
Merindu Orba
BEBERAPA waktu lalu, Prabowo Subianto, calon presiden (capres) Partai Gerindra dengan percaya diri mengatakan bahwa jika Soeharto masih hidup dan mencalonkan diri sebagai capres, maka

BEBERAPA waktu lalu, Prabowo Subianto, calon presiden (capres) Partai Gerindra dengan percaya diri mengatakan bahwa jika Soeharto masih hidup dan mencalonkan diri sebagai capres, maka

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Jaga dirimu: dan jangan lupa bahwa gagasan itu juga merupakan senjata (Subcomandante Marcos) Perlawanan dan pembangkangan masih tetap merupakan satu-satunya

TULISAN ini akan sedikit mendiskusikan paparan Maurice Godelier, seorang ilmuwan sosial asal Prancis dalam bukunya, Rationality and Irrationality in Economics (1972). Hal ini berkenaan

KALAU ada yang perlu saya sesali dalam momen 21 Mei, itu karena saya tak bisa menikmati kerja keras, keberanian, keteguhan, dan kegembiraan pada hari-hari menjelang

Sumber ilustrasi: Financial Times PAK, Bapak Luhut mau ambil hati orang Papua? Supaya tolak merdeka? Sini saya kasih tahu. Bapak sudah pernah bertemu Letjen

Kredit foto oleh Alit Ambara (nobodycorp) RENCANA proyek Reklamasi Teluk Benoa di Bali tampaknya tidak akan surut. Proyek kontroversial ini mendapatkan tentangan yang tidak
‘Omnia sunt communia (All things are common)…’ – Thomas Muntzer (1524) MENGAPA Manifesto Komunis? Mengapa komunisme sekarang? Jika kita merefleksikannya pada pengalaman kekinian kita, maka pada
Catatan redaksi: Artikel ini adalah kata pengantar untuk buku Deepa Kumar, Islam Politik Sebuah Analisis Marxis, yang diterbitkan oleh Resistbook, Yogyakarta, 2012.
Kata Pengantar Untuk Buku Deepa Kumar
Coen Husain Pontoh, mahasiswa Ilmu Politik di City University of New York (CUNY)
MEMBUAT kata pengantar untuk sebuah karya tulis yang baik, susah-susah gampang. Susah karena boleh jadi pengantar yang kita terakan membuat maksud dan tujuan si penulis menjadi melenceng, tereduksi, atau malah berlebihan. Tetapi sekaligus gampang, karena kita tak perlu bersusah payah untuk mengantarkan apa yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.
Kedua hal itulah yang membayangi saya ketika menulis pengantar untuk buku tipis karya Deepa Kumar, Islam Politik Sebuah Analisis Marxis. Sebabnya Kumar dalam buku ini telah begitu jelas dan gamblang memaparkan pesan yang ingin disampaikannya berkaitan dengan gejala kebangkitan Islam Politik saat ini. Karena itu, dalam pengantar ini, saya hanya ingin menambahkan apa yang dimaksud Kumar dengan ‘Analisis Marxis tentang Islam politik.’ Sebab penjelasan tentang apa itu metode analisa Marxis inilah yang kurang mendapatkan porsi pembahasan.

TIDAK dapat dipungkiri bahwa kota adalah salah satu entitas yang berkaitan sangat erat dengan pengalaman modern kemanusiaan. Walau demikian, bukan perkara mudah untuk memahami hubungan keduanya. Alienasi atau keterasingan manusia dalam pengalaman berkota menunjukkan bahwa hidup di kota tidak bermakna memiliki kehidupan di kota itu sendiri. Penyakit akut perkotaan seperti kemacetan, banjir, minimnya penghijauan, masalah perumahan layak, kriminalitas, dsb membuat mudah untuk menyimpulkan bahwa kota yang dihidupi warganya adalah kota yang tidak manusiawi. Tidak heran jika kemudian kondisi alienatif ini menciptakan kesadaran palsu di kalangan warga bahwa situasi berkota mereka adalah sesuatu yang terberi, ‘udah dari sononye’ dan tidak dapat diubah lagi.

* Ilustrasi oleh Timoteus Anggawan Kusno Membangun Dinasti panggung bukan lagi jadi tempat sandiwara sebab di sinilah sebenarnya akting berbicara berbagai topeng beragam merek
Ilustrasi oleh Alit Ambara PADA Maret 2016, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Luhut Binsar Padjaitan, menyelesaikan

Kredit ilustrasi: SINDOnews INSAN-insan lajang yang budiman (yang juga biasa disingkat “Mblo”), apakah Anda menikmati gelaran kumpul keluarga Anda di hari Lebaran? Tidak? Kalau tidak,
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.