1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 30

Paling Sering Dibaca

Marx dan Engels Sebagai Pemikir Utopis yang Malu-Malu

Bentuk utopia ala Marx dan Engels bergantung pada dinamika perjuangan terhadap kondisi sejarah yang ada. Mereka menjadikan utopia sebagai sebuah kemungkinan historis yang terbuka dan bukan sebagai imajinasi yang statis.

Kekayaanlah yang Semestinya Dipajaki, Bukan Komoditi

“Persoalan pajak adalah soal keadilan yang fundamental bagi sebuah masyarakat. Oleh karenanya tidak akan pernah ada cara mudah untuk mengatasi kerumitannya. Political will saja tidak akan pernah memadai untuk keperluan ini. Dibutuhkan pula political capabilities dan economic savvy untuk melihat persoalan pajak.”

Antara Islami Simbolik dan Islami Substantif

TULISAN ini lahir setelah melalui diskusi dengan teman saya Nias Phydra. Diskusi yang bermula ketika Maarif Institute merilis hasil penelitiannya tentang Indeks Kota Islami. Hasil

Marxisme dan Libertarianisme

Dalam pengertian yang paling umum sekalipun, kerap dilihat bahwa tak ada dua posisi pemikiran politik-ekonomi yang lebih berlawanan secara demikian kontras ketimbang antara Marxisme dan libertarianisme. Ambil contoh mengenai cita-cita masyarakat yang hendak dicapai. Libertarianisme menggagas masyarakat dengan peran negara yang minimal, dimana distribusi sumber daya ditentukan oleh kemampuan masing-masing individu melalui mekanisme pasar. Sementara Marxisme menggagas masyarakat tanpa perbedaan distribusi sumber daya dan karenanya juga tanpa negara, tetapi kondisi ini dicapai melalui penguasaan dari mereka yang lemah secara ekonomis terhadap negara. Demikian pula dalam pengertian keduanya tentang penindasan atau eksploitasi. Bagi seorang libertarian, eksploitasi terjadi dalam sistem dimana orang kaya diwajibkan meluangkan hasil kerjanya untuk membantu orang miskin, sementara bagi seorang Marxis, eksploitasi terjadi dalam sistem dimana para pekerja tidak memperoleh hasil yang setara dengan nilai hasil kerjanya. Singkatnya, libertarianisme adalah filsafat kelas kapitalis, sementara Marxisme adalah filsafat kelas pekerja.

Melampaui Self-Interest

Kritik Amartya Sen terhadap Pendekatan Behavioral dalam Teori Ekonomi PERBINCANGAN mengenai self-interest tetap memikat. Ini karena konsep self-interest menyeruak ke tengah arena diskursus secara dinamis,

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.