1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 168

Paling Sering Dibaca

Simposium 65 dan Rehabilitasi Kemanusiaan

Ilustrasi gambar oleh Alit Ambara   SIMPOSIUM 65 yang berlangsung tanggal 18-19 April 2016 kemarin, telah membuka kotak Pandora permasalahan dari apa yang disebut pemerintah

Panggil Aku Wartawan

Bagaimana wartawan TV era Reformasi memaknai profesionalismenya? RAYMOND Arian Rondonuwu sudah 12 tahun bekerja di RCTI. Ia adalah produser Seputar Indonesia Malam (SIM) yang menggarap

Marxisme dan Doktor Simpanse

BENARLAH apabila ada yang bilang hidup kita sebagai individu begitu terbatas; begitu fana. Kita terbatas dalam umur. Kita tak mungkin hidup sembilan ratus tahun seperti

Komoditas Syariah di Layar Kaca

BERBEDA dari ustad-ustad pada umumnya yang tidak telaten bercerita dan menutupinya dengan eksploitasi seruan-seruan moral secara banal, Felix tahu benar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pencerita. Ia pandai mengelaborasikan pesan-pesan motivasional di dalam cerita, sehingga pemirsa tidak merasa digurui, namun malah terpikat dalam suasana haru dari adegan-adegan peristiwa yang ia lukiskan dengan kata-kata.

Tapi Plato pun tahu, salah satu jenis orang yang patut dicurigai adalah orang yang mahir bermain dengan kata-kata. Di balik ceramah-ceramahnya yang mempesona, Felix mengidap kesesatan berpikir akut. Seruannya pun sering bertumpu pada asumsi tanpa dasar.

Mengutip Remah Orde Baru

Sebuah catatan—sekaligus advertorial—tentang “Simposium Orde Baru: Cara Orde Baru Menciptaken Manusia Indonesianya” dalam rangka ORDE BARU OK. VIDEO: INDONESIA MEDIA ARTS FESTIVAL   BERTO TUKAN melangkah

Dinasti Neoliberal Cina

RONALD Wilson Reagan dan Deng Xiaoping (Teng Hsiao-p’ing), adalah dua kutub yang berbeda. Tentang ini, tak ada yang istimewa. Tetapi, siapa sangka jika keduanya punya

Belajar Dari Yunani

Di tengah-tengah kondisi Yunani yang seperti ini, Syriza hadir sebagai representasi politik dengan tuntutan paling radikal sekaligus realistis bagi Yunani. Syriza sebagai koalisi dari berbagai partai, gerakan sosial dan elemen gerakan Kiri di Yunani, sesungguhnya memiliki sejarah yang tidak singkat. Dalam sebuah pidatonya, Sotiris Martalis (2013), anggota Internationalist Workers Left atau DEA, salah satu organisasi pendiri dan pendukung Syriza berhaluan Trotskyis, sejarah Syriza sendiri bermula dari tahun 2001 sebagai upaya dari berbagai organisasi Kiri dengan berbagai macam tendensinya dan Synapsismos, partai Kiri yang merupakan partai terbesar dari koalisi Syriza yang juga dipimpin oleh Alexis Tsipras, yang sekarang menjadi pemimpin dari Syriza. Dalam upayanya untuk bertahan dalam kontes politik elektoral di Yunani sekaligus menyuarakan aspirasi dari rakyat Pekerja, menurut Martalis, Syriza berhasil melakukan berbagai strategi yang rupanya cukup efektif. Pertama, Syriza berhasil menyatukan dan menjembatani berbagai organisasi dan elemen gerakan Kiri dengan berbagai tendensinya dalam satu wadah. Dengan kata lain, Syriza berhasil mengatasi persoalan fraksionalisasi gerakan yang seringkali terjadi di gerakan Kiri dan progresif. Kedua, Syriza berhasil menyambut momentum politik pasca krisis ekonomi di Yunani yang mendorong berbagai komponen gerakan rakyat, mulai dari petani, buruh, anak muda dan lain-lainnya untuk melakukan aksi-aksi massa dan protes yang juga bertepatan dengan gerakan Pendudukan (Occupy) global. Syriza dianggap sebagai wadah politik yang dapat menyalurkan aspirasi rakyat Yunani yang termarginalisasi oleh krisis ekonomi sekaligus kebijakan teknokratis di Yunani dan Eropa. Ketiga, di saat yang bersamaan, Syriza juga tetap berkomitmen terhadap penggunaan mata uang Euroa sekaligus keanggotan Yunani di Uni Eropa. Menurut Syriza, yang seharusnya menjadi fokus perjuangan adalah kebijakan ekonomi yang lebih demokratis pasca diberlakukannya kebijakan ekonomi pemangkasan yang teknokratis alih-alih keluar dari Uni Eropa atau Eurozone – suatu hal yang juga dikampanyekan oleh beberapa kelompok elit di Yunani demi kepentingan mereka sendiri.

Marxisme dan Sosiobiologi (bagian 3)

SIAPA kaum terpelajar ‘urban’ yang tak kenal nama Richard Dawkins? Di Indonesia, setahu saya, sudah dua bukunya diterjemahkan dan diterbitkan. Satu oleh penerbit yang punya

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.