September Kelabu
(Untuk Eyang Tarni) Empat belas tahun sebelum aku lahir Perempuan itu nenekku Duduk mengusap-usap perutnya Ratap tangisnya tertelan desah angin malam Sementara jabang bayinya terlelap
(Untuk Eyang Tarni) Empat belas tahun sebelum aku lahir Perempuan itu nenekku Duduk mengusap-usap perutnya Ratap tangisnya tertelan desah angin malam Sementara jabang bayinya terlelap
BUKU Gurita Cikeas karya George J Aditjondro atau GJA mengundang reaksi keras. Para pendukung SBY, berlatar belakang akademisi dan terlebih politisi, menanggapi buku ini dengan
SEJAK pemerintah Prancis mengajukan usul reformasi usia pensiun dari usia 60 tahun menjadi 62 tahun, kota-kota besar di Prancis meledak dalam rentetan demonstrasi. Dimulai pada
Pengalaman Mogok Kerja Buruh PT. Onamba Indonesia, Karawang Irman Nur dan Iwan Ridwan Aktivis Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kami satu: buruh Kami punya
BELUM LAMA ini, kasus buruh migran mencuat kembali ke permukaan. Sumiati (23), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dianiaya secara
TIGA Oktober lalu, untuk pertama kalinya sejak penghancuran gerakan rakyat 1965/1966, kaum buruh Indonesia melakukan Mogok Nasional. Jutaan buruh tumpah-ruah ke jalan-jalan di berbagai daerah di Indonesia. Mogok Nasional ini merupakan bagian dari proyek Hostum (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah) yang digulirkan sejak Mei 2012. Dan sejak itu, mereka sudah melakukan aksi-aksi pengepungan pabrik untuk memaksa pengusaha mengubah status buruhnya yang outsourcing menjadi hubungan kerja langsung dengan perusahaannya. Dari wawancara Roni Febrianto, salah seorang pimpinan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang diterbitkan di situs Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), dilaporkan ada lebih dari 50.000 buruh outsourcing yang berhasil diubah statusnya menjadi hubungan kerja langsung dengan perusahaan. Adapun Mogok Nasional ini berdampak pada kerugian triliunan Rupiah di pihak kaum kapitalis.
[soundcloud url=”https://api.soundcloud.com/tracks/129642983″ params=”color=ff6600&auto_play=false&show_artwork=true” width=”100%” height=”166″ iframe=”true” /]

TULISAN ini akan saya awali dengan sebuah fantasi. Bayangkanlah sebuah kondisi masyarakat Indonesia yang terkutuk untuk selalu mengingat. Tak ada hal apa pun dalam sejarah

HARI Kamis, 16 Juni 2015, parlemen Yunani memutuskan untuk meloloskan proposal yang diajukan Eurogroup untuk mengatasi krisis ekonomi mereka. Dengan 229 anggota parlemen menyetujui serta
Forum Pembaca IndoPROGRESS yang pertama ini menyoal tentang Nasionalisme.

Apa yang tersisa dan bisa kita kerjakan sekarang? Perlawanan sehari-hari, kecil atau besar. Apa yang tertinggal dari kita hanyalah kesadaran melawan untuk merespons segala kondisi bahaya ini.
ANALISA EKONOMI POLITIK AKHIR-akhir ini kata teror dan terorisme telah mengalami penyederhanaan yang luar biasa. Maknanya semata merujuk ke tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang dilabeli sebagai
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.