1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 56

Paling Sering Dibaca

Corak Produksi Manusia Papua Dulu dan Kini

Kredit foto oleh www.letstravelsomewhere.com   BERAWAL dari sejarah geologinya. Sebelum zaman pencairan es yang terjadi sekitar 80.000-12.000 tahun lalu, pulau Papua, benua Australia dan Pulau

Ustadz dan Muslim Tanpa Pesantren

SANGAT mungkin pasar ‘profesi’ ustadz diramaikan oleh calon da’i otodidak yang sumber keilmuannya didapat dari buku-buku Islam berbahasa Indonesia. Dalam dunia industri media (baca: komersialisasi budaya pop) hukum pasar adalah norma tertingginya. Asalkan sang ustadz bisa menyampaikan dakwah secara menarik dan menghibur, ia akan diterima pasar. Apakah ia benar-benar paham pesannya sendiri, tak jadi soal. Oleh karenanya, istilah ustadz selebriti, ustad gaul, bahkan ustadz cinta kian tak terelakkan. Dengan sendirinya, media menjelma pasar yang menggiurkan bagi banyak calon da’i untuk berlomba-lomba menjadi ustadz, karena keuntungan material-duniawi yang dijanjikan maupun popularitas yang ia dapatkan. Profesi ustadz dengan sendirinya harus tunduk pada hukum pasar yang berlaku, dan oleh karena itu, ia disejajarkan dengan profesi artis dalam televisi.

Kembali Mengupas Sejarah Sosial Pemikiran Politik Barat

PEMIKIRAN politik Barat seringkali dipahami dan dipelajari secara parsial atau setengah-setengah. Baik dalam diskursus politik di tanah air maupun di kelas-kelas ilmu politik di negara industrialis maju, pemikiran politik Barat seringkali direduksi menjadi pengetahuan akan jargon-jargon belaka. Akibatnya, pemahaman kita menjadi jargonistik dan ahistoris, memakai istilah-istilah seperti ‘hak,’ ‘negara,’ ‘kedaulatan,’ ‘kebebasan’ dan ‘kapitalisme’ tanpa memahami konteks historis dari istilah-istilah tersebut.

Di tengah-tengah kondisi tersebut, Ellen Meiksins Wood berusaha memberikan analisanya tentang Pemikiran Politik Barat melalui perspektif sejarah sosial dari Abad Renaisans hingga Abad Pencerahan. Buku ini, yang merupakan lanjutan dari buku Wood sebelumnya, yaitu Citizens to Lords, membahas berbagai pemikiran filsuf politik Barat, dari Machiavelli hingga Spinoza, dari Montesquieu hingga Locke dengan meletakkannya pada konteks sosio-historis pembentukan negara, perkembangan awal kapitalisme dan kelas borjuis, perebutan klaim kedaulatan, hingga benturan dan dialektika antara faktor-faktor ideasional dan material.

Tiga Tantangan Jokowi-JK di Bidang Pendidikan

KEMENANGAN pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dalam pemilu yang lalu tak dapat dilepaskan dari beberapa program terkait pendidikan yang menarik buat banyak pemilih di Indonesia. Salah satu

Siapakah Yang Sampah? Komunisme atau Fasisme?

Jawaban untuk Sastro Al-Ngatawi   “KAOEM IGAMA! Partij Komunis Indonesia tidak memoesoehi Igama jg. Bagaimanapoen bentoeknja. Djangan pertjaja kepada Provocatie dari imperialis-Belanda dan fascist Djepang”

Marxisme Dan Meditasi (1)

APAKAH ada di antara Anda yang mengatahui soal meditasi atau bahkan pernah bermeditasi? Ya, betul. Duduk bersila, memangku tangan di pangkuan, memejamkan mata sambil mengatur

Surat Terbuka kepada Bapak Prabowo Subianto

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh KEPADA Bapak Prabowo Subianto Yang Saya Hormati, Pertama-tama, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Airlangga Pribadi Kusman, salah satu putra bangsa Indonesia yang

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.