Melampaui Sosial Demokrasi
Catatan untuk AE Priyono ARTIKEL AE Priyono, “Reaktualisasi Sosial Demokrasi Relevansi dan Konteksnya di Indonesia Dewasa ini,” (di sini), sangat menarik untuk didiskusikan lebih lanjut.
Catatan untuk AE Priyono ARTIKEL AE Priyono, “Reaktualisasi Sosial Demokrasi Relevansi dan Konteksnya di Indonesia Dewasa ini,” (di sini), sangat menarik untuk didiskusikan lebih lanjut.
Kisah Mantan Tapol PKI di Sulawesi Tenggara DI kampung Nangananga, Kendari, Sulawesi Tenggara, tiap jiwa pergi dengan cara tragis. Bila di tahun 1965 banyak anggota
HAL-HAL yang rumit menjadi sederhana. Soal-soal pelik menjadi ringan. Perbedaan tak berujung menjadi kompromi. Hal-hal yang tak bisa diselesaikan dicairkan dengan tawa dalam gelas-gelas ’seribu
“TAK ADA tatanan sosial yang dapat diruntuhkan sebelum semua tenaga produktif yang diperlukan berkembang, dan relasi produksi baru yang lebih tinggi tak akan menggantikan yang

HARIAN “API” jang mulai terbit setelah terdjadinja peristiwa kontra-revolusioner “Gerakan 30 September”, melalui editorial2, tulisan, pemberitaan dan ulasan2nja, telah menjumbangkan fikiran2 dan andjuran2 jang gamblang dan

KETIKA menerima tongkat estafet kepemimpinan nasional, Jokowi mewarisi APBN dalam kondisi yang sakit yaitu berupa penyempitan ruang fiskal, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk segera mengeksekusi
SEBAGAI sebuah dokumen paling bersejarah dalam gerakan kiri sedunia,Manifesto Komunis (selanjutnya disebut Manifesto), telah menjadi sumber inspirasi sekaligus kontroversi teoritik dan gerakan sejak kemunculannya pada Februari

BAIKLAH, nak. Kemari dan berbaringlah di pangkuanku. Akan kukisahkan kepadamu sebuah cerita. Ini bukan cerita rekaan, bukan pula roman picisan. Dulu pada masa yang belum
Pertama perkenalkan nama saya Dimas Fauzi Hidayat. Saya mahasiswa hubungan internasional Universitas Brawijaya, suatu universitas yang terlalu “ribet” di dalam kampus itu sendiri karena adanya

Kredit foto: http://thevoiceofrohingya.blogspot.com 5 DESEMBER 2016, sekitar 300 orang melakukan demonstrasi di pusat kota Maungdaw. Protes yang sama juga terjadi di Buthidaung, Minbyar dan
Artikel ini diterjemahkan dari versi aslinya dalam bahasa Inggris yang dimuat pada The Jakarta Post, 8 Juli 2006. “Gelombang ketiga demokratisasi,” demikianlah Samuel Huttington menamakan
Dalam pidato kebudayaannya Neoliberalisme dan Sifat Elusif Kebebasan, yang disampaikan di Taman Ismail Marzuki, B Herry-Priyono mengingatkan kita tentang watak kebebasan yang dibatalkan oleh neoliberalisme.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.