1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 56

Paling Sering Dibaca

Dari Kritik Neoliberalisme ke Kritik Kapitalisme-neoliberal

SALAH satu warisan penting dari Pemilu 2009, adalah sentimen anti-neoliberalisme yang mewabah. Hingga saat ini, kesadaran anti-neoliberalisme ini tak bisa lagi dipukul mundur. Kasus bailout Bank Century, misalnya, dipandang tidak lagi sekadar perilaku buruk pejabat publik yang menyalahgunakan kekuasaannya, tapi sebagai konsekuensi dari dianutnya kebijakan neoliberal oleh penyelenggara negara dan otoritas keuangan nasional.

Tetapi, kalau kita perhatikan lebih serius, ada hal yang mesti didiskusikan secara serius dari kritik atas neoliberalisme tersebut. Ajakan untuk mendiskusikan kritik itu secara serius bukan karena kritik tersebut keliru,tapi lebih pada konsekuensinya terhadap pembangunan gerakan progresif di Indonesia.

Siapakah Yang Sampah? Komunisme atau Fasisme?

Jawaban untuk Sastro Al-Ngatawi   “KAOEM IGAMA! Partij Komunis Indonesia tidak memoesoehi Igama jg. Bagaimanapoen bentoeknja. Djangan pertjaja kepada Provocatie dari imperialis-Belanda dan fascist Djepang”

Apa yang Bisa Gerakan Buruh Pelajari dari Tumbuhan?

Beberapa tumbuhan mampu bertahan dalam jangka waktu ratusan ribu tahun. Sementara serikat dan gerakan buruh sering kali pasang surut dan sulit untuk bertahan. Lantas, adakah yang bisa dipelajari dari tumbuhan?

Kembali Mengupas Sejarah Sosial Pemikiran Politik Barat

PEMIKIRAN politik Barat seringkali dipahami dan dipelajari secara parsial atau setengah-setengah. Baik dalam diskursus politik di tanah air maupun di kelas-kelas ilmu politik di negara industrialis maju, pemikiran politik Barat seringkali direduksi menjadi pengetahuan akan jargon-jargon belaka. Akibatnya, pemahaman kita menjadi jargonistik dan ahistoris, memakai istilah-istilah seperti ‘hak,’ ‘negara,’ ‘kedaulatan,’ ‘kebebasan’ dan ‘kapitalisme’ tanpa memahami konteks historis dari istilah-istilah tersebut.

Di tengah-tengah kondisi tersebut, Ellen Meiksins Wood berusaha memberikan analisanya tentang Pemikiran Politik Barat melalui perspektif sejarah sosial dari Abad Renaisans hingga Abad Pencerahan. Buku ini, yang merupakan lanjutan dari buku Wood sebelumnya, yaitu Citizens to Lords, membahas berbagai pemikiran filsuf politik Barat, dari Machiavelli hingga Spinoza, dari Montesquieu hingga Locke dengan meletakkannya pada konteks sosio-historis pembentukan negara, perkembangan awal kapitalisme dan kelas borjuis, perebutan klaim kedaulatan, hingga benturan dan dialektika antara faktor-faktor ideasional dan material.

Kita Kehilangan Kaum Muda

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) ..kalau pemuda sudah berumur 21, 22 sama sekali tak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa…pemuda yang

Jalan Berliku Para Elite Papua

Eliezer Jan Bonay di rumahnya di Kota Wijhe, 31 Desember 1988. Kredit foto: John Rumbiak/ Suara Papua Nomor 5, Maret/April 1990/dokumentasi Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda

Memahami ‘Kelas Menengah’ Indonesia

ARTIKEL Made Supriatma, Hipokrisi Kelas Menengah, kembali menguak perhatian kita perihal status kelas menengah Indonesia. Made secara jenaka mengungkap kemunafikan ‘kelas menengah’ Indonesia yang lebih

Kosmologi Papua Merdeka

Sketsa karya Ellya Alexander Tebay (2011)   AKHIR Oktober 2011, saat itu Kota Timika masih berkecamuk demonstrasi pegawai PT Freeport Indonesia. Rentetan penembakan tidak juga

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.