Membaca Ulang Manifesto Komunis
DALAM rangka memperingati terbitnya Manifesto Komunis (selanjutnya disebut Manifesto), yang ditulis Karl Marx dan Friedrich Engels pada 21 Februari, saya ingin membagi pembacaan saya atas
DALAM rangka memperingati terbitnya Manifesto Komunis (selanjutnya disebut Manifesto), yang ditulis Karl Marx dan Friedrich Engels pada 21 Februari, saya ingin membagi pembacaan saya atas

SALAH satu kemajuan gerakan sosial adalah ditunjangnya gerakan tersebut oleh teori-teori yang memadai. Dalam hal ini, tentu saja teori atau gagasan diperoleh salah satunya dari

Bagaimana mewujudkan arsitektur rakyat?

ini adalah ajakan untuk melawan kepasrahan akan penindasan dan juga merayakan keberdayaan serta membangun ketangguhan kita sebagai manusia yang selalu bisa membongkar struktur yang timpang dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru.

Untuk menantang hegemoni borjuis, Nono percaya seniman perlu melakukan intervensi dalam laku-laku artistiknya.
Slogan “local pride” sekadar slogan konsumsi. Slogan ini dipakai untuk mencintai Indonesia secara salah kaprah, yaitu dengan mengonsumsi produk dalam negeri tanpa melihat orang-orang yang bekerja di dalamnya.

Pendahuluan HIRUK-PIKUK mengenai persoalan ‘bela negara’ menunjukkan bahwa aspek ritual dan ‘mobilisasi dari atas’ memang merupakan bagian yang inheren dari tiap-tiap usaha pembentukan negara modern,

SETELAH produsen otomotif raksasa Ford, dan dua produsen elektronik terkemuka, Panasonic dan Toshiba menghentikan operasinya, pemerintah Indonesia dibayangi ketakutan akan gelombang relokasi industri. Ancaman gelombang
Dialog jujur dan terbuka tentang Tionghoa-Indonesia? Kita mulai dari buku-buku ini.
Tak bisa dimungkiri, apa pun yang (dianggap) berbau peristiwa ’65, alias Gestok atau Gestapu (G30S/PKI), akan menjadi masalah yang seksi. Penyebabnya adalah adanya selubung ketabuan yang mirip jargon bahasa dangdut koplo, “bukak sithik jos!”, bukannya “bukak akeh jos!”. Dengan kata lain, menutupi sedikit dan membuka sedikit. Ketabuan justru membuat siapapun semakin berhasrat membicarakannya. Misalnya, di ranah sastra, puluhan karya yang mengungkit berbagai kejadian seputar 1965 serta serentetan kejadian terkait seperti penangkapan, pembantaian, dan penyingkiran struktural siapapun yang dianggap “PKI”, terus bermunculan. Semakin Orba secara struktural mencoba menutupi kejadian-kejadian pasca-Gestapu, semakin banyak penulis tergoda untuk menggalinya.

Kredit ilustrasi: Temankita.com ADA banyak dari kita yang memandang keluarga sebagai konsep yang terberi (taken for granted), seakan ciptaan alam semesta. Kita lahir dari sebuah

Kredit ilustrasi: sevenmileroadphilly.org KONTROVERSI ucapan Eggi Sudjana terkait ke-esa-an Tuhan, berikut semua drama yang mengiringinya (lapor-melapor ke pihak kepolisian, hingga penggunaan pasal karet ‘Penistaan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.