1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 206

Paling Sering Dibaca

Apa Kabar Kelas Menengah?

SETELAH satu dekade krisis, ada banyak hal yang bisa kita renungkan. Tulisan singkat kali ini, hendak menyorot peran kelas menengah dalam mengonsolidasikan demokrasi. Sebelumnya, saya

Luka dari “Saudara Tua”

DESEMBER 2000, Koichi Kimura dan Mardiyem bertolak ke Tokyo, Jepang. VAWW-NET Jepang (Violence Against Women in War-Net Work), lembaga yang mengundang mereka, lagi menggelar Pengadilan

Intelektual Cina di Masa Reformasi

Secara tradisional, kaum intelektual di Cina menempati peran yang menentukan dalam lingkungan politik maupun sosial. Pada masa kejayaan dinasti kekaisaran, para intelektual ini berperan penting

Sengketa BBM dan Partisipasi Publik

DALAM satu dua minggu terakhir, perbedaan pendapat muncul di antara banyak kalangan terkait pencabutan subsidi BBM. Kali ini perbedaan pendapat tersebut bukan lagi merupakan hasil

Zohran Mamdani dan Alternatif Sosialis

Kemenangan Zohran memberi inspirasi dan kepercayaan diri bahwa hanya sosialisme yang dapat menjadi alternatif dari kapitalisme neoliberal. Selain itu adalah barbarisme.

17 Agustus versus 1 Oktober

SAYA datang ke Indonesia pertama kali 1969 dan sudah berkali-kali kembali ke Indonesia. Sebagai seorang yang memulai perjalanan kehidupan intelektual sebagai mahasiswa jurusan studi Indonesia,

PERBINCANGAN: UU Ormas Dan Implikasinya

Pada hari Selasa 2 Juli 2013, Pemerintah dan DPR RI resmi mengesahkan UU Organisasi Masyarakat (ORMAS). 311 Anggota DPR menyatakan setuju dan 50 anggota lainnya menolak. Dengan telah disahkannya UU Ormas ini, bagaimana dampaknya bagi kehidupan demokrasi, yang saat ini hanya mengambil bentuk procedural? Berikut ini perbincangan Coen Husain Pontoh dari IndoPROGRESS dengan Indri D. Saptaningrum, Direktur Eksekutif Institute for Policy Research and Advocacy; Ted Spraque, Editor Militan Indonesia; dan Justinus Prastowo, research associate Perkumpulan Prakarsa. Berikut petikannya:

Papua dan Anti Neo-kolonialisme

KEPERGIAN Gus Dur meninggalkan duka bagi warga di Papua. Ia dikenang sebagai pemimpin politik Indonesia yang maju dalam mencari terobosan penyelesaian persoalan Papua. Di era

Syariat Islam: Mimpi Buruk Kaum Minoritas

PADA AGUSTUS 2002, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bulan Bintang mengusulkan pencantuman Piagam Jakarta dalam UUD 1945. Mereka hendak memasukkan lagi tujuh kata dalam Pancasila:

Menjaga Dusun Yawalkal

Ntemeti, esi, ntemeti dinen katipo. Ntemeti bonu kanisi telu bon supa. [Teteh (kakek), saya minta ikan pada teteh. Teteh, ini ada pinang, kapur, dan lempeng]

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.