Kapok
RUBASLOV, seorang Bolshevik tua, dijebloskan ke penjara. Tuduhan yang ditimpakan pada dirinya cukup gawat: menyingkirkan pemerintah dari tanah air revolusi. Pengadilan Moskow memutuskan—tanpa ragu: Rubaslov
RUBASLOV, seorang Bolshevik tua, dijebloskan ke penjara. Tuduhan yang ditimpakan pada dirinya cukup gawat: menyingkirkan pemerintah dari tanah air revolusi. Pengadilan Moskow memutuskan—tanpa ragu: Rubaslov
MUNGKIN tanggal itu sudah lama kisut: 14 Desember 1825. Serombongan tentara—rata-rata masih muda—berdiri di lapangan St. Petersburg, Rusia. Konon jumlahnya 3.000 orang. Mereka hanya diam
MUSIM hujan sudah mengetuk pintu Jakarta. Dan ini bukan tamu yang ditunggu dengan suka-cita. Bagi mayoritas orang Jakarta, hujan adalah kutukan. Ketika musim hujan tiba, segala iba dan belas-kasih tercurah ke kota ini. Dari kerabat, kawan yang ada di luar Jakarta atau pendatang baru, atau para pengunjung sesaat. Setiap ada berita tentang banjir di salah satu kelurahan di Jakarta muncul di televisi, orang tua di kampung—bukan orang tua saya tentu saja—cepat-cepat menghubungi ponsel anaknya yang sudah 7-8 tahun hidup di Jakarta.
MENYIMAK berbagai kolom opini dan pernyataan para tokoh di beberapa media massa saat ini, terkesan perbincangan yang paling mendominasi berpusar pada dua persoalan: penegakkan hukum
ANALISA EKONOMI POLITIK ADA tendensi melihat kekerasan perkotaan sebagai soal identitas. Peristiwa di Koja Priok, Jakarta, dihubungkan dengan makam penyiar Islam Habib Hasan Al Haddad, yang luas

‘Bung, kedepan ini adalah pertarungan. Boleh saja sambil bergembira, tetapi waktu tak memberi kita kemewahan dan banyak jeda untuk merasakannya.’ BAIKLAH, perdamaian ternyata lebih

SYRIZA kalah. Menghadapi tekanan mengenai paket-paket pengetatan (austerity) dari Troika (Uni Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa), aliansi popular demokratik yang kemarin berhasil memenangi pemilu
Ini cermin yang bisa membuat wajah kita buruk. PADA hari kedua belas, Surajan bangkit dari ranjang. Ia menuju ke halaman, balik lagi ke dalam rumah,
SAYA lahir tahun 1987. Jadi, kira-kira hanya 11 tahun lamanya saya ‘menikmati’ narasi Orde Baru tentang Tragedi 1965, yang digelar tahunan lewat film Pembantaian G30S/PKI.
Persoalan buruh hari ini terkait erat dengan agenda perdagangan bebas. Apalagi Indonesia telah mengikatkan dirinya dengan perjanjian perdagangan bebas di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 1995, lantas menjadi bagian Integrasi Kawasan Ekonomi ASEAN pada 2003. Belum lagi perjanjian-perjanjian perdagangan bebas antara dua Negara (bilateral). Ini berarti, ke depan masalah perburuhan akan semakin kompleks, dan aksi-aksi buruh akan terus meningkat.
Bagi gerakan buruh, menyelesaikan persoalan buruh kemudian harus diletakan pada akar soal yang tepat. Buruh tak lagi hanya berhadapan dengan majikan sebagai individu, ataupun keberpihakan minus pemerintah. Buruh kini harus berhadapan dengan kapitalisme yang lebih luas, sistem perdagangan bebas. Oleh karena itu, tuntutan gerakan buruh hari ini tidak bisa lagi hanya sekedar menuntut pemenuhan hak-hak normatif. Tuntutan gerakan buruh sudah harus ditambah dengan tuntutan untuk menolak agenda perdagangan bebas dan segera mendesak pemerintah untuk membatalkan seluruh komitmen perdagangan bebas yang mereka setujui.

KALAU saya sedang membicarakan soal pemilu, saya tak bakal langsung bicara hal-hal yang signifikan seperti perkiraan persentase golput, pentingnya pemilih muda atau urgensi menyusupkan agenda

HARI MINGGU lalu (7 Agustus), sekitar 50 juta pemilih terdaftar di Thailand, menuju tempat-tempat pemungutan suara. Untuk memastikan proses pengambilan suara berjalan lancar di 94
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.