen dari objek yang diteliti. Pengetahuan yang

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.