1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 208

Paling Sering Dibaca

Melampaui Sosial Demokrasi

Catatan untuk AE Priyono ARTIKEL AE Priyono, “Reaktualisasi Sosial Demokrasi Relevansi dan Konteksnya di Indonesia Dewasa ini,” (di sini), sangat menarik untuk didiskusikan lebih lanjut.

Somewhere in Time

Kisah Mantan Tapol PKI di Sulawesi Tenggara DI kampung Nangananga, Kendari, Sulawesi Tenggara, tiap jiwa pergi dengan cara tragis. Bila di tahun 1965 banyak anggota

Membangun Rantai Intelektual Kiri

“TAK ADA tatanan sosial yang dapat diruntuhkan sebelum semua tenaga produktif yang diperlukan berkembang, dan relasi produksi baru yang lebih tinggi tak akan menggantikan yang

Kumpulan Editorial Harian “API”

HARIAN “API” jang mulai terbit setelah terdjadinja peristiwa kontra-revolusioner “Gerakan 30 September”, melalui editorial2, tulisan, pemberitaan dan ulasan2nja, telah menjumbangkan fikiran2 dan andjuran2 jang gamblang dan

Ambisi Jokowi dan Defisit Keseimbangan Primer

KETIKA menerima tongkat estafet kepemimpinan nasional, Jokowi mewarisi APBN dalam kondisi yang sakit yaitu berupa penyempitan ruang fiskal, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk segera mengeksekusi

Manifesto Komunis dan Masyarakat Non-Barat

SEBAGAI sebuah dokumen paling bersejarah dalam gerakan kiri sedunia,Manifesto Komunis (selanjutnya disebut Manifesto), telah menjadi sumber inspirasi sekaligus kontroversi teoritik dan gerakan sejak kemunculannya pada Februari

Sebuah Percakapan Dari Tahun 2029

BAIKLAH, nak. Kemari dan berbaringlah di pangkuanku. Akan kukisahkan kepadamu sebuah cerita. Ini bukan cerita rekaan, bukan pula roman picisan. Dulu pada masa yang belum

Bara Api di Arakan: Politik Kewarganegaraan

Kredit foto: http://thevoiceofrohingya.blogspot.com   5 DESEMBER 2016, sekitar 300 orang melakukan demonstrasi di pusat kota Maungdaw. Protes yang sama juga terjadi di Buthidaung, Minbyar dan

Neoliberalisme adalah Anti-Demokrasi

Artikel ini diterjemahkan dari versi aslinya dalam bahasa Inggris yang dimuat pada The Jakarta Post, 8 Juli 2006. “Gelombang ketiga demokratisasi,” demikianlah Samuel Huttington menamakan

Jalan Keadilan

Dalam pidato kebudayaannya Neoliberalisme dan Sifat Elusif Kebebasan, yang disampaikan di Taman Ismail Marzuki, B Herry-Priyono mengingatkan kita tentang watak kebebasan yang dibatalkan oleh neoliberalisme.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.