Ekonomi Alternatif?
SALAH satu topik paling penting didiskusikan adalah topik “ekonomi alternatif.” Di kalangan gerakan, topik ini diam-diam bergerak liar, ketika semangat anti kapitalisme-neoliberalisme semakin memuncak. Ada
SALAH satu topik paling penting didiskusikan adalah topik “ekonomi alternatif.” Di kalangan gerakan, topik ini diam-diam bergerak liar, ketika semangat anti kapitalisme-neoliberalisme semakin memuncak. Ada

Ada beberapa kata kunci untuk memahami dengan benar apa yang sebenarnya dilakukan oleh Israel terhadap Palestina, yakni pembersihan etnis, genosida bertahap, kolonialisme-pemukim, dan politik apartheid.
Cerita Pendek HELMUT Herzog, seorang antropolog Jerman, pernah memperlihatkan potret lelaki ini pada saya tiga tahun lalu. Ketika itu Helmut tengah meneliti tentang orang-orang yang

Kredit ilustrasi: tabayyun.dohainstitute.org “Hai orang-orang yang beriman, jika datang padamu, orang fasiq membawa kabar berita maka bertabayyunlah (periksalah dengan teliti!) agar kamu tidak menimpakan

Ilustrasi oleh Nobodycorp SEMUA kisah cinta yang agung selalu memuat penderitaan. Taruhlah, misalnya, Romeo and Juliet, kisah roman tragedi gubahan Shakespeare yang terkenal
ARTIKEL Mohamad Zaki Hussein yang berjudul Ideologi dan Reproduksi Masyarakat Kapitalis, yang merupakan pengantarnya untuk diskusi tentang artikel Louis Althusser, Ideology and Ideological State Apparatuses,

Kredit ilustrasi:Deskgram BELUM lama berselang mencuat berita mengenai protes yang dilakukan oleh dua orang mantan pekerja PT Jaba Garmindo kepada korporasi yang bergerak di industri

“Ada tiga hal yang menyebabkan kemitraan palsu ini diterapkan secara masif. “

ESTETIKA sebagai disiplin filsafat seni telah mengalami banyak perubahan sepanjang abad ke-20.[1] Sejak kemunculannya sebagai pendekatan berkat Alexander Baumgarten di abad ke-18 sampai dengan akhir

Kredit foto: radarpekalongan.com SERINGKALI saya disodori dengan pertanyaan yang sama, kenapa menolak? itu kan pembangunan, nanti juga untuk kebutuhan listrik rakyat, jangan anti pembangunan

DALAM beberapa minggu belakangan ini, jagat politik di Indonesia ramai dengan isu propaganda “Ganyang Malaysia.” Beberapa media gencar menyerukan dan membakar sentimen nasionalisme untuk meraih dukungan rakyat pekerja dalam melancarkan perang terhadap Malaysia.
Tingkah polah media-media itu ibarat provokator dalam gambaran rejim Orde Baru: menyebarkan kebencian, keresahan, dan kekerasan di tengah massa. Siaran sarat bombasme dan sarkasme sekaligus pengejaran akan rating iklan lebih dominan tinimbang aspek informatif dan edukatif. Sehingga patut dipertanyakan, apa makna nasionalisme yang muncul di kepala para penyiar, produser, dan pemilik media tersebut?
Relevansinya dengan Diskursus Politik Kontemporer Pada bagian ini akan dielaborasi berturut-turut pemikiran Gramsci dengan sistematika (1) metode Gramsci,(2) konteks historis pemikiran Gramsci, (3) perang posisi
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.