
“Bahaya Ekstraksi Terutama Disebabkan oleh Keputusan yang Dibuat di Wall Street, Beijing, Washington, dan Brussels”
Bisakah kita mengurangi emisi karbon dengan cepat sambil meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh ekstraksi sumber daya alam?

Bisakah kita mengurangi emisi karbon dengan cepat sambil meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh ekstraksi sumber daya alam?
ADA YANG bilang kalau istilah ‘kelas sosial’ itu identik dengan Marxis. Kalau tidak ada konsep kelas, tidak ada yang namanya Marxisme. Memang sih, kalau

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) UMAT Kristen pada umumnya memahami bahwa sebelum sesuatu terjadi di dalam sejarah, semuanya sudah ditetapkan terlebih dahulu dalam kekekalan

Kontradiksi hak individu dalam alam pikiran libertarian.

HARI raya Idul Adha disebut juga sebagai Hari Raya Idul Qurban karena pada hari tersebut dan hari tasyriq, yakni tiga hari setelah hari raya Idul
APAKAH pelajaran yang bisa diambil dari Gus Dur dalam hal tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia?
Gus Dur adalah seorang nasionalis tulen. Dalam sebuah orasi di hadapan massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Malang, sehubungan dengan SDA, Gus Dur menyatakan bahwa ‘Ada tiga macam sumber alam [yang] harus direbut kembali, dipakai untuk memakmurkan Bangsa kita… Satu, sumber hutan; kedua, sumber pertambangan dalam negeri; tiga, sumber kekayaan laut.’

Persoalan parkir di Yogyakarta tak bisa dilepaskan dengan kepentingan ekonomi-politik yang kompleks. Maka perbincangannya harus melampaui aspek teknis belaka.

Kredit foto: radarbali.jawapos.com SEJAK beberapa minggu lalu, laman Facebook saya dihiasi dengan gambar-gambar dari Banjar Selasih, Desa, Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar. Bukan gambar-gambar yang menyenangkan.

Institusi politik saat ini tak mampu memikirkan pencapaian lebih dari pertumbuhan ekonomi, sementara para politisi memamah dari klaim pertumbuhan.
Dalam rangka mengenang almarhum Pramoedya Ananta Toer, kami memuat tulisan Linda Christanty untuk sebuah majalah di Yogyakarta tentang Pram dan karyanya ‘Arus Balik’. (editor) PRIA

BELAKANGAN ini diskursus radikalisme Islam telah mempublik, terutama setelah pagelaran aksi “411”, “212”, atau aksi-aksi atas nama bela Islam lainnya pada saat Pilgub DKI 2016

Anda mau menang Nobel Ekonomi? Satu syarat wajibnya adalah tidak menantang kemapanan kapitalisme.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.