1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 196

Paling Sering Dibaca

Sebuah Percakapan dengan Titarubi

Apa yang disebut Titarubi sebagai pertanyaan-pertanyaan yang memeras otak itu sebetulnya adalah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan proses berkarya Titarubi dan juga zaman otoritarian Soeharto. Titarubi memang berkarya pada zaman itu pula dan ia pun pernah aktif dalam gerakan pembebasan dan peningkatan kesejahteraan tahanan dan aktivis Orde Baru. Tak hanya itu, ia pun akrab dengan beberapa aktivis kala itu. Selain itu, ada juga beberapa pertanyaan yang menyentuh isu-isu yang menarik perhatiannya dalam berkarya dan posisi perempuan dalam seni rupa. Selang sebulan surel itu saya terima, pertanyaan-pertanyaan itu menemukan jawabannya dalam tatap muka kami.

Bagaimana Belajar dari Podemos? (Bagian 1)

DALAM artikelnya di IndoPROGRESS beberapa waktu lalu, Muh. Ardiansyah Leitte mengatakan perlunya gerakan sosial Indonesia untuk belajar dari pengalaman Podemos. Hal ini tampak, setidaknya, pada

Teknokrat Bukan Juru Selamat

Dengan gelar mentereng dari universitas, setumpuk data di tangan, dan bahasa yang penuh jargon statistik, teknokrat dipuja sebagai antitesis dari politisi busuk.

Guantanamera, Foco, Che

DARI tiga kata pada judul tulisan ini, kata ketigalah, tebakan saya, yang paling cepat mendapat rujukkan di kepala Anda. Sosok bertopi baret, mata menerawang jauh

Dongeng Sebelum Tidur

MAYORITAS manusia yang diceritakan GM dalam tulisannya, termasuk dirinya, tipikal manusia yang dirugikan oleh sebuah zaman dan tempat tertentu. Karena pergolakan politik zaman itulah maka waktu itu saya begitu; lantaran mood zaman itu begitu, maka saya pada saat itu cenderung pada pemikiran A dan bukan K. Aroma manusia seperti itu banyak kita temukan juga dalam novel Pulang dan Amba (dan banyak narasi tentang korban 1965 lainnya). Tokoh-tokoh peristiwa 65 yang kebetulan saja ada pada tempat yang salah, pada waktu yang salah. Sebuah logika yang sama dalam narasi-narasi yang berbeda. Atau dengan kata lain, mereka lagi sial aja.

Kepada-Nya Kami (Menolak) Berserah Diri

Kredit ilustrasi: Fabian Suchanek MELELAHKAN harus memacu motor sepanjang Jalan Kaliurang: motor dan mobil yang saling berdempetan membuat udara terasa padat dan pekat. Maka, kelegaan

MP3EI dan Keselamatan Rakyat

TINGGINYA angka pertumbuhan ekonomi Indonesia, dirayakan di tengah maraknya pengungkapan korupsi yang melibatkan para pejabat dan politisi. Elektabilitas partai-partai besar turun karena petinggi dan kader-kadernya terlibat korupsi. Saat yang sama, potret penderitaan warga akibat perluasan investasi yang bertumpu pada pengerukan kekayaan alam meningkat dan meluas. Pada kondisi ini Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) diusung. Proyek ini menjanjikan mimpi Indonesia menjadi sepuluh negara besar di dunia pada 2025.

MP3EI berlabel Not Business As Usual dengan menu lama, yaitu sektor industri ekstraktif, kehutanan, dan perkebunan skala besar yang rakus lahan dan buruh murah. Proyek seperti ini telah terbukti melahirkan kasus-kasus perampasan lahan, penurunan mutu fungsi-fungsi alam, serta bencana industrial yang menyingkirkan permukiman dan ruang-ruang ekonomi, seperti kasus luapan lumpur Lapindo.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.