1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 149

Paling Sering Dibaca

Ari Kriting, Banyolan Getir Dari Timur

TAK banyak pembanyol Indonesia yang menarik perhatian saya. Kadang saya menonton mereka lewat video online. Mungkin karena selera saya berubah. Tinggal di Amerika membuat saya

Sudahkan Engkau Berlaku Adil, Pada Papua?

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. International Unlimited) Adikku melanggar hukum Aku yang menjadi saksi Paman penuntut umum Ayah yang mengadili walau ibu gigih membela yang

Membangun Partai Alternatif

WACANA mengenai pembangunan partai alternatif kembali mengemuka dalam diskusi publik kita. Hal ini, tentu saja, merupakan perkembangan bagus dari gerakan rakyat kita. Rakyat kembali melihat

Orang Baik Jadi Raja

Kredit foto: Okezone News ALAVI adalah pendukung Taslim. Seperti pendukung politisi kebanyakan, Alavi tak melihat dirinya sebagai pendukung buta. Taslim, yang sekarang merupakan anggota DPRD

Menuju Fikih Mayoritas

Kredit foto: NU Online DALAM khazanah hukum Islam, berkembang ide tentang ‘fiqh aqalliyat’ –atau yang lebih dikenal sebagai ‘fikih minoritas’. Rumusannya bermacam-macam. Beberapa intelektual dan

Asal-usul Kekerasan Negara

Sejarah Indonesia sejak zaman kolonial mengonfirmasi, rejim demi melanggengkan kekuasaannnya, selalu menggunakan tangan rakyat sipil untuk meneror rakyat sipil lainnya. Henk Nordholt, sejarawan asal Belanda, menunjuk pemerintah kolonial Belanda, dalam mempertahankan kekuasaannya memanfaatkan para Jago dengan membiarkan mereka melakukan tindakan kriminal dalam hubungan yang saling memanfaatkan. Kendati, seperti ditunjukkan Robert Cribb, fakta menunjukkan bahwa para pelaku kriminal juga berperan besar dalam perlawanan terhadap rejim kolonial, terutama sejak depresi ekonomi (great depression) 1932, di mana organisasi-organisasi gang tumbuh subur karena efek dari krisis itu.

Orde Baru lah yang meneruskan cara-cara regim kolonial dalam menebarkan teror dengan menunggangi kelompok-kelompok sipil. Dimulai dari pembantaian massal 1965, rejim ini juga membentuk dan memelihara organisasi-organisasi kepemudaan a la militer yang terlibat dalam aneka kekerasan: dari pembebasan-pembebasan lahan di kota dan desa untuk investasi, hingga kekerasan-kekerasan politik secara telanjang, seperti peristiwa penyerangan kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Juli 1996.

Memecah Pembisuan, Membongkar Tabu: Mendengar Suara Korban Tragedi 1965

KARENA judul buku ini adalah Memecah Pembisuan, saya ingin mengawali ulasan ini dengan menjelaskan istilah serupa, yaitu Breaking the Silence. Breaking the Silence (BtS) adalah sebuah LSM Israel yang terletak di wilayah Barat Yerusalem, didirikan tahun 2004 oleh veteran tentara Angkatan Bersenjata Israel. Kegiatan mereka antara lain mengumpulkan dan mempublikasikan kesaksian-kesaksian dan pengalaman para tentara dalam tugas dan operasi mereka di wilayah pendudukan: Tepi Barat, Jalur Gaza, dan wilayah Timur Yerusalem selama Intifada Kedua. Misi LSM ini adalah ‘memecah pembisuan’ dalam diri tentara-tentara Angkatan Bersenjata Israel yang sudah kembali dalam kehidupan sipil di Israel dan ‘mengungkap adanya ganjalan yang mereka rasakan dalam menghadapi realitas di wilayah pendudukan dan pembisuan mereka di rumah.’

Artikel Wilson di Rubrik ‘Bergerak’

Proposal ‘Konperensi Persatuan Gerakan Rakyat‘ mendapatkan tanggapan dari seorang kontributor IndoPROGRESS; Wilson. Menurut Wilson, kini saatnya seluruh elemen gerakan kiri mengadaptasi persatuan gerakan sebagaimana terjadi

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.