
Jalan Terjal Komune Paris (Bagian II)
Vive la Commune!


Pendahuluan BARU-BARU ini rekan Dede Mulyanto membahas optimisme sebagai asumsi teoretik sekaligus posisi etis dan politis yang kerap kali menjadi lubang sembunyi sisa-sisa filsafat idealisme.
KEMBALI ke kasus Ulil, maka kita bisa melihat bahwa kasusnya ini hanyalah puncak gunung es dari sebuah persoalan maha serius dalam dunia pendidikan di Indonesia: tidak adanya demokratisasi pendidikan. Kebiasaan mencekal ini, tidak bisa secara sederhana kita anggap sebagai refleksi dari ketakutan pihak universitas terhadap tekanan kelompok anti kebebasan berpikir, tetapi sesungguhnya telah berakar dan tertanam dalam jantung sanubari kalangan akademis Indonesia. Dan semua itu memiliki legitimasi hukum.
Arie Sujito Benarkah sejak tumbangnya Orde Baru (Orba), kita betul-betul memasuki demokrasi liberal sebagaimana ditandai sistem multipartai? Pertanyaan ini bisa mengawali diskusi, sekaligus perdebatan kita,

Tanggapan untuk Kamil Alfi Arifin BEBERAPA hari yang lalu, di suatu sore yang sendu, saya membaca tulisan Kamil Alfi Arifin berjudul Jalan Raya Yogyakarta:

KARENA judul buku ini adalah Memecah Pembisuan, saya ingin mengawali ulasan ini dengan menjelaskan istilah serupa, yaitu Breaking the Silence. Breaking the Silence (BtS) adalah sebuah LSM Israel yang terletak di wilayah Barat Yerusalem, didirikan tahun 2004 oleh veteran tentara Angkatan Bersenjata Israel. Kegiatan mereka antara lain mengumpulkan dan mempublikasikan kesaksian-kesaksian dan pengalaman para tentara dalam tugas dan operasi mereka di wilayah pendudukan: Tepi Barat, Jalur Gaza, dan wilayah Timur Yerusalem selama Intifada Kedua. Misi LSM ini adalah ‘memecah pembisuan’ dalam diri tentara-tentara Angkatan Bersenjata Israel yang sudah kembali dalam kehidupan sipil di Israel dan ‘mengungkap adanya ganjalan yang mereka rasakan dalam menghadapi realitas di wilayah pendudukan dan pembisuan mereka di rumah.’

Kredit foto: Alamy LEMBAGA keuangan internasional seperti World bank (WB) dan International Monetary Fund (IMF), telah lama dianggap sebagai agen reformasi ekonomi paling kuat
SEMBOYAN ‘Indonesia Belum Merdeka 100 Persen,’ pernah booming ketika Tan Malaka memobilisasi Persatuan Perjuangan. Saat ini, semboyan tersebut kembali terdengar lantang, baik sebagai retorika favorit

WACANA mengenai pembangunan partai alternatif kembali mengemuka dalam diskusi publik kita. Hal ini, tentu saja, merupakan perkembangan bagus dari gerakan rakyat kita. Rakyat kembali melihat

HARI-hari sekarang ini, tak mudah buat orang macam Dicky Ermandara coba mewartakan hikmah yang bisa dipetik dari pemikiran seperti Hume dan para pembangun dasar-dasar ilmu
(Catatan redaksi: artikel ini adalah penyesuaian dari kata pengantar untuk edisi perdana Jurnal IndoPROGRESS, yang akan terbit minggu ini). BAGAIMANA sebaiknya kita membaca kasus kekerasan sektarian,

SETENGAH abad sudah, setelah kelompok kiri digebuk tanpa ampun. Setelah itu, bukan hanya kiri, tapi juga seluruh aspek kehidupan berubah, menjadi satu dalam tafsir tunggal
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.