
Pendidikan Di Kuba: A Nation Becomes a University
Kredit foto: Granma El Ingle, 14 Juni 1961 Kepada yang terhormat, Perdana Menteri DR. Fidel Castro. Saya menulis sedikit catatan kepada Anda, untuk menyatakan bahwa

Kredit foto: Granma El Ingle, 14 Juni 1961 Kepada yang terhormat, Perdana Menteri DR. Fidel Castro. Saya menulis sedikit catatan kepada Anda, untuk menyatakan bahwa
APAKAH pelajaran yang bisa diambil dari Gus Dur dalam hal tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia?
Gus Dur adalah seorang nasionalis tulen. Dalam sebuah orasi di hadapan massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Malang, sehubungan dengan SDA, Gus Dur menyatakan bahwa ‘Ada tiga macam sumber alam [yang] harus direbut kembali, dipakai untuk memakmurkan Bangsa kita… Satu, sumber hutan; kedua, sumber pertambangan dalam negeri; tiga, sumber kekayaan laut.’

Prabowo mengutuk kapitalisme neoliberal karena dianggap tidak meneteskan kesejahteraan ke bawah. Namun, resep yang ia tawarkan adalah kapitalisme negara (state-capitalism) yang sentralistik.

Relevansi Nietzsche bagi Indonesia tidak terletak pada hilangnya agama, melainkan pada transformasi struktural dalam cara nilai-nilai diproduksi, dikontestasikan, dan diinstrumentalisasi dalam arena politik dan sosial.

Mungkin banyak dari kita yang belum pernah mendengar nama Saut Sitompul, membaca puisi-puisi karyanya, dan atau mendengarkannya mendeklamasikan puisi. Namun tentu banyak dari kita pernah bersua pengamen yang mendeklamasikan puisi entah di bus kota, entah di taman kota yang semakin hilang ke-hips-annya itu, entah di warung tenda pinggir jalan. Terkadang beberapa di antaranya begitu perlu untuk disimak, terkadang memang sekadar menjual bising kemiskinan dan pemberontakan.

MENGENDARAI motor sepulang bekerja di malam hari sembari mendengarkan playlist dari earphone, saya memperhatikan beragam kendaraan bermotor yang berhenti di belakang garis zebra cross
PERTANYAANNYA kemudian, ketika Tuhan dilihat sebagai eksepsi, maka eksepsi atas apakah Tuhan? Menurut saya, kredo ‘tiada tuhan selain Tuhan’ mulai harus ditafsirkan secara materialis. Alih-alih tuhan politeis, tuhan (dengan t kecil) yang harus dinegasikan adalah tuhan intervensionis, yang menjamin kehidupan manusia (dan alam) itu sendiri. Tuhan yang berperan di semua aspek kehidupan. Tuhan yang bertindak sebagai, dalam psikoanalisa, yang-lain-yang-besar (Big Other) dengan kapasitasNya untuk mengatur semua hal dalam realitas, dimana ia menjamin semua makna yang ada dalam realitas itu sendiri. Tuhan ini tidak bisa ada, karena memang peranan intervensionis dia di ranah material ada pada hukum alam itu sendiri. Dalam hukum alam, keberadaan tuhan sebagai penguasa pengatur segala memang tidak diperlukan.

Ada beberapa alasan institusional yang jelas mengapa erdoğanisme tangguh dan bisa kembali menang dalam pemilu.
PEMIKIRAN Bourdieu tentang selera sebagai putusan estetis cukup menarik. Dikatakan menarik, karena jika selama ini soal putusan estetis hanya lazim berdenyut dalam wacana filsafat (semisal,

Sosialisme yang dibangun dari bawah di Kerala rupanya dapat memberikan kebijakan alternatif yang dapat bekerja dengan baik dan memperkuat kapasitas politik rakyat pekerja

BELAKANGAN ini diskursus radikalisme Islam telah mempublik, terutama setelah pagelaran aksi “411”, “212”, atau aksi-aksi atas nama bela Islam lainnya pada saat Pilgub DKI 2016
Foto diambil dari www.dailybruin.com BERPENDIDIKAN dulu, lalu merdeka. Pemikiran seperti ini tidaklah sepenuhnya benar, malah sejurus mengarah pada kesesatan berpikir yang cukup akut. Akut
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.