
Wajah-wajah Kapital Marx
Kapital adalah karya klasik unggulan untuk membantu kita memahami perkembangan situasi terkini, termasuk orang-orang penting di masa kini yang ngawur, lewat perspektif sejarah yang tepat, meski versinya begitu beragam.

Kapital adalah karya klasik unggulan untuk membantu kita memahami perkembangan situasi terkini, termasuk orang-orang penting di masa kini yang ngawur, lewat perspektif sejarah yang tepat, meski versinya begitu beragam.

MASIH segar dalam ingatan kita, 16 Desember 2012 yang lalu, seorang perempuan India, Jyoti Singh Pandey, diperkosa dengan sadis oleh sekelompok laki-laki biadab dalam sebuah bus di jalanan New Delhi. Jyoti yang kesakitan meninggal 13 hari kemudian setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura. Beberapa waktu sebelumnya, di belahan dunia yang lain, buruh migran perempuan Indonesia diperkosa oleh tiga polisi di Malaysia. Tidak berhenti sampai di situ, perempuan pun kemudian dilarang duduk mengangkang di atas motor oleh pemerintah kota Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, terhitung sejak Januari 2013.

Relevansi Nietzsche bagi Indonesia tidak terletak pada hilangnya agama, melainkan pada transformasi struktural dalam cara nilai-nilai diproduksi, dikontestasikan, dan diinstrumentalisasi dalam arena politik dan sosial.

RIUH rendah kampanye ada di sekitar kita. Berbagai diskusi, pendapat, imajinasi masa depan tak terkira terbang berhamburan di sekitar kita. Menghadapi keadaan seperti itu, terkadang

Sebagian pemandangan Kerala. Kredit foto: happytrips.com PARA penggemar sastra dan aktivis gerakan sosial, tentu mengenal nama Arundathy Roy. Ya, melalui karyanya The God of

Krisis air terus saja terjadi di Kupang, NTT, apalagi di musim kemarau seperti sekarang. Hak atas air tidak dipenuhi pemerintah. Warga menanggung semuanya sendiri.

Kredit ilustrasi: pusaka.or.id KEKRISTENAN adalah agama dengan dimensi sosial yang kuat[1]. Konsekuensinya dia tidak dapat menutup diri terhadap berbagai masalah ekonomi, sosial, kebudayaan apalagi

Pada era penjarakan fisik yang akan berlaku sampai entah kapan ini, sosialisme datakratis adalah tatanan politik yang mungkin diimajinasikan hari ini.

SAYA akan mengenang Wijaya Herlambang tanpa melankoli. Sebab ia meninggalkan pada kita setumpuk tugas yang masih belum usai, tugas-tugas yang masih perlu dikerjakan. Oleh karena

Barat dan siapa pun yang pro-imperialis ingin kita melihat ada orang Palestina “baik” dan ada yang “jahat”–termasuk yang mengorganisir perlawanan. Jodi Dean menjelaskan mengapa membela Palestina harus secara universal.

Kredit ilustrasi: https://comicvine.gamespot.com DENGAN mundurnya AS dari Trans-Pacific Partnership (TPP) pasca penarikan-diri Trump awal tahun ini, lantas apakah tren dan sekaligus fitur-fitur “mengkhawatirkan” dari

PADA masa krisis kapitalisme global, Bloomberg, sebuah media korporat besar yang memfokuskan pada isu-isu ekonomi, sempat mengeluarkan sebuah artikel pada 2011 yang berjudul, ‘Give Karl Marx a Chance to Save Global Economy’ (Berikan Karl Marx Kesempatan untuk Menyelamatkan Ekonomi Global). Inti argumen dari artikel tersebut sangat sederhana, pandangan Marx mengenai kapitalisme sangat relevan dalam kondisi krisis kapitalisme sekarang. Bahkan secara implisit artikel tersebut hendak mengatakan kepada kita, alih-alih meninggalkan Marx karena prediksinya yang gagal mengenai kemunculan komunisme, kita harus kembali ke proyek awal Marx mengenai kritik ekonomi politik kapitalisme itu sendiri. Suatu hal yang setidaknya harus diajukan kembali dalam problem pengetahuan kita sekarang ini.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.