
Di NTT, Tuak dan Kadal Lebih Berharga dari Manusia
Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. Internationale Unlimited). BLUSUKAN boleh jadi merupakan cara politisi untuk menunjukkan kepedulian mereka, atau sekedar sebuah cara baru bagi elit untuk

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. Internationale Unlimited). BLUSUKAN boleh jadi merupakan cara politisi untuk menunjukkan kepedulian mereka, atau sekedar sebuah cara baru bagi elit untuk
ANALISA EKONOMI POLITIK SEMINGGU terakhir ini, halaman-halaman utama media massa, diramaikan oleh pemberitaan mengenai struktur baru kepengurusan Partai Demokrat, di bawah pimpinan Anas Urbaningrum. Ada

Kredit ilustrasi: katadata.co.id DI TENGAH hilanganya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melakukan ekspansi belanja akibat membengkaknya defisit keseimbangan primer, pemerintah menempuh berbagai
ASAL-USUL konsepsi masyarakat sipil bisa ditelusuri hingga ke zaman Yunani Kuno, atau ke masa dimana Hegel, filsuf idealis terbesar, merumuskan gagasannya tentang masyarakat sipil sebagai
Aspek Demokratis Manifesto Komunis MEREFLEKSIKAN perkembangan gerakan perlawanan atau pun pergerakan Kiri di Indonesia, baik pada periode Orde Baru maupun pada periode Reformasi, saya berpendapat,

Kredit foto: Fathimah Fildzah Izzati KITA percaya tiada orang yang menghendaki kekerasan. Semua manusia waras membeci dan mengutuknya. Yang demikian ini, bahkan saya temui pada

Kredit foto: SINDONews DALAM perjalanan pulang ke tempat kos, saya membaca pemberitaan mengenai peresmian Puan Maharani sebagai Ketua DPR yang baru. Seperti biasa, media massa
Tanggapan terhadap Max Lane MAX LANE, seorang Indonesianis dari University of Sydney, Australia, menulis sangat baik tentang Bung Karno dan gagasan-gagasan politiknya. Salah satu tulisannya

PERINGATAN keras: hilangkan (Anda bebas menambah kata ‘sejenak’) segala caci maki dan stereotipe kita pada kelas menengah. Karena, saya kira, tulisan ini dibuat oleh seorang
TIGA BELAS tahun sudah Indonesia memilih jalan panjang menuju demokrasi. Jalan yang tidak mudah, dipenuhi kerikil serta tantangan di setiap liku jalan. Salah satu tantangan
TENGAH malam yang digulung badai, ketiga perempuan itu: Minerva, Maria dan Patria, dalam perjalanan pulang dari mengunjungi suami mereka yang disekap di penjara Salcedo, Dominika.

MEMBACA artikel Hizkia ‘Yosie’ Polimpung ini, kita seketika akan tersadar bahwa inilah situasi aktual yang kita hadapi hari ini. Sekeras apapun usaha kita untuk mengupayakan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.